AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kabut Asap Paksa Malaysia Tutup Sekolah, 2 Juta Siswa Terdampak

Published Oktober 10, 2026 · Updated Oktober 10, 2026 · By Fajar Hakim - amalzakat.com

Foto : Fajar Hakim - amalzakat.com

Amalzakat.com – Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Kabut asap yang memburuk memaksa Malaysia meliburkan sejumlah sekolah pada Jumat (9/10/2026). Kebijakan tersebut berdampak pada lebih dari 2 juta siswa yang harus mengikuti pembelajaran dari rumah. Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengatakan, penutupan sekolah dilakukan menyusul meningkatnya tingkat kabut asap di sejumlah wilayah.

Kebijakan ini mencakup sekolah di negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor, serta wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya. Sekolah di Distrik Rompin, Pahang, juga diliburkan. Menurut data Bloomberg, kebijakan tersebut mengharuskan lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah.

Langkah ini diambil ketika kabut asap kembali mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan publik. Kabut asap yang menyelimuti Malaysia dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kondisi tersebut kembali menyoroti persoalan pencemaran udara lintas batas yang berdampak pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan, memburuknya kondisi kabut asap merupakan situasi yang sangat mengkhawatirkan, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Anwar mengatakan pemerintah Malaysia meningkatkan upaya penanganan, termasuk melalui operasi penyemaian awan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kondisi lingkungan yang memburuk.

Pada September 2026, Malaysia telah menjalankan operasi penyemaian awan selama 3 hari di negara bagian Sarawak. Operasi tersebut bertujuan menambah cadangan air di bendungan sekaligus membantu mengurangi kabut asap di wilayah itu. Sarawak berada di Pulau Kalimantan dan berbatasan darat dengan Indonesia.

Kedekatan geografis tersebut membuat kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan sekitarnya menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kabut asap lintas negara. Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya koordinasi kedua negara dalam menghadapi kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran di kawasan tersebut.

Anwar juga telah berbicara dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengenai persoalan kabut asap. Keduanya sepakat memberikan dukungan untuk menangani situasi tersebut. Data Kementerian Kehutanan RI menunjukkan, hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia selama Juli 2026.

Sementara itu, total luas lahan yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 202.000 hektare hingga akhir Juli. Kebakaran hutan dan lahan berpotensi memperburuk kualitas udara, terutama ketika asap menyebar ke wilayah permukiman dan terbawa angin melintasi perbatasan negara. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat menjangkau wilayah negara tetangga.

Indonesia juga mencatat sekitar 175.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus 2026 di berbagai wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Angka tersebut menunjukkan besarnya persoalan kesehatan yang muncul di tengah situasi karhutla. Meski demikian, jumlah kasus ISPA tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh kasus disebabkan oleh kabut asap karena penyebabnya perlu ditentukan berdasarkan data kesehatan yang relevan.

Penutupan sekolah di Malaysia menjadi salah satu dampak langsung yang dirasakan masyarakat akibat memburuknya kualitas udara. Selain mengganggu kegiatan belajar, kabut asap juga menjadi perhatian karena potensi risikonya terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Di tengah kabut asap yang melanda kawasan, Singapura dijadwalkan menjadi tuan rumah balapan Formula 1 pada akhir pekan tersebut.

Pihak penyelenggara menyatakan acara tetap berlangsung meskipun kondisi kabut asap turut menjadi perhatian. Situasi di Malaysia dan Singapura memperlihatkan bahwa kabut asap dapat berdampak melampaui batas negara. Karena itu, penanganannya memerlukan upaya di tingkat nasional sekaligus koordinasi regional, termasuk pencegahan kebakaran dan pengendalian sumber pencemaran udara.

Bagi Malaysia, keputusan meliburkan sekolah menjadi langkah untuk merespons kondisi kabut asap yang memburuk. Sementara itu, kerja sama dengan Indonesia, termasuk pembahasan operasi penyemaian awan, menjadi bagian dari upaya menghadapi dampak karhutla yang dirasakan bersama di kawasan Asia Tenggara. Polri: Pengamanan MotoGP Mandalika Bekolaborasi dengan Masyarakat Kualitas Udara Tak Sehat, Lubuklinggau Berlakukan PJJ di Sekolah Kirana Larasati Bantah Terlibat Penipuan Emas Bodong Rp 25 Miliar Pelembang Masih Diselimuti Asap, Warga Soroti Bantuan Pusat Rp 100 M Jennifer Coppen Tegaskan Tak Terlibat Operasional Nellava Bullion Masa Depan E-Mobility Indonesia Investor Daily Summit 2026 hari ke-1 MK Putuskan Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima Paripurna DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan El Nino Menguji Ketahanan Pangan Indonesia–Thailand: Harapan Terakhir, Perlawanan Terbesar Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara sebagai Motor Penggerak Kekuatan Nasional Doa Ibu, Tempat Jenderal Suyudi Menundukkan Kepala

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kabut Asap Paksa Malaysia Tutup Sekolah 2?

Kabut Asap Paksa Malaysia Tutup Sekolah 2 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kabut Asap Paksa Malaysia Tutup Sekolah 2 matter?

Kabut Asap Paksa Malaysia Tutup Sekolah 2 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.