AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ikut Padamkan Karhutla, Sherina Munaf Tuntut Status Bencana Nasional

Published September 6, 2026 · Updated September 6, 2026 · By Dewi Santoso - amalzakat.com

Foto : Dewi Santoso - amalzakat.com

Sherina Munaf Turun Langsung ke Lahan Gambut: Memohon Status Darurat Nasional untuk Karhutla

Amalzakat.com – Api yang menjalar di bawah permukaan tanah gambut Kalimantan Tengah tidak bisa dipadamkan dengan cara biasa. Aktris Sherina Munaf, yang selama ini dikenal lewat layar kaca, memilih meninggalkan kenyamanan studio untuk berdiri di tengah lahan yang masih membara bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Pengalaman itu mengubah pandangannya tentang skala ancaman kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mendorongnya menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera menetapkan status darurat bencana nasional bagi karhutla.

Di Balik Fakultas MIPA Palangka Raya

Titik api yang Sherina bantu padamkan terletak di area belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Palangka Raya. Lokasi ini bukan sekadar lahan kosong; ia berdekatan dengan kawasan yang menyimpan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk habitat orangutan yang menjadi fokus kerja BOSF. Dalam unggahan di akun media sosialnya pada Sabtu (5/9/2026), Sherina menggambarkan bagaimana setiap langkah ke depan harus diawali dengan pendinginan bara yang masih aktif di antara batang-batang kayu yang tertanam di atas gambut panas.

"Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas. Jadi setiap kali kami melangkah ke depan, kami harus mendinginkan dulu karena masih sangat aktif baranya. Lebih panas lagi."

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung berjam-jam tanpa jaminan keberhasilan permanen. Titik api yang baru saja dipadamkan dapat menyala kembali dalam hitungan menit, memaksa tim berpindah dari satu sisi ke sisi lain secara berulang. Sherina menyebut tantangan di lokasi ini jauh melampaui keterlibatannya sebelumnya dalam operasi rewetting, yakni pembasahan kembali lahan gambut di kawasan Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.

Kelelahan Fisik dan Tekanan Psikologis Relawan

Setelah seharian penuh berjibaku dengan api, Sherina mendapati masih ada titik-titik baru yang muncul. Tenaga para relawan yang bekerja di lapangan terkuras hingga batasnya. Ia mengaku memahami secara langsung mengapa banyak sukarelawan yang mulai merasakan keputusasaan, terutama ketika mereka berjuang di wilayah yang sangat mereka cintai dan yang memiliki biodiversitas luar biasa.

"Being here, aku merasakan sendiri betapa susahnya memadamkan api. Gambut itu sangat mudah terbakar. Kemudian yang kami padamkan menyala lagi. Kami ke kanan padamkan yang kanan, yang kiri menyala lagi. Dari situ aku mengerti kadang-kadang (relawan) yang di lapangan rasanya pasti mendekati putus asa, apalagi di area yang sangat mereka cintai, yang memiliki biodiversitas yang luar biasa."

Perlu dipahami bahwa kebakaran di lahan gambut berbeda secara fundamental dengan kebakaran hutan di tanah mineral. Gambut menyimpan bahan organik yang telah menumpuk selama ribuan tahun; ketika kering, ia menjadi bahan bakar yang sangat reaktif dan sulit dipadamkan sepenuhnya. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari atas, sehingga satu titik padam tidak berarti ancaman telah hilang. Karakteristik inilah yang membuat karhutla di Kalimantan Tengah, Sumatera, dan Kalimantan Selatan kerap berulang setiap musim kemarau dan menuntut pendekatan penanganan yang jauh lebih intensif dibanding kebakaran konvensional.

Tuntutan Status Darurat Bencana Nasional

Dari pengalaman langsung itu, Sherina menyampaikan harapan agar pemerintah tidak lagi menunda penetapan status darurat bencana nasional untuk karhutla. Ia menekankan bahwa skala kebakaran yang terjadi memerlukan pengerahan tambahan personel dan peralatan yang memadai, khususnya di Kalimantan Tengah, agar api dapat dikendalikan sebelum meluas lebih jauh dan kualitas udara di wilayah Kalimantan kembali memburuk.

"Tolong tetap suarakan, agar awareness-nya terus naik dan semakin banyak yang ikut peduli dan membantu. Kita semua tidak boleh berhenti bersuara untuk hutan kita. Desak status bencana nasional segera."

Pengakuan status darurat bencana nasional bukan sekadar label administratif. Dalam kerangka hukum Indonesia, penetapan tersebut membuka akses terhadap mekanisme tanggap darurat yang lebih cepat, alokasi anggaran khusus, serta koordinasi lintas kementerian dan daerah yang lebih terstruktur. Tanpa status itu, penanganan karhutla kerap terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah, minimnya armada pemadaman udara, dan lambatnya respons lintas sektor. Para ahli lingkungan telah lama mengingatkan bahwa keterlambatan dalam merespons karhutla pada fase awal berbanding lurus dengan luas area yang terbakar dan durasi pencemaran udara yang dialami masyarakat.

Apresiasi untuk Relawan dan Ajakan Berkelanjutan

Sherina menutup keterangannya dengan apresiasi tulus bagi seluruh relawan yang tetap bertahan di lapangan meski menghadapi kelelahan fisik ekstrem dan tekanan emosional. Menurutnya, pekerjaan pemadaman karhutla menuntut ketahanan fisik tingkat tinggi serta komitmen yang tidak bisa digantikan oleh teknologi semata. Ia mengajak publik untuk terus menyuarakan isu ini agar perhatian terhadap kebakaran hutan tidak meredup setelah sorotan media bergeser ke topik lain.

Di balik narasi selebritas yang turun ke lapangan, pesan utamanya tetap sederhana: kebakaran gambut adalah ancaman yang membutuhkan respons negara secara penuh, bukan sekadar upaya sukarela yang terbatas oleh waktu dan tenaga individu. Selama status darurat belum ditetapkan dan sumber daya belum dikerahkan secara memadai, siklus api di Kalimantan Tengah berisiko mengulang pola tahunan yang telah mengorbankan habitat satwa, kesehatan warga, dan kualitas udara selama puluhan tahun.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ikut Padamkan Karhutla Sherina Munaf Tuntut?

Ikut Padamkan Karhutla Sherina Munaf Tuntut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ikut Padamkan Karhutla Sherina Munaf Tuntut matter?

Ikut Padamkan Karhutla Sherina Munaf Tuntut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.