Topics Covered: China respons Trump, tegaskan kedaulatan harus dihormati di Hormuz

China Tegaskan Kedaulatan Harus Diutamakan di Selat Hormuz

Topics Covered – Beijing, Antaranews – Pemerintah Tiongkok kembali menegaskan pendiriannya terkait perang dagang di Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan menghentikan sementara operasi militer yang berujung pada gencatan senjata. Dalam pernyataan resmi, Tiongkok menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara pesisir serta keamanan wilayah mereka adalah prioritas utama. “Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara pesisir merupakan keharusan, dan kondisi ini memerlukan penanganan secara bijaksana,” kata Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Kesiapan dan Pendekatan Diplomatik

Dalam konferensi pers di Beijing, Lin Jian mengungkapkan bahwa situasi di Selat Hormuz masih memerlukan perhatian khusus. “Kedaulatan, keamanan, dan kesejahteraan negara-negara pesisir harus dihormati, baik oleh AS maupun pihak lain,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa langkah Trump untuk menangguhkan operasi militer sementara dianggap sebagai awal perbaikan, namun Tiongkok tetap memantau langkah-langkah yang diambil oleh pihak terkait. “Kami berharap semua pihak bersikap tegas dalam menjaga kepentingan bersama di kawasan ini,” ujar Lin Jian.

“Situasi di Selat Hormuz tetap menegangkan. Hanya melalui gencatan senjata dini dan penuh, keadaan yang diperlukan untuk deeskalasi dapat tercipta,” kata Lin Jian.

Lin Jian juga menekankan bahwa kekhawatiran negara-negara regional terhadap operasi militer AS harus ditangani dengan serius. “Keberlanjutan kedaulatan dan keamanan nasional merupakan dasar utama dari perselisihan ini,” jelasnya. Menurut keterangan resmi, Tiongkok mendukung Iran untuk menyelesaikan konflik melalui dialog, sementara menghargai kontribusi Pakistan dalam mediasi.

Langkah Trump dan Diplomasi Regional

Presiden Trump menyatakan bahwa operasi militer AS, yang diberi nama “Project Freedom,” akan dihentikan sementara untuk mempercepat penyelesaian antara Washington dan Teheran. “Meski Blokade tetap berlaku, Project Freedom akan ditangguhkan agar negosiasi dapat berjalan lancar,” tulis Trump di Truth Social. Keputusan ini diambil berdasarkan permintaan Pakistan dan kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. “Ini adalah langkah penting dalam menegaskan komitmen menghormati kepentingan regional,” tambahnya.

“Kami ingin memastikan bahwa keharmonisan antar-negara dapat tercapai, terutama melalui upaya menyeluruh untuk menyelesaikan perselisihan secara diplomatik,” jelas Trump.

Dalam konteks ini, Tiongkok berharap perselisihan di Selat Hormuz tidak mengganggu stabilitas kawasan. “Pemenuhan kebutuhan regional harus menjadi fokus utama, termasuk dalam kebijakan negara-negara besar,” kata Lin Jian. Pemerintah Tiongkok juga menegaskan bahwa “Topics Covered” dalam isu ini mencakup kebijakan keamanan yang adil dan transparan.

Kontak Diplomatik dan Peluang Kesepakatan

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi. Dalam diskusi tersebut, Wang Yi menegaskan dukungan Tiongkok terhadap upaya Iran menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya. “China menganjurkan negara-negara Teluk untuk memilih jalan dialog, bukan kekerasan, dalam menyelesaikan konflik,” lanjutnya. Lin Jian menambahkan bahwa “Topics Covered” dalam negosiasi ini mencakup kebijakan yang menghormati kedaulatan bersama.

Kontak diplomatik ini dilakukan sebelum rencana pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Trump di Beijing pada 14-15 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Tiongkok mengharapkan penyelesaian konflik yang berkesinambungan dan mengedepankan “Topics Covered” dalam bentuk kesepakatan yang adil.

Sejarah Konflik dan Kesiapan Penyelesaian

Ketegangan di Selat Hormuz memanas kembali setelah serangan AS dan Israel terhadap target Iran pada 28 Februari. Serangan ini menyebabkan kerusakan dan korban sipil, memicu kekhawatiran global. Namun, situasi membaik setelah gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran pada 7 April. Trump memperpanjang kebijakan penangguhan untuk memberi waktu Iran menyusun proposal lebih matang. “Langkah ini adalah bagian dari upaya menghormati kedaulatan dan keamanan negara-negara pesisir,” tambah Lin Jian.

“Kami mendukung langkah Trump untuk menangguhkan operasi sementara, karena ini memberi ruang bagi diskusi yang lebih mendalam mengenai ‘Topics Covered’ dalam perselisihan ini,” kata Juru Bicara Tiongkok.

Dalam konteks global, Tiongkok memandang bahwa keberhasilan penyelesaian di Selat Hormuz menjadi contoh bagaimana “Topics Covered” dalam kebijakan luar negeri bisa menciptakan keseimbangan antara kepentingan regional dan internasional. “Kedaulatan negara-negara pesisir adalah pondasi utama, dan kita harus menegakkannya dengan konsisten,” pungkas Lin Jian, menegaskan komitmen Tiongkok terhadap kestabilan kawasan.