Key Discussion: Roger Danuarta Ngaku Tak Terima Uang Saku dari Hanania Travel
Roger Danuarta dan Cut Meyriska Diperiksa sebagai Saksi dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana Jemaah Umrah
Key Discussion - Jakarta, Beritasatu.com – Dalam rangka menyelidiki kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah yang menggerus reputasi Hanania Travel, para penyidik dari Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah tokoh publik. Setelah sebelumnya menggali keterangan dari komika Praz Teguh dan model Paula Verhoeven, kali ini pasangan selebritas Roger Danuarta dan Cut Meyriska menjadi fokus investigasi. Mereka diperiksa sebagai saksi selama lebih dari lima jam di kantor Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026). Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memperjelas peran mereka dalam kerja sama promosi dengan pihak Hanania Travel, khususnya terkait perjalanan umrah yang dilakukan pada tahun 2024.
Roger Danuarta menjelaskan bahwa keberangkatan umrah mereka merupakan bagian dari suatu kesepakatan promosi bersama perusahaan pelayanan umrah tersebut. Menurutnya, kerja sama ini berupa pengembangan konten di berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan layanan Hanania Travel. “Kami hanya menjalankan tanggung jawab sesuai kesepakatan yang dibuat, tanpa menerima imbalan finansial selama mengikuti perjalanan,” ujarnya setelah selesai diperiksa. Dalam kesempatan itu, penyidik mempertanyakan sekitar 30 hal terkait aktivitas mereka selama keberangkatan tersebut, termasuk pengelolaan dana serta pengambilan keputusan selama proses ibadah.
“Perjalanan itu memang bentuk kerja sama promosi. Kami hanya menjalankan kesepakatan konten dan tidak menerima uang saku,” tambah Roger, menjelaskan bahwa dirinya dan Cut Meyriska hanya bertindak sebagai representasi perusahaan dalam membangun citra di media sosial.
Hingga kini, penyidik telah mengumpulkan keterangan dari minimal 140 saksi dalam upaya mengungkap keseluruhan skema penggelapan dana yang diduga dilakukan Hanania Travel. Saksi-saksi yang diperiksa berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari peserta umrah, pengguna media sosial, hingga selebritas yang dikenal terlibat dalam kampanye promosi perusahaan tersebut. Pemeriksaan ini mencakup analisis peran masing-masing pihak, termasuk hubungan antara pengelolaan dana dan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Hanania Travel.
Kasus ini menyeret dugaan kerugian yang dialami ratusan jemaah yang menjalani ibadah umrah melalui layanan Hanania Travel. Saat ini, Direktur PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, yang berinisial ASF, telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik terus mengeksplorasi alur dana yang dikelola perusahaan, mencari bukti-bukti yang dapat mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak lain dalam kegiatan tersebut. Terdapat kemungkinan tambahan pemeriksaan akan dilakukan terhadap individu atau lembaga yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perkara ini, baik secara langsung maupun tidak.
Detail Kerja Sama Promosi dengan Hanania Travel
Kerja sama antara Roger Danuarta dan Cut Meyriska dengan Hanania Travel dijelaskan sebagai bentuk kolaborasi pemasaran yang melibatkan publikasi konten di berbagai media digital. Mereka mengatakan bahwa tugas mereka hanya fokus pada promosi, tanpa terlibat langsung dalam pengambilan keputusan operasional perusahaan. Namun, penyidik masih memerlukan penjelasan lebih lanjut terkait penggunaan dana selama keberangkatan umrah, termasuk apakah ada pengelolaan dana yang tidak transparan.
Dalam pemeriksaan, Roger juga menyebutkan bahwa keberangkatan umrah mereka pada 2024 tidak hanya bertujuan promosi, tetapi juga untuk memastikan kenyamanan jemaah dalam layanan perusahaan. Ia menegaskan bahwa selama proses tersebut, mereka hanya memenuhi tanggung jawab sebagai duta promosi, tanpa mengambil keuntungan finansial. “Selama melakukan kegiatan, kami tidak pernah menerima uang saku atau bentuk imbalan lain,” tegasnya.
Langkah Penyidik dalam Menyelidiki Kasus
Para penyidik berupaya mendalami mekanisme operasional Hanania Travel, termasuk bagaimana mereka mengumpulkan dana dari jemaah dan mendistribusikannya. Dalam penyelidikan, mereka memeriksa data keuangan, dokumentasi keberangkatan, serta testimoni para saksi. Pemeriksaan terhadap Roger Danuarta dan Cut Meyriska dianggap penting karena keduanya dikenal sebagai tokoh publik yang memiliki pengaruh luas di kalangan masyarakat.
Pemeriksaan terus dilakukan secara intensif untuk mengidentifikasi pola kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Ada dugaan bahwa dana dari peserta umrah tidak dialokasikan secara optimal, dengan sebagian besar dana digunakan untuk kegiatan promosi dan operasional. Penyidik juga memastikan apakah ada bentuk kesepakatan antara Hanania Travel dan tokoh publik lainnya yang mungkin menguntungkan pihak-pihak tertentu.
Dalam keseluruhan proses penyelidikan, penyidik Polda Metro Jaya menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana. Mereka berharap dengan mendalami peran semua pihak, kasus ini dapat terungkap secara utuh. Saat ini, tidak ada indikasi bahwa Roger Danuarta dan Cut Meyriska terlibat dalam praktik korupsi, tetapi mereka tetap menjadi saksi kunci dalam upaya membangun gambaran menyeluruh tentang kasus tersebut.
Kasus yang masih dalam penyelidikan ini menunjukkan bahwa Hanania Travel tidak hanya menyeret jemaah dalam perjalanan, tetapi juga menarik perhatian publik melalui kolaborasi dengan selebritas. Dengan jumlah saksi yang terus bertambah, penyidik berharap dapat menyusun timeline kegiatan perusahaan tersebut dan mengungkap kebenaran di balik dugaan penggelapan dana yang melibatkan ratusan peserta umrah.
Dalam beberapa hari terakhir, penyidik juga mengungkap bahwa ada tiga anggota keluarga dari pemilik Hanania Travel yang sedang diperiksa sebagai saksi tambahan. Informasi ini menunjukkan bahwa investigasi sedang mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan dana hingga keterlibatan pihak keluarga dalam bisnis tersebut. Semua pihak yang terlibat, baik dari sisi penjual layanan maupun konsumen, menjadi bagian dari investigasi untuk memastikan tidak ada pihak yang terlepas dari keseluruhan kejadian.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan selebritas yang memiliki basis penggemar luas. Dengan menambahkan informasi lebih lanjut, penyidik berharap masyarakat dapat memahami seluruh peran pihak-pihak terlibat dan mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat bukti-bukti yang diperoleh, sehingga dapat memastikan kebenaran