AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lolos Banding Visa AS – 4 Delegasi Iran Bisa Bertugas pada Piala Dunia

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By Dewi Santoso

Lolos Banding Visa AS, 4 Delegasi Iran Bisa Bertugas pada Piala Dunia

Lolos Banding Visa - Jakarta, Beritasatu.com – Setelah melewati proses banding, empat anggota dari delegasi Tim Nasional Iran (Timnas Iran) akhirnya berhasil memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat (AS) untuk turut serta dalam Piala Dunia 2026. Meski begitu, masih ada 11 anggota delegasi lain yang belum menerima persetujuan masuk ke negara tuan rumah turnamen tersebut. Kebijakan visa ini menjadi sorotan sebelum babak grup pertama dimulai.

Pengajuan Visa dan Proses Banding

Pemerintah AS sebelumnya melaporkan penolakan terhadap beberapa permohonan visa yang diajukan oleh delegasi Iran, termasuk staf yang terlibat langsung dalam operasional tim nasional selama turnamen. Total ada 15 anggota yang awalnya ditolak, namun setelah Timnas Iran memindahkan basis persiapan mereka ke Meksiko, 10 dari kelompok tersebut mengajukan kembali permohonan masuk ke AS.

Proses banding menjadi solusi untuk mengatasi penolakan awal tersebut. Menurut laporan dari BBC pada Sabtu (13/6/2026), empat dari sepuluh permohonan yang diajukan kembali akhirnya disetujui oleh otoritas imigrasi AS. Keempatnya terdiri dari seorang analis tim dan dua pegawai dari Departemen Internasional Federasi Sepak Bola Iran. Meski demikian, enam anggota lainnya masih mendapat penolakan visa.

Anggota Delegasi yang Diterima dan Ditolak

Keempat anggota yang lolos banding akan berperan dalam persiapan dan pelaksanaan turnamen di AS. Mereka terlibat dalam tugas-tugas khusus, seperti analisis tim dan koordinasi kegiatan internasional. Sementara itu, enam anggota yang ditolak termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, seorang wakil presiden, dua manajer operasional, seorang petugas media, serta seorang petugas keamanan.

“Permohonan visa yang disetujui mencakup individu yang dianggap lebih penting untuk mengelola persiapan Timnas Iran di AS,” tulis laporan BBC. “Namun, otoritas AS masih mempertahankan kebijakan ketat terhadap anggota delegasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan kegiatan politik atau diplomasi.”

Kebijakan ini dianggap mengganggu kemampuan Timnas Iran untuk mempersiapkan diri secara optimal. Karena beberapa pejabat utama dan staf pendukung masih belum bisa bergabung dengan skuad, persiapan teknis dan logistik mungkin terhambat. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) diberitakan sedang berupaya keras untuk menyelesaikan masalah ini sebelum jadwal pertandingan resmi dimulai.

Dampak pada Persiapan Timnas Iran

Persiapan Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026 terancam karena keterlambatan dalam mendapatkan izin masuk ke AS. Dengan beberapa staf utama yang belum bisa hadir, terdapat kekhawatiran tentang kesiapan tim di fase grup. Jadwal pertandingan yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juni 2026 dengan lawan Selandia Baru, lalu melawan Belgia di Inglewood, California pada 21 Juni, dan ditutup dengan laga melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Kebijakan visa ini juga memengaruhi koordinasi antara staf dan tim pelatih. Dengan hanya empat anggota yang bisa berada di AS, terdapat risiko kehilangan informasi penting terkait strategi pertandingan atau komunikasi dengan pihak penyelenggara. FFIRI diberitakan terus berusaha mengajukan permohonan tambahan atau menyesuaikan rencana perjalanan untuk meminimalkan hambatan.

Upaya Federasi Sepak Bola Iran

Federasi Sepak Bola Iran sedang mempercepat langkah untuk mengatasi masalah visa. Mereka berharap seluruh staf yang diperlukan dapat hadir di AS agar Timnas Iran bisa memaksimalkan peluang mereka. Kepala delegasi mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengganggu konsentrasi tim dalam menghadapi tantangan di fase grup.

Sebagai langkah sementara, beberapa staf yang belum diterima visa akan mengikuti pertandingan dari luar negeri melalui sistem virtual atau berkunjung singkat ke lokasi turnamen. Namun, kepastian kehadiran mereka masih tergantung pada keputusan pemerintah AS. “Kami bersyukur atas keberhasilan banding, tetapi kami tetap berharap semua anggota delegasi dapat bekerja secara penuh,” kata salah satu pejabat dalam pernyataan resmi.

Terlepas dari keberhasilan keempat anggota yang menerima visa, situasi ini mengingatkan kembali tentang pengaruh politik terhadap aktivitas olahraga internasional. AS, yang dijadwalkan sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, menunjukkan kebijakan yang lebih ketat terhadap delegasi Iran dibandingkan negara lain. Namun, pihak FFIRI berusaha memperlihatkan komitmen untuk menjaga kualitas dan konsistensi timnas mereka.

Timnas Iran akan memulai perjalanan di AS dengan tiga pertandingan dalam jadwal fase grup. Meski ada kekhawatiran terkait staf yang belum bisa hadir, keberhasilan empat anggota memastikan bahwa persiapan tetap bisa dilakukan secara berkala. Federasi Sepak Bola Iran menegaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak AS untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas.

Sejumlah anggota delegasi lain yang belum mendapatkan visa mengungkapkan kekecewaan. Mereka berharap keputusan visa dapat dipercepat agar tidak mengganggu keseluruhan rencana. “Kami perlu staf yang kompeten untuk mengelola setiap aspek pertandingan,” kata seorang manajer tim yang terlibat dalam proses ini. “Tanpa mereka, keberhasilan tim bisa terancam.”

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, FFIRI tetap optimis. Mereka percaya bahwa keberhasilan banding akan menjadi titik awal untuk memperbaiki kondisi. Sementara itu, masyarakat sepak bola di Iran mengharapkan keputusan yang lebih cepat dari pihak AS, karena Piala Dunia 2026 dianggap sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan timnas di panggung internasional.

Kebijakan visa ini juga menjadi sorotan di media internasional. Dengan keempat anggota yang lolos, Timnas Iran bisa bertanding dengan lengkap, tetapi situasi ini mengingatkan kembali akan dampak dari hubungan politik antar negara. Federasi Sepak Bola Iran akan terus mengevaluasi langkah-langkah untuk memastikan kesiapan penuh, baik dari segi teknis maupun logistik, menjelang Piala Dunia dimulai.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti yang terbaru melalui WhatsApp Channel Beritasatu. Dalam artikel terkait, Mia Khalifa membantah dukungan terhadap AS pada Piala Dunia 2026, sementara BI rate naik 5,5 persen memengaruhi kredit perumahan dan mobil. Donald Trump juga mengklaim AS dan Iran siap berdamai, sementara Kota Tua Jakarta berencana membangun sistem transportasi trem listrik dan kawasan LEZ. Festival Reog Ponorogo 2026 dan parade mobil hias bunga JIFF 2026 juga menjadi perhatian masyarakat. Pemadaman listrik yang dilakukan sebagai pengingat hari lingkungan hidup serta ujian DSI yang menekan underpricing diplomasi internasional menjadi pembahasan lain dalam berita terkini.