AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mengapa Warga Gaza Ikut Rayakan Gelar Juara Piala Dunia 2026 Spanyol?

Published Juli 22, 2026 · Updated Juli 22, 2026 · By Dewi Santoso - amalzakat.com

Foto : Dewi Santoso - amalzakat.com

Perayaan Kemenangan Spanyol di Tengah Konflik Gaza

Amalzakat.com – Kemenangan tim nasional Spanyol dalam Piala Dunia 2026 tidak hanya mengguncang dunia sepak bola Eropa. Di wilayah Jalur Gaza yang sedang dilanda konflik, masyarakat Palestina turut merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Meskipun situasi keamanan masih genting dan ancaman serangan dari Israel terus mengintai, warga setempat tidak ragu untuk merayakan momen bersejarah ini bersama-sama.

Di berbagai penjuru Gaza, suasana meriah terasa di mana-mana. Beberapa orang memilih menonton pertandingan di kafe-kafe kecil yang ramai, sementara yang lain berkumpul di area terbuka untuk menyaksikan pemutaran langsung. Peluit panjang yang menandakan akhir pertandingan langsung disambut dengan sorak-sorai dari jalanan. Bagi masyarakat yang telah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan dan ketidakpastian, kemenangan La Furia Roja menjadi sumber harapan baru.

Dukungan Politik yang Bermakna

Bagi banyak warga Palestina, kemenangan Spanyol memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar prestasi olahraga. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan Eropa yang paling vokal dalam mengkritik kebijakan Israel di Gaza serta tindakan kekerasan di Tepi Barat yang diduduki. Pemerintah Spanyol bahkan telah mendorong Uni Eropa untuk mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk mengusulkan penangguhan pakta perdagangan bebas yang berlaku luas.

Sikap solidaritas ini juga terlihat dari para pemain Spanyol yang tidak segan menunjukkan dukungan mereka. Kombinasi antara dukungan politik pemerintah dan simbol-simbol solidaritas dari para atlet menciptakan ikatan emosional yang kuat antara masyarakat Gaza dengan tim nasional Spanyol. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak warga setempat ikut merayakan keberhasilan La Furia Roja dengan penuh antusiasme.

Peran Lamine Yamal dalam Solidaritas

Salah satu faktor yang memperkuat hubungan ini adalah sosok bintang muda Lamine Yamal. Banyak warga Gaza mengibarkan bendera Spanyol sebagai bentuk penghormatan kepada pemain yang sebelumnya membawa bendera Palestina saat merayakan keberhasilan Barcelona menjuarai La Liga pada Mei 2026. Aksi Yamal tersebut mendapat perhatian internasional yang luas, terutama ketika menteri pertahanan Israel menyerang pemain tersebut karena mengibarkan bendera Palestina dan menuduhnya "menghasut kebencian".

Lamine hanya mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan oleh jutaan orang di Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya, tulis Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez melalui media sosial.

Bagi warga Palestina, tindakan Yamal menjadi simbol dukungan yang sangat berarti di tengah situasi sulit yang mereka hadapi setiap hari.

Pesan dari Tim Amputasi Gaza

Menjelang pertandingan final, tim sepak bola amputasi Gaza yang bernama Al-Irada mengirimkan pesan video kepada tim nasional Spanyol. Dalam pesan tersebut, mereka menyatakan bahwa siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina layak mengangkat Piala Dunia. Ungkapan ini mencerminkan besarnya harapan dan apresiasi masyarakat Palestina terhadap pihak-pihak yang menunjukkan solidaritas kepada mereka.

Final Piala Dunia 2026 juga diwarnai oleh dinamika politik yang kompleks. Dukungan Israel kepada Argentina dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Argentina Javier Milei. Menjelang laga final, Netanyahu turut menyampaikan pesan dukungan kepada tim Argentina. Sementara itu, Delegasi Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa merespons hasil pertandingan dengan mengunggah gambar tim nasional Spanyol disertai judul "juara dunia".

Tantangan dalam Menikmati Pertandingan

Meskipun antusiasme terhadap turnamen sangat tinggi, banyak warga Gaza menghadapi kesulitan untuk mengikuti jalannya pertandingan. Sebagian besar dari sekitar 2 juta penduduk Gaza kini tinggal di kamp-kamp tenda setelah rumah mereka hancur akibat serangan Israel. Keterbatasan akses listrik dan internet membuat mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.

Arkan al-Walaida, seorang pemuda berusia 23 tahun, memilih pergi ke warnet setiap pagi selama turnamen untuk mencari cuplikan pertandingan. Ia mengandalkan video pendek yang diunggah di TikTok serta kanal resmi FIFA di YouTube dan Instagram. Saat mengetahui pada Senin bahwa Spanyol menjadi juara dunia, ia mengaku tidak mampu menyembunyikan emosinya.

Jujur, saya merasa seperti akan menang sendiri saat mendengar kabar kemenangan tersebut, kata Arkan dengan penuh haru.

Di sisi lain, Saadi al-Masri yang berusia 40 tahun dan merupakan kapten tim sepak bola penyandang disabilitas di Gaza, menyaksikan pertandingan bersama teman-temannya di sebuah kafe. Ia menjelaskan alasannya mendukung Spanyol.

Saya mendukung Spanyol karena kami melihatnya sebagai negara yang mendukung perjuangan Palestina dan hak-hak Palestina, katanya dikutip dari The Guardian pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 bukan hanya prestasi olahraga, tetapi juga momen yang menyatukan masyarakat Gaza dengan dunia luar melalui solidaritas dan dukungan yang tulus.