AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Trump Ngambek, Hubungan Dagang dengan Spanyol Diminta Putus

Published Juli 9, 2026 · Updated Juli 9, 2026 · By Joko Wibowo

Main Agenda: Trump Tuntut Pemutusan Hubungan Dagang dengan Spanyol

Main Agenda - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti rendahnya kontribusi Spanyol dalam hal belanja pertahanan untuk organisasi NATO. Dalam pernyataannya yang cukup keras, Trump tidak hanya mengkritik tetapi juga menyerukan penghentian total hubungan perdagangan antara kedua negara. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Main Agenda ini menjadi perhatian utama media internasional karena dampaknya yang signifikan terhadap hubungan transatlantik.

Kritik Tegas untuk Mitra NATO

Main Agenda - Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap posisi Spanyol dalam aliansi militer tersebut. Ia menyebut Spanyol sebagai mitra yang kurang berkontribusi dan tidak membayar sesuai seharusnya. "Spanyol adalah mitra yang buruk di NATO. Mereka tidak berkontribusi. Mereka tidak membayar. Saya tidak ingin berurusan dengan Spanyol. Hentikan semua perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan," tegas Trump dalam pernyataannya yang dikutip dari BBC.

Lebih lanjut, Trump menilai Madrid sebagai negara yang "tidak punya harapan" dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota NATO. Meskipun ia mengakui bahwa ada beberapa negara anggota lain yang juga perlu meningkatkan belanja militernya, Spanyol menjadi sorotan utama dalam hal ini. Perselisihan ini merupakan kelanjutan dari ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Trump dan pemerintah Spanyol terkait target belanja pertahanan. Main Agenda ini menunjukkan betapa seriusnya tuntutan Washington kepada Madrid.

Posisi Spanyol dalam NATO

Hingga saat ini, Spanyol tercatat sebagai satu-satunya anggota NATO yang belum berkomitmen untuk menaikkan belanja pertahanan hingga mencapai 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2035. Keputusan ini diambil dalam pertemuan para pemimpin NATO di Ankara, yang berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dari Washington agar negara-negara anggota meningkatkan anggaran pertahanan mereka.

KTT tersebut digelar tepat satu tahun setelah aliansi menyepakati target baru yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan target sebelumnya. Pada tahun 2025, Spanyol mengalokasikan sekitar 2,1% dari PDB untuk belanja pertahanan, mengalami kenaikan dari 1,4% pada tahun 2021. Namun, angka tersebut masih berada di bawah target NATO dan tertinggal dibandingkan sejumlah negara Eropa lainnya. Main Agenda ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi Spanyol dalam memenuhi ekspektasi Amerika Serikat.

Respons Mark Rutte dan Pemerintah Spanyol

Dalam konferensi pers yang sama, Mark Rutte berupaya meredam ketegangan dengan memberikan respons positif terhadap upaya Spanyol. Ia mengatakan kepada Trump bahwa Spanyol telah meningkatkan belanja pertahanannya menjadi 2%. "Anda berhasil membuat Spanyol mencapai 2%. Mereka telah membuat kemajuan besar tahun lalu. Meski begitu, masih ada beberapa persoalan yang harus kami selesaikan terkait Spanyol," ujar Rutte.

"Anda berhasil membuat Spanyol mencapai 2%. Mereka telah membuat kemajuan besar tahun lalu. Meski begitu, masih ada beberapa persoalan yang harus kami selesaikan terkait Spanyol," Mark Rutte.

Menanggapi komentar Trump, Kantor Perdana Menteri Spanyol menyatakan bahwa hubungan bilateral dengan AS tetap memberikan manfaat bagi kedua negara, baik di bidang perdagangan maupun pertahanan. Pemerintah Spanyol menganggap pernyataan Trump sebagai sesuatu yang sudah biasa dalam dinamika politiknya. Main Agenda ini juga mencakup diskusi tentang bagaimana Madrid akan menavigasi tantangan diplomatik ke depan.

Ketegangan Lebih Luas dalam NATO

Selain mengkritik Spanyol, Trump kembali menyampaikan ketidakpuasannya terhadap NATO secara keseluruhan. "Saya sangat tidak puas dengan NATO," kata Trump, meskipun ia tetap memuji Rutte sebagai pemimpin yang baik. Ketegangan di dalam NATO juga meningkat setelah Trump sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya karena sejumlah negara anggota menolak bergabung dalam operasi militer AS terhadap Iran.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan antara AS dan beberapa negara anggota NATO sedang dalam masa-masa kritis. Trump tampaknya ingin menggunakan tekanan ekonomi dan politik untuk memastikan negara-negara anggota memenuhi komitmen mereka. Main Agenda ini menjadi fokus perhatian dunia internasional karena implikasinya terhadap stabilitas global. Sementara itu, Spanyol tetap berusaha mempertahankan posisinya dan menunjukkan kemajuan yang telah dicapai dalam hal belanja pertahanan.