Kunjungan Penting: Berburu Baju Lebaran: Thrifting di Pasar Senen
Berburu Baju Lebaran: Thrifting di Pasar Senen
Saat memasuki area thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, dering suara pedagang yang ramai terdengar menyambut pengunjung. Di lorong-lorong toko Blok III lantai 2, para penjual mengajak calon pembeli dengan tawaran dagangan yang keras. “Boleh boleh, kemejanya kakak, 35… 35… 35… ayo ayo!” salah satu pedagang memanggil pengunjung yang lewat. Pantauan kumparan pada pukul 14.00 WIB menunjukkan pasar sedang dipenuhi warga yang mencari pakaian bekas impor atau barang thrifting.
Aktivitas ini semakin tinggi menjelang Ramadan, khususnya pada Sabtu (7/3). Lorong pasar dipadati pengunjung yang sibuk memilih tumpukan baju di rak atau keranjang. Beberapa orang datang beramai-ramai, ada juga yang mencari pakaian bersama teman, sementara sebagian lagi datang sendiri dengan suasana santai. Terlihat beberapa pengunjung membawa banyak pilihan baju di tangan, sambil mencoba beberapa item yang mereka pilih. Beberapa dari mereka juga aktif menawar harga dengan pedagang.
Alasan Masyarakat Memilih Thrifting
Risna (18), salah satu pengunjung, menjelaskan bahwa ia datang ke Pasar Senen untuk menemani adiknya mencari pakaian Lebaran. “Aku ke sini mau nemenin adik sih, buat nyari baju. Dia mau nyari-nyari baju buat Lebaran juga sih salah satunya,” katanya saat ditemui di toko tertentu. Ia mengaku datang sekitar pukul 13.00 WIB dan rutin mengunjungi sentra thrifting ini untuk kebutuhan berpakaian. “Biasa sih, kadang ke sini kalau lagi mau nyari-nyari baju-baju buat main gitu-gitu,” ujarnya.
“Mungkin masih beberapa hari lagi Lebaran ya, masih kayak hari-hari biasa gitu. Nah mungkin seminggu Lebaran mungkin ramainya,” kata Risna.
Menurutnya, pasar belum terlalu ramai meski sudah memasuki pertengahan Ramadan. Risna memilih Pasar Senen karena harganya terjangkau dan berbagai pilihan pakaian yang bisa ditemukan. “Murah juga sih, banyak barang-barang yang bagus juga, banyak pilihannya gitu-gitu, banyak rekomendasi dari orang-orang lah,” lanjutnya.
Sementara itu, Ana (40) berasal dari Bogor datang khusus ke Pasar Senen untuk berburu pakaian thrifting. Ia mengatakan kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan anak-anak pada pengalaman berbelanja barang bekas yang semakin diminati. “Iya, iya, terus anak-anak penasaran thrifting tuh kayak apa gitu. Jadi aku ajakin biar mereka tahu thrifting tuh kayak apa,” ujarnya dengan antusias.
“Aku kayak dress-dress gitu, anak-anak dapat dress-dress gitu lucu-lucu. Vintage-vintage gitu,” katanya.
Dari kunjungan kali ini, Ana telah membeli lima baju dari satu toko. “Lima ya? Lima baju. Wah keborong… di toko ini doang,” tambahnya sambil tertawa.
Menurut Ana, kepopuleran thrifting disebabkan oleh harga yang terjangkau namun tetap bisa mendapatkan barang berkualitas. “Murah, terus kalau kita sabar nyarinya suka dapat yang bagus, lucu. Bahannya bagus dan barangnya kalau sabar nyarinya ya dapat barang bagus aja,” katanya.
Perkembangan Aktivitas Penjualan Thrifting
Di sisi lain, Zahra (19), seorang pedagang pakaian thrifting, menyebutkan bahwa peningkatan pengunjung biasanya terasa saat mendekati hari Lebaran. “Kalau dari aku sebagai pedagang ya, kan biasa kalau awal-awal puasa sih masih sepi. Cuma karena udah menjelang lebaran, mungkin pasti orang kan juga nyari-nyari baju ya,” ujarnya.
“Udah mulai ramai. Tapi kayaknya ramainya tuh masih kisaran Sabtu-Minggu,” kata Zahra.
Menurut Zahra, pakaian yang paling banyak dicari menjelang Lebaran adalah gaun dan tunik. “Banyaknya tuh dia dress-dress, tunik gitu banyaknya dicari. Tapi tergantung masing-masing sih, ada juga yang nyarinya outer-outer gitu,” tambahnya.
Di tokonya, harga pakaian diberlakukan mulai dari Rp50 ribu. Selain baju, sentra thrifting di Pasar Senen juga menjual aksesori seperti topi, sepatu, dan jaket. Suasana pasar semakin sibuk hingga sore hari, dengan pengunjung yang terus berdatangan. Menjelang sore, jalan lorong pasar mulai terlihat sesak, dan aktivitas memilih serta tawar-menawar barang memperkuat kehidupan pasar yang riuh.



