Kota Lleida Kembali Larang Penggunaan Niqab dan Burqa di Ruang Publik
Lleida Sahkan Larangan Penutup Wajah Penuh di Area Publik
Amalzakat.com – Pemerintah Kota Lleida di kawasan Catalonia, Spanyol, kembali menetapkan pembatasan terhadap penggunaan penutup wajah penuh di ruang publik. Kebijakan itu disetujui dalam sidang parlemen kota pada Jumat, 25 September 2026, dan menjadi langkah yang tidak lazim di Spanyol, negara yang belum menerapkan larangan serupa secara nasional.
Aturan baru ini menyasar penggunaan benda atau pakaian yang membuat wajah tertutup sepenuhnya ketika seseorang berada maupun bergerak di area publik. Meski perdebatan seputar kebijakan tersebut kerap dikaitkan dengan burqa dan niqab, naskah aturan tidak menyebut kedua jenis busana itu secara langsung.
Lleida memiliki sekitar 150.000 penduduk dan berada di timur laut Spanyol. Kota ini telah lama menjadi salah satu titik penting dalam pembahasan mengenai batas kewenangan pemerintah lokal, kebebasan beragama, serta aturan hidup bersama di ruang publik.
Perubahan Rumusan untuk Menghindari Sengketa Lama
Kebijakan terbaru itu merupakan upaya kedua Lleida untuk memberlakukan pembatasan penutup wajah penuh. Pada 2010, kota ini pernah menjadi pemerintah daerah pertama di Spanyol yang melarang cadar penuh di fasilitas umum. Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama setelah menghadapi gugatan dari asosiasi Muslim setempat.
Mahkamah Agung Spanyol kemudian membatalkan aturan tersebut pada 2013. Putusan itu menilai larangan sebelumnya melampaui kewenangan pemerintah daerah sekaligus bertentangan dengan kebebasan beragama. Dampaknya tidak hanya dirasakan Lleida, karena sejumlah aturan sejenis yang sempat diterapkan kota lain juga ikut gugur.
Kali ini, pemerintah kota mengubah formulasi regulasi kotamadya dengan bahasa yang lebih umum. Fokus aturan bukan lagi pada penyebutan jenis pakaian tertentu, melainkan kondisi wajah yang tertutup secara menyeluruh di area publik. Pendekatan tersebut dirancang untuk menjawab hambatan hukum yang muncul dalam kebijakan lama.
Burqa dikenal sebagai pakaian yang menutupi kepala dan tubuh secara penuh. Sementara itu, niqab merupakan penutup wajah yang menyisakan bagian mata agar pemakainya tetap dapat melihat. Perbedaan bentuk tersebut menjadi bagian dari konteks perdebatan, meskipun peraturan baru Lleida memilih tidak menggunakan istilah khusus tersebut.
Ada Pengecualian dalam Penerapan Kebijakan
Larangan yang disahkan tidak berlaku tanpa batas. Naskah reformasi memuat pengecualian untuk keadaan yang berkaitan dengan penggunaan hak-hak dasar, aktivitas di rumah ibadah, serta ruang atau penggunaan tertentu yang telah diterima secara sosial.
“Aturan ini mencakup pengecualian yang terikat pada kasus-kasus yang melibatkan pelaksanaan hak-hak dasar, tempat ibadah, serta ruang atau penggunaan di mana kebiasaan tersebut diterima secara sosial.”
Keberadaan pengecualian tersebut penting untuk memahami cakupan kebijakan. Aturan ini tidak semata-mata membahas pakaian, tetapi juga menyentuh pertanyaan tentang kapan pemerintah kota dapat mengatur identifikasi seseorang, keamanan, interaksi sosial, dan kebebasan menjalankan keyakinan di tempat umum.
Warga yang melanggar ketentuan dapat dikenai denda administratif oleh otoritas setempat. Detail penerapan di lapangan akan menjadi unsur yang menentukan, terutama saat petugas perlu membedakan situasi umum dengan kondisi yang termasuk dalam pengecualian.
Koalisi Lokal yang Tidak Biasa
Pengesahan aturan terjadi setelah pemungutan suara dengan hasil 16 suara mendukung dan 11 suara menolak. Komposisi dukungan di parlemen lokal juga menarik perhatian karena melibatkan kelompok politik dengan posisi yang berbeda-beda.
Partai Sosialis Katalan mendukung kebijakan bersama Vox yang berhaluan kanan dan Junts, partai separatis Katalan. Perpaduan suara ini memungkinkan perubahan undang-undang kotamadya melewati proses persetujuan, walaupun isu penutup wajah penuh sering memicu pandangan yang berlawanan di berbagai negara Eropa.
Wali Kota Lleida Felix Larrosa, yang berasal dari Partai Sosialis, menekankan bahwa kebijakan tersebut ditempatkan dalam kerangka aturan bersama bagi kehidupan kota.
“Hidup bersama berarti saling menghormati satu sama lain, dan saling menghormati juga berarti mematuhi aturan yang berlaku,” tegas Felix Larrosa.
Berbeda dari Sejumlah Negara Tetangga
Posisi Spanyol berbeda dibandingkan beberapa negara Eropa di sekitarnya, seperti Prancis, Portugal, dan Belgia, yang telah memiliki pembatasan lebih luas atas penggunaan penutup wajah penuh. Sampai saat ini, Spanyol tidak mempunyai undang-undang nasional yang secara menyeluruh melarang atau membatasi busana tersebut.
Karena itu, keputusan Lleida kembali menempatkan pemerintah kota dalam ruang perdebatan yang sensitif: sejauh mana aturan lokal dapat mengatur penampilan seseorang di ruang publik tanpa melanggar hak dasar yang dilindungi hukum.
Pengalaman pada 2010 dan putusan pengadilan pada 2013 menunjukkan bahwa perumusan kebijakan akan sangat menentukan. Pemerintah daerah tidak hanya harus menjelaskan tujuan aturan, tetapi juga perlu memastikan batas penerapannya jelas, proporsional, dan sejalan dengan perlindungan hak warga.
Larangan baru di Lleida kini menandai babak lanjutan dari perdebatan tersebut. Bagi warga kota, kebijakan ini akan terlihat bukan hanya melalui teks hukum, melainkan juga lewat cara aturan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk penghormatan terhadap pengecualian yang telah dimasukkan ke dalam regulasi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kota Lleida Kembali Larang Penggunaan Niqab?Kota Lleida Kembali Larang Penggunaan Niqab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kota Lleida Kembali Larang Penggunaan Niqab matter?Kota Lleida Kembali Larang Penggunaan Niqab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.