AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Sentil Pacar Sarwendah, Pengacara: Jangan Klaim Aset Ruben Onsu

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Fajar Hakim

Sentil Pacar Sarwendah, Pengacara: Jangan Klaim Aset Ruben Onsu

Special Plan -

Jakarta, Beritasatu.com –

Pernyataan Pengacara Ruben Onsu

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan pernyataan terkait video yang diunggah oleh sang artis dan belakangan dikaitkan dengan mantan kekasihnya, Giorgio Antonio. Video tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial setelah Giorgio disebut menampilkan properti Ruben, seperti rumah dan mobil milik putri artis, Thalia serta Thania, dalam kontennya. Minola Sebayang menegaskan bahwa tindakan Ruben Onsu dalam mengunggah video tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk sindiran terhadap Giorgio.

Konten yang Menjadi Sorotan

Menurut Minola, video yang diunggah Ruben lebih bersifat sebagai pesan agar seluruh pihak mengambil langkah bijak dalam memanfaatkan aset yang masih terkait dengan proses penyelesaian harta bersama. "Kalau saya rasa ini bukan sindiran. Ini bukan sindiran. Namun, artinya dia hanya ingin memberikan pesan," ujarnya, dikutip dari channel Intens Investigasi pada Selasa (16/6/2026). Ia menjelaskan bahwa penggunaan rumah atau mobil yang tergabung dalam penyelesaian harta gana-gini perlu diperhatikan, terutama jika bisa memicu kesan tertentu di tengah masyarakat.

"Kalaupun memang misalnya kita ingin melakukan pekerjaan konten demi kepentingan kita, apalagi situasi yang seolah-olah kita berada di rumah kediaman tinggal kita sendiri, harusnya janganlah digunakan rumah tempat kediaman orang yang masih berproses dalam hal penyelesaian harta gana-gini," kata Minola.

Proses Penguasaan Aset yang Masih Berlangsung

Minola menambahkan bahwa meski pembagian aset sudah dilakukan, proses penguasaan dan penyelesaiannya belum selesai sepenuhnya. "Karena walaupun sudah ada pembagiannya, tapi kan ini masih belum dikuasai oleh masing-masing pihak sepenuhnya," jelasnya. Ia menilai Ruben Onsu mungkin ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang tidak seharusnya memanfaatkan fasilitas yang melibatkan kontribusi pihak lain hanya untuk membangun citra tertentu.

"Jadi, artinya Ruben Onsu mungkin ingin mengatakan, kalaupun memang misalnya kita ingin kelihatan gagah, ya tidaklah menggunakan fasilitas yang mana fasilitas itu juga merupakan ada andilnya orang lain di dalamnya, yaitu andilnya Ruben," tambah Minola.

Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Aset yang Dibahas

Ia menjelaskan bahwa aset-aset tersebut masih memiliki keterkaitan dengan persyaratan hukum yang harus dipenuhi. "Seseorang sebaiknya tidak menggunakan rumah yang masih berkaitan dengan proses penyelesaian harta gana-gini untuk kepentingan konten pribadi, terlebih jika dapat menimbulkan persepsi tertentu di tengah masyarakat," tegasnya.

Konten Ruben Onsu dan Pengaruhnya

Sebelumnya, Ruben Onsu diduga menyindir Giorgio Antonio melalui unggahan video di akun media sosialnya pada Minggu (14/6/2026). Video tersebut menarik perhatian publik karena menampilkan aktivitas Giorgio yang sebelumnya telah diunggah olehnya. Dalam konten tersebut, Giorgio, yang akrab disapa Papagio, terlihat memperlihatkan kehidupannya setelah pulang kerja. Ia menyebut rumah sebagai tempat terbaik untuk beristirahat dan memulihkan energi setelah beraktivitas.

"Mau ngopi di luar jalanan macet malah bikin pusing, yang paling bener adalah recharge di rumah saja sih," ucap Papagio dalam video tersebut.

Pandangan Masyarakat dan Kesadaran Objektif

Minola Sebayang kembali menegaskan bahwa pernyataannya bukan bentuk sindiran terhadap siapa pun, melainkan ajakan untuk melihat situasi secara realistis. "Saya enggak menyindir. Saya enggak menyindir. Saya hanya ingin mengajak masyarakat untuk berpikir realistis," tambahnya.

Contoh Konten yang Memicu Perdebatan

Dalam video yang diunggah Ruben Onsu, Giorgio Antonio menampilkan aktivitas sehari-harinya. Adegan tersebut dinilai mungkin menciptakan kesan bahwa ia memanfaatkan aset Ruben untuk membangun citra pribadi. Meski demikian, Minola menekankan bahwa keputusan membagi aset adalah bagian dari proses penyelesaian harta bersama, dan tidak semua orang bisa langsung memperoleh keterlibatan penuh.

Proses Legal yang Masih Berkembang

Minola menjelaskan bahwa proses penyelesaian harta bersama antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih dalam tahap yang terus berlangsung. "Jadi, harta yang dibagi itu belum sepenuhnya rampung, dan pihak-pihak yang terlibat belum sepenuhnya memiliki hak penguasaan atas aset tersebut," katanya.

Konteks Perkembangan Berita

Dalam beberapa hari terakhir, berita tentang hubungan Ruben Onsu dengan Giorgio Antonio menjadi topik hangat. Video yang diunggah oleh Ruben dikaitkan dengan kekasihnya, dengan alasan bahwa Giorgio menampilkan rumah dan mobil milik putri Ruben. Namun, Minola Sebayang berupaya menjelaskan bahwa tindakan tersebut lebih pada pemberian pesan daripada sikap negatif terhadap Giorgio.

Kesimpulan dari Pernyataan Pengacara

Ia menekankan bahwa penggunaan aset dalam konten media sosial perlu memperhatikan tanggung jawab. "Kita harus sadar bahwa aset tersebut masih dalam proses penyelesaian, jadi tidak boleh langsung dianggap milik pribadi," ujarnya. Minola juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu lebih kritis dalam menilai konten yang dibagikan oleh individu, terutama jika berkaitan dengan aset bersama.

Konten Lain yang Disebutkan

Selain peristiwa terkait Ruben Onsu dan Giorgio Antonio, berita lain yang disebutkan dalam artikel tersebut mencakup peristiwa seperti Banjir 1 Meter Terjang Samarinda, Ratusan Rumah Terdampak, serta Tradisi Grebeg Suro Masyarakat Kaki Gunung Semeru. Terdapat juga informasi tentang Digitalisasi Pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), serta pawai obor menyambut tahun baru Islam di Jakarta.

Perspektif Hukum dalam Hubungan Pribadi

Minola Sebayang berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap individu memiliki hak dalam mengelola aset, tetapi juga harus memperhatikan dampak dari tindakan tersebut. "Aset yang dibagi tidak hanya milik satu pihak, jadi penggunaannya perlu diawasi agar tidak menimbulkan kesan manipulatif," tuturnya.

Kesadaran untuk Melihat Fakta

Dalam konteks ini, Minola mengajak publik untuk bersikap objektif. "Saya yakin banyak orang yang belum memahami secara lengkap proses hukum yang terjadi, jadi mereka perlu melihat fakta-fakta yang ada," katanya. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pihak dalam hubungan pernikahan memiliki tanggung jawab dalam penggunaan aset, terutama setelah proses pernikahan berakhir.

Perkembangan Selanjutnya

Menurut Minola, pernyataannya bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman. "Saya hanya ingin memberikan kesadaran bahwa aset yang masih dalam proses penyelesaian perlu digunakan secara bijak," ujarnya. Ia berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan konten media sosial tanpa memahami konteksnya.