New Policy: Semangka Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Fakta dari Penelitian
Semangka Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Fakta dari Penelitian
New Policy - Di tengah panas yang menggelayuti kota, semangka tetap menjadi favorit banyak orang. Buah ini tidak hanya memberi rasa segar, tetapi juga menjadi sumber air yang memadai. Menurut penelitian, kandungan air dalam semangka mencapai 92 persen, sehingga sering disebut sebagai cara alami untuk mengonsumsi cairan tubuh. Namun, di balik manfaat tersebut, para ilmuwan terus meneliti efek kesehatan lain yang bisa diambil dari buah ini.
Nilai Nutrisi dan Manfaat Antioksidan
Menjadi buah yang menyegarkan, semangka juga kaya akan nutrisi. Terutama, zat likopen yang terkandung dalam daging buahnya. Likopen adalah pigmen alami yang memiliki sifat antioksidan, berperan dalam melindungi tubuh dari radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa kadar likopen dalam semangka segar justru lebih tinggi dibandingkan tomat yang segar. Meski begitu, Lily Soutter dari Dailymail, Rabu (17/6/2026), menjelaskan bahwa belum ada bukti pasti bahwa konsumsi semangka lebih baik daripada air putih dalam hal penyerapan cairan tubuh.
“Likopen berfungsi penting untuk menangkal radikal bebas berbahaya di dalam tubuh yang dipicu oleh polusi udara, asap rokok, hingga paparan sinar ultraviolet,” ujar Lily Soutter.
Di sisi lain, semangka memiliki kandungan gizi yang seimbang. Dalam satu porsi sekitar 152 gram, buah ini hanya menyumbang 46 kalori dan 9 gram gula alami. Sementara itu, kaya akan vitamin seperti A dan C, serta mineral kalium. Vitamin A berperan dalam sistem imun, vitamin C membantu perlindungan sel, dan kalium mengatur keseimbangan cairan tubuh. Kombinasi ini membuat semangka menjadi pilihan camilan yang ramah untuk program diet.
Manfaat untuk Kesehatan Jangka Panjang
Klaim kesehatan tentang semangka tak hanya terbatas pada penyegaran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi buah ini mungkin berdampak positif pada pencegahan penyakit kronis. Meski demikian, hasil uji klinis mengenai kaitannya dengan kanker prostat masih belum menemukan kesimpulan mutlak. Dalam studi yang dipublikasikan, beberapa data menunjukkan bahwa likopen dapat berperan dalam pengurangan risiko kanker, tetapi efeknya masih perlu dikaji lebih lanjut.
Kemampuan semangka dalam menurunkan tekanan darah juga sering dibicarakan. Kandungan asam amino L-citrulline di dalam buah ini diubah tubuh menjadi nitrat oksida, yang membantu melebarinya pembuluh darah. Namun, penelitian terkini lebih banyak berbasis pada suplemen L-citrulline dengan dosis tinggi, bukan konsumsi buah secara langsung. Oleh karena itu, efek pasti pada tekanan darah masih memerlukan penelitian tambahan.
Perdebatan Jus vs. Potongan Utuh
Ketika semangka disantap, muncul pertanyaan mengenai mana yang lebih baik: mengonsumsinya dalam bentuk potongan atau dibuat jus. Studi kecil dari Louisiana State University menunjukkan bahwa jus semangka bisa membantu menjaga fungsi pembuluh darah dan menstabilkan detak jantung saat ada fluktuasi kadar gula. Namun, para ahli gizi masih merekomendasikan mengonsumsi semangka utuh karena kandungan seratnya yang tinggi. Serat ini tidak hanya membantu pencernaan, tetapi juga mengurangi penyerapan gula alami.
Ketika dibuat jus, sebagian besar serat terkikis, sehingga gula di dalamnya menjadi 'gula bebas' yang lebih cepat diserap. Hal ini bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Oleh karena itu, panduan kesehatan saat ini menyarankan batasan konsumsi jus semangka tidak lebih dari 150 ml per hari. Meski begitu, jus tetap memiliki manfaat, terutama dalam menjaga kesehatan jantung.
Potensi dalam Manajemen Berat Badan
Dalam studi tahun 2019, orang dewasa dengan kelebihan berat badan yang mengonsumsi dua cangkir semangka per hari selama empat minggu mengalami penurunan berat badan dan indeks massa tubuh (IMT) yang signifikan. Efek ini dikaitkan dengan kemampuan semangka dalam menggantikan camilan kalori tinggi. Selain itu, rasa manis alami dari semangka membuatnya menjadi pilihan camilan yang menenangkan lapar tanpa menyebabkan peningkatan kelebihan berat badan.
Sebagai buah berkalori rendah, semangka memiliki potensi besar dalam bantuan program diet. Namun, tidak semua orang boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Pasien yang mengonsumsi obat tekanan darah, obat disfungsi ereksi, atau diuretik hemat kalium perlu memperhatikan porsi. Konsumsi berlebihan bisa memicu penurunan tekanan darah terlalu drastis atau meningkatkan kadar kalium dalam tubuh. Penderita diabetes dan sindrom iritasi usus besar (IBS) juga disarankan mengatur porsi karena kandungan gula dan fruktosa yang tinggi.
Kontribusi pada Tren Kuliner Modern
Saat ini, semangka tidak hanya dijadikan camilan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari tren kuliner modern. Tokoh dunia seperti Kate Middleton sering terlihat mengonsumsi salad semangka yang dihidangkan bersama keju feta saat musim panas. Salad ini tidak hanya segar, tetapi juga memberikan variasi rasa yang menarik. Selain itu, semangka bisa diolah menjadi berbagai hidangan, seperti smoothie, selai, atau hiasan makanan.
Popularitas semangka dalam dunia kuliner modern semakin meningkat karena fleksibilitasnya. Buah ini bisa diadaptasi ke dalam berbagai resep, baik sebagai bahan utama atau pelengkap. Meski begitu, tetap diperlukan keseimbangan dalam konsumsi, agar manfaatnya tetap terjaga tanpa mengganggu kesehatan secara berlebihan.
Dengan kandungan air, serat, dan nutrisi penting, semangka tetap menjadi buah yang patut dihargai. Namun, dalam menikmatinya, penting untuk memperhatikan jumlah yang dikonsumsi, terutama bagi kelompok tertentu yang perlu mengawasi asupan gula atau kalium. Penelitian terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak manfaat, tetapi fakta bahwa semangka bisa menjadi bantuan dalam menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tetap jelas.