JPO Stasiun Jatinegara rawan copet – warga desak tindakan tegas
JPO Stasiun Jatinegara Terusik oleh Aktivitas Pencopetan
Area Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, kini menjadi sorotan karena tingkat kejahatan yang meningkat. Masyarakat sekitar dan pengguna transportasi mengeluhkan adanya kelompok pencopet yang sering beroperasi di sekitar titik tersebut, menyebabkan rasa cemas di kalangan warga dan penumpang.
“Iya, memang sudah biasa. Di sini banyak orang yang berkumpul di sepanjang trotoar dan JPO. Saat turun dari jembatan, ada saja yang kecopetan,” ujar Edi, seorang ojek pangkalan di dekat stasiun, pada hari Rabu.
Menurut Edi, pelaku tindak kejahatan tersebut tidak berasal dari lingkungan sekitar. Mereka tampak rutin berkumpul setiap hari dan diduga menjadi anggota komplotan yang menjalankan aksi pencopetan secara terencana. “Orang-orang itu bukan dari sini. Mereka nongkrong tiap hari, dan warga sering menangkap mereka sendiri,” tambahnya.
Khawatir juga dirasakan oleh Lisa, pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) yang setiap hari melewati JPO di wilayah tersebut. Ia mengatakan merasa waswas saat harus melewati jembatan karena adanya laporan pencopetan yang sering terjadi. “Saya turun di Stasiun Jatinegara setiap hari, jadi takut sendiri karena banyak kabar kecopetan,” ungkap Lisa.
“Saya sering melihat sekelompok orang duduk-duduk di sekitar JPO tanpa melakukan kegiatan jelas. Mereka terlihat mencurigakan karena tidak terlihat seperti pedagang atau pengguna angkutan,” kata Lisa.
Edi menekankan bahwa kondisi ini membuat masyarakat sekitar merasa tidak aman. Ia meminta aparat berwenang segera mengambil langkah tegas untuk menangani masalah tersebut. “Harapan saya, kalau bisa ditangkapi langsung agar tidak ada lagi pencopet, sehingga warga bisa tenang melewati sini,” pungkas Edi.



