Trump Ancam Gunakan Kekuatan yang Belum Pernah Terlihat ke Iran
Trump Ancam Gunakan Kekuatan yang Belum Pernah Terlihat ke Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman terhadap Iran. Dalam postingan di akun Truth Social miliknya, ia memperingatkan Iran agar tidak membalas serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel. “Iran menyatakan akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari sebelumnya. MEREKA LEBIH BAIK TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!” tulis Trump, seperti dilansir BBC pada Minggu (1/3/2026).
Korps Garda Revolusi Islam Peringatkan Serangan
Ancaman Trump muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS dan Israel sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran menuding AS sebagai teroris dan menyatakan bahwa serangan besar akan dimulai menuju wilayah pendudukan serta pangkalan teroris Amerika dalam beberapa jam.
“Operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan dimulai menuju wilayah pendudukan dan pangkalan teroris Amerika dalam beberapa saat lagi,” kata Korps Garda Revolusi Islam beberapa jam sebelumnya.
Iran Serang 27 Pangkalan AS, Ledakan Terdengar di Dubai-Doha
Menurut laporan Kantor Berita AFP, ledakan keras terdengar pada pagi hari di dekat bandara Erbil, yang menjadi markas pasukan koalisi AS di wilayah otonom Kurdistan Irak. Asap hitam tebal menyembur dari area tersebut. Militer Israel kemudian menyatakan sedang merespons serangan rudal Iran dengan mengaktifkan sirene peringatan udara di seluruh wilayah Israel tengah dan sebagian Tepi Barat.
Beberapa ledakan juga terdengar di ibu kota Qatar, Doha, serta Manama, ibu kota Bahrain. Sirene serangan udara menyala di Kuwait, sementara Yordania mengklaim telah menghentikan drone Iran sebelum mencapai sasaran. Negara-negara di sekitar Iran selama ini menjadi tempat bermarkasnya pasukan serta peralatan tempur AS.
Serangan Iran melibatkan 27 pangkalan militer AS dan juga mengarah ke markas komando tentara Israel di HaKirya, Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan di kota yang sama. Operasi ini dinilai sebagai respons terhadap tindakan militer AS dan Israel yang sebelumnya menargetkan infrastruktur Iran.



