AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Menilik Toko Buku Legendaris yang Dikunjungi Prabowo di India

Published Juni 7, 2026 · Updated Juni 7, 2026 · By Maya Kurniawan

Memburu Kenangan Sejarah: Prabowo dan Bahrisons Booksellers di Khan Market

Latest Program - Sebuah toko buku bersejarah, Bahrisons Booksellers, kembali mencuri perhatian publik setelah diketahui menjadi tempat kunjungan Presiden Prabowo selama misi luar negerinya di New Delhi, India, pada 24 Januari 2025. Toko yang berdiri sejak tahun 1953 ini terletak di kawasan Khan Market, sebuah pusat perbelanjaan kota yang dikenal sebagai kawasan kultural dan komersial strategis. Kunjungan Prabowo ke toko tersebut menarik minat luas, baik dari masyarakat lokal maupun pengunjung asing yang ingin melihat bagaimana seorang pemimpin negara berinteraksi dengan dunia literasi.

Perjalanan Waktu: Toko Buku yang Menyimpan Warisan

Bahrisons Booksellers tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi museum informal untuk koleksi buku yang mencakup berbagai genre, mulai dari politik hingga seni, dengan jumlah lebih dari 20.000 judul. Dalam wawancara eksklusif dengan Beritasatu.com di New Delhi, Sabtu (6/6/2026), pemilik toko, Anuj Bahri, menjelaskan bahwa Bahrisons memiliki khusus buku-buku Indonesia yang tergolong lengkap, termasuk karya-karya yang memperkenalkan kekayaan seni nasional.

"Kami menyimpan berbagai buku tentang Indonesia, dari politik hingga sejarah kuno, bahkan ada kumpulan karya yang membahas lukisan koleksi Presiden pertama kita, Soekarno. Jadi, ya, kami memiliki banyak buku tentang Indonesia," kata Anuj.

Kunjungan Prabowo ke toko ini tidak hanya menjadi peristiwa yang menarik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Bahrisons untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas. Selama dua jam, Prabowo diduga memilih buku dari berbagai tema, termasuk yang berisi kisah sejarah India dan dokumentasi global. Anuj mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut menjadi momen istimewa, karena selain berada dalam rangka pertemuan diplomatik, Prabowo juga menyisihkan waktu untuk mendalaminya koleksi.

Warisan Budaya dan Literasi

Kedatangan Prabowo ke Bahrisons tidak hanya meningkatkan minat pengunjung lokal, tetapi juga menarik perhatian delegasi asing yang berkunjung ke India. Anuj menjelaskan bahwa toko ini sering menjadi destinasi favorit bagi penggemar literasi, baik dari dalam maupun luar negeri. "Beliau menyukai koleksi kami, dan selama di sini, beliau meluangkan waktu dengan seluruh anggota delegasinya," lanjutnya.

"Sebagai seorang pemimpin, beliau memahami pentingnya literasi sebagai alat untuk membangun hubungan antar budaya. Kedatangan beliau memberikan dorongan baru bagi kami untuk terus menyajikan buku-buku yang relevan dan berbagai penjelasan mengenai sejarah Indonesia serta dunia," tutur Anuj.

Kemacetan lalu lintas di Khan Market, yang sehari-hari dipadati pengunjung, semakin terasa saat Prabowo dan rombongan menghabiskan waktu yang cukup lama di toko tersebut. Dengan jutaan buku yang tersusun rapi dan rapi di rak serta area lantai, Bahrisons mampu menghadirkan atmosfer unik yang memadukan tradisi dan modernitas. Pemilik toko juga menekankan bahwa ketersediaan buku-buku Indonesia menjadi daya tarik tersendiri, karena membantu pengunjung memahami konteks sosial dan politik negara tersebut.

Tempat Favorit dalam Budaya Literasi

Menurut Anuj, Bahrisons Booksellers telah menjadi destinasi utama bagi masyarakat India dan turis internasional yang ingin mengenal literatur lokal secara lebih mendalam. "Ini adalah tempat favorit bagi sebagian besar orang India, serta bagi para delegasi dari negara lain yang ingin mendapatkan gambaran mengenai tulisan-tulisan di sini," pungkasnya.

Kehadiran Prabowo di toko ini dianggap sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya warisan budaya dan literasi di tengah dunia yang semakin bergerak cepat. Selain itu, kunjungan tersebut berpotensi memperkuat hubungan Indonesia-India, terutama dalam bidang pendidikan dan sejarah. Pemilik toko juga berharap pengunjung dari berbagai negara akan terus berdatangan, karena Bahrisons tidak hanya menyimpan kekayaan literasi India, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada audiens global.

Konteks Internasional: Tren dan Minat pada Literatur

Di tengah era digital yang dominan, Bahrisons tetap menunjukkan kekuatan fisiknya sebagai simbol keberlanjutan budaya. Pemilik toko menekankan bahwa jumlah buku yang tersedia tidak hanya mencakup karya lokal, tetapi juga menjangkau berbagai kategori yang memenuhi kebutuhan pembaca dari segala latar belakang. "Dari ekonomi hingga otomotif, bahkan sejarah dunia, kami menyediakan yang terbaik," ujarnya.

Kunjungan Prabowo ke toko ini menjadi contoh nyata bagaimana minat terhadap buku tidak menghilang meski teknologi berkembang pesat. Anuj menyebut bahwa pengunjung yang datang ke India untuk berbagai alasan, baik diplomatik maupun pariwisata, sering kali menyempatkan diri untuk mengunjungi Bahrisons sebagai bagian dari perjalanan mereka. "Beliau membeli puluhan buku, dan saya tidak tahu secara pasti tema apa yang dipilih, tetapi yang jelas ada buku tentang India dan sejarah dunia," tambahnya.

Kesejarahan dan Harapan Masa Depan

Dengan lebih dari satu abad sejarah, Bahrisons Booksellers tetap menjadi tempat yang hidup dan relevan. Anuj berharap kehadiran Prabowo akan memperkuat daya tarik toko tersebut, terutama bagi generasi muda yang ingin mengeksplorasi kekayaan literasi sejarah. "Saya sangat berterima kasih atas kunjungan beliau, karena ini memberi semangat bagi kami untuk terus berkembang," tutur Anuj.

Toko buku ini menjadi bukti bahwa ketersediaan literatur yang lengkap dan terjangkau bisa menjadi jembatan antar bangsa. Dengan kunjungan Prabowo, Bahrisons kembali menjadi sorotan, baik di media lokal maupun internasional. Selain itu, pengunjung dari berbagai negara juga bisa menemukan buku-buku yang membahas kebudayaan dan politik Indonesia, serta melihat bagaimana peran tokoh sejarah seperti Soekarno diperkenalkan melalui tulisan-tulisan yang terpercaya.

Kesimpulan: Pengaruh Pemimpin pada Dunia Literasi

Kunjungan Prabowo ke Bahrisons Booksellers menunjukkan bahwa minat terhadap literatur tetap menjadi bagian penting dari upaya diplomatik dan budaya. Dengan dua jam yang dihabiskan untuk berbelanja buku, Prabowo menunjukkan perhatian terhadap warisan intelektual dan sejarah. Toko ini, yang sudah ada sejak 1953, kembali menjadi bagian dari cerita kota New Delhi, sekaligus menunjukkan bahwa budaya literasi bisa tetap hidup di tengah dinamika dunia yang terus berubah.