AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: Ruben Onsu Soroti Mental Anak-anak Seusai Pengakuan Onyo di Medsos

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By Tegar Saputra

Ruben Onsu Soroti Mental Anak-anak Seusai Pengakuan Onyo di Medsos

Solution For - Jakarta, Beritasatu.com – Rekam jejak Betrand Peto, yang dikenal sebagai putra angkat Ruben Onsu, sempat memicu perdebatan di media sosial setelah ia mengungkapkan perasaan benci terhadap Ruben. Kebocoran informasi ini, yang disampaikan melalui postingan daring, menimbulkan respons beragam dari publik. Ruben, yang sebelumnya dikenal sebagai figur penuh empati, mengaku terkejut setelah mengetahui fakta tersebut. Ia menyatakan bahwa perasaan syok justru lebih dominan daripada kekecewaan, meskipun situasi ini berpotensi merusak hubungan keluarga.

Isu Tersebar dan Reaksi Publik

Pengakuan Betrand, yang dikenal dengan nama panggung Onyo, menjadi trending topic di berbagai platform media sosial. Komentar netizen terbagi menjadi dua kelompok: sebagian mendukung anak tersebut, sementara yang lain menyalahkan Ruben. Bagi Ruben, yang selama ini terkenal tenang dalam menyelesaikan konflik, kejadian ini menantangnya untuk lebih peka terhadap emosi anak-anak. Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya kini adalah menjaga kondisi mental Betrand dan kedua adiknya, karena mereka dinilai rentan terpengaruh oleh peristiwa yang terjadi.

“Demi Allah, saya tidak emosi sama sekali saat tahu itu. Saya syok, iya. Sekarang yang saya pikirkan adalah mental Onyo dan adik-adiknya, karena mengalami perlakuan yang kurang bagus,” ujar Ruben Onsu dalam wawancara dengan channel Intens Investigasi, Senin (15/6/2026).

Pernyataan Ruben muncul setelah ia mempertimbangkan proses emosional yang terjadi dalam keluarga. Meski berusaha tenang, ia mengakui bahwa sebagai manusia, dirinya juga memiliki batas kesabaran. Kebocoran informasi tentang tekanan yang dialami Betrand menurutnya memicu pertanyaan besar tentang keseimbangan antara kepentingan ibu dan ayah dalam membentuk sikap anak.

“Kita manusia juga yang punya batas kesabaran. Sebelum mengambil keputusan, aku harus bicara dahulu dengan diri sendiri apakah yang aku lakukan diterima orang lain,” tambahnya.

Ruben menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, ia telah berusaha memperjuangkan haknya sebagai ayah. Setelah menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan, ia merasa belum memperoleh keadilan. Namun, kejutan terbesar datang dari Betrand, yang dianggapnya seperti anak kecil yang jujur menyampaikan perasaannya. Ia menegaskan bahwa tekanan dari luar, terutama melalui media sosial, memperparah situasi ini.

Langkah untuk Memahami Situasi Secara Utuh

Dalam upaya menjaga hubungan keluarga tetap harmonis, Ruben berencana melakukan komunikasi langsung dengan Betrand. Ia tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan narasi di media. Menurutnya, langkah paling penting adalah memahami akar masalah sebelum merespons.

“Yang jelas, saya akan bicara dari hati ke hati dulu sama Onyo tentang kenapa dia bisa meluapkan perasaannya sampai segitunya. Karena sebagai orang tuanya, saya juga harus tahu dahulu apa duduk permasalahannya, sehingga saya tidak hanya menyimpulkan dari yang saya bacadoang,” tutupnya.

Ruben mengungkapkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang dialog yang terbuka agar semua pihak merasa didengar. Dengan adanya komunikasi langsung, ia berharap bisa menghindari kesalahpahaman yang mungkin muncul dari informasi yang dihimpun secara tidak lengkap.

Konteks Isu dan Perkembangan Selanjutnya

Pengakuan Betrand sebelumnya menjadi sorotan karena diunggah ke media sosial oleh pihak tertentu. Isu ini pun kembali memanas di tengah perdebatan tentang kesejahteraan anak-anak pasca perceraian antara Ruben dan Sarwendah. Meski hubungan mereka sudah berakhir, Ruben tetap berusaha menjaga keterlibatan dalam kehidupan anak-anak.

Ia menilai bahwa peran ayah dan ibu dalam membentuk karakter anak-anak sangat penting. Namun, tekanan eksternal, seperti dukungan dari orang-orang tertentu atau kritik di media, bisa memengaruhi persepsi anak-anak. Ruben berharap melalui komunikasi langsung, ia bisa memberi kejelasan dan mencegah konflik berkelanjutan.

Dalam wawancara tersebut, Ruben juga menyebutkan bahwa ia telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi. Meski ada kekecewaan, ia berupaya menjaga sikap objektif dan terus memantau dinamika keluarga. "Saya tidak ingin membiarkan situasi ini memengaruhi hubungan antar anak-anak, terutama ketiga saudara yang saling dekat," tutur Ruben.

Isu ini terus memperhatikan masyarakat, terutama mereka yang memantau perkembangan hubungan Ruben dan Sarwendah. Selain itu, kisah Betrand pun dianggap sebagai cerminan perubahan emosi anak-anak dalam kondisi keluarga yang terpecah. Ruben berharap publik bisa lebih memahami latar belakang Betrand sebelum menyimpulkan sesuatu secara sepihak.

Beberapa Poin Penting dalam Perkembangan Terkini

Dalam perjalanan hidupnya, Betrand memang sering dianggap sebagai bocah yang cerdas dan berbicara langsung. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa anak-anak juga bisa mengalami tekanan emosional yang memengaruhi hubungan mereka dengan orang tua. Ruben menegaskan bahwa ia telah menyediakan dukungan secara moral dan finansial, tetapi kemungkinan ada faktor lain yang memicu perasaan negatif Betrand.

Isu ini pun menciptakan gelombang perbincangan di berbagai forum online. Banyak warganet menyoroti bagaimana Ruben dan Sarwendah berusaha menjaga kepentingan anak-anak. Sementara itu, sebagian orang menilai bahwa Ruben perlu lebih mengakui peran Sarwendah dalam pengas