AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Apresiasi Film Tanah Runtuh, Jusuf Kalla Soroti Pesan Toleransi

Published Juni 22, 2026 · Updated Juni 22, 2026 · By Sinta Ananda

Latest Program: Jusuf Kalla Soroti Pesan Toleransi dalam Film Tanah Runtuh

Latest Program - Dalam rangkaian acara Latest Program, berita terkini dari Jakarta — Beritasatu.com — Wakil Presiden ke-10 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, memberikan apresiasi terhadap film Tanah Runtuh yang kini sedang mencuri perhatian masyarakat. Film ini, yang dibintangi oleh Vino G Bastian, dilihat JK sebagai sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang toleransi, persatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis. Dalam konteks konflik agama yang pernah mengguncang Poso, Sulawesi Tengah, Tanah Runtuh dianggap sebagai cerminan nyata perjuangan manusia dalam mengatasi ketegangan antar kelompok. "Latest Program ini menjadi momentum untuk mengingatkan kita betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai perdamaian di tengah dinamika kehidupan sosial," kata JK dalam wawancara terbaru.

Refleksi Masa Lalu dan Pemulihan Sosial

Jusuf Kalla menekankan bahwa film Tanah Runtuh tidak hanya menyajikan kisah drama keluarga, tetapi juga menjadi pengingat terhadap masa lalu. Ia menyoroti bahwa pengalaman kerusuhan di Poso seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. "Latest Program ini menunjukkan bagaimana konflik bisa mendorong perubahan positif, asalkan kita mampu mengambil hikmah dari cerita ini," jelas JK. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ia berharap film ini dapat memperkuat rasa percaya antar warga dan mendorong masyarakat untuk lebih sensitif terhadap gejala perpecahan.

“Saya berharap, melalui Latest Program ini, pesan perdamaian yang disampaikan film Tanah Runtuh bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Konflik tidak boleh dianggap sebagai akhir, tetapi sebagai langkah awal untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik,” tambah JK.

Konflik Agama dan Nuansa Emosional

Film Tanah Runtuh menggambarkan perjalanan dua saudara, Kai dan Ringgo, yang terpisah dari keluarga mereka akibat kekerasan antar agama di Desa Tanah Runtuh, Poso. Dalam situasi sulit tersebut, kedua tokoh utama berusaha bertahan hidup sambil mencari jalan kembali ke ibu mereka. Konflik yang berlatar di tengah kerusakan fisik dan emosional ini, diangkat melalui kisah pribadi yang penuh makna. "Latest Program ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia di tengah konflik masih bisa menemukan kekuatan untuk berjuang dan berharap," papar JK.

“Pengalaman konflik di Poso harus menjadi fondasi bagi kehidupan sosial yang lebih baik. Jika kita bisa belajar dari kejadian serupa, maka ketegangan seperti ini bisa dihindari. Film ini adalah bentuk apresiasi terhadap kekuatan kemanusiaan yang tak pernah padam,” ungkap JK.

Jusuf Kalla juga menyoroti peran aktor dan penulis dalam menyampaikan pesan sosial yang jelas. Ia memuji kemampuan Vino G Bastian dan Ridho Khaliq dalam menggambarkan perjuangan tokoh-tokoh utama, serta nuansa emosional yang terbangun dalam alur cerita. "Latest Program ini mampu menyampaikan pesan perdamaian dengan cara yang menyentuh dan mampu menggugah rasa empati penonton," ujar JK. Selain itu, ia menekankan bahwa film ini juga menjadi bukti kekuatan seni dalam memperkuat komunikasi antar budaya dan agama.

Arti Kehidupan dan Masa Depan

JK menambahkan bahwa film Tanah Runtuh menyoroti bagaimana masyarakat yang terpuruk akibat konflik bisa membangun kembali hubungan antar kelompok. Perjalanan Kai dan Ringgo, yang diiringi oleh Igham, seorang polisi yang peduli, dianggap sebagai simbol harapan dan ketangguhan manusia di tengah kesulitan. "Latest Program ini mengajarkan kita bahwa kehidupan tidak perlu berhenti meski di tengah krisis," jelas JK. Ia berharap film ini bisa menjadi bahan diskusi yang memperkaya pemahaman masyarakat tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut JK, Tanah Runtuh juga memiliki makna mendalam dalam konteks masa depan. Ia menegaskan bahwa film ini menggambarkan betapa pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan global. "Latest Program ini memberi kita wawasan bahwa perjuangan untuk membangun harmoni sosial adalah tugas bersama, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun media," tutup JK. Dengan pesan yang disampaikan, film ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya toleransi dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa.