Terungkap! Korban Betrand Peto Ternyata Sering ke Kelab SCBD
ANW dan DYP Jelaskan Kehadiran Mereka di Kelab SCBD
Amalzakat.com – ANW dan DYP, dua perempuan yang menjadi pihak pelapor dalam perkara dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto atau Onyo, memaparkan alasan mereka berada di sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta. Keduanya menegaskan bahwa kunjungan ke lokasi tersebut bukan hal yang sepenuhnya asing bagi mereka karena sebelumnya telah beberapa kali datang dan mengenal seorang karyawan kelab.
Perkara ini masih berada dalam tahapan proses hukum. Betrand Peto dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 12 September 2026 terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang disebut terjadi di sebuah kelab di kawasan SCBD. Seluruh tuduhan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan serta penyidikan kepolisian, sementara penjelasan dari ANW dan DYP merupakan keterangan dari pihak pelapor.
Mengaku Mengenal Karyawan Kelab
DYP menyampaikan bahwa dirinya dan ANW merasa cukup nyaman mengikuti ajakan datang ke lokasi karena mengenal seorang karyawan bernama Nanang. Interaksi yang sudah terjalin dalam kunjungan-kunjungan sebelumnya membuat mereka menaruh kepercayaan bahwa mereka akan berada dalam situasi yang aman.
“Kita sering datang ke tempat itu, jadi sudah saling sapa dengan Nanang,” ujar DYP dalam tayangan YouTube Unlocked Media pada Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan, kepercayaan terhadap karyawan tersebut menjadi salah satu alasan mereka bersedia ikut bersama rombongan. Dalam pandangan DYP, Nanang diperkirakan dapat membantu menjaga mereka selama berada di kelab.
“Kita percaya Nanang akan menjaga kita dan memastikan aman,” katanya.
Penjelasan ini disampaikan untuk menerangkan latar belakang kehadiran mereka di kelab yang kemudian disebut sebagai tempat kejadian perkara. Kehadiran di suatu tempat hiburan, dalam konteks perkara yang sedang diperiksa, tidak dengan sendirinya menentukan benar atau tidaknya dugaan yang dilaporkan. Penilaian atas peristiwa tersebut tetap menjadi ranah aparat penegak hukum berdasarkan keterangan, bukti, dan saksi yang tersedia.
Diajak Meramaikan Ruangan
ANW menyebut tujuan kedatangan mereka adalah untuk meramaikan sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu, ia mengatakan terdapat enam orang, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Ia menyebut orang-orang tersebut merupakan teman-teman Betrand Peto, yang juga dikenal publik.
“Kami diajak untuk meramaikan saja,” kata ANW.
Ia menambahkan bahwa dari enam orang yang berada di ruangan tersebut, Betrand Peto disebut sebagai figur yang paling dikenal. Keterangan mengenai susunan orang di dalam ruangan itu menjadi bagian dari kronologi versi pihak pelapor yang nantinya dapat didalami lebih lanjut dalam pemeriksaan.
ANW juga memaparkan rangkaian kegiatan sebelum mereka menuju SCBD. Sebelum ke kelab, mereka berkumpul di 56 Senopati, Jakarta Selatan, karena salah seorang teman mereka sedang memiliki acara di tempat tersebut. Mereka sempat menghabiskan waktu bersama sebelum melanjutkan perjalanan pada dini hari.
“Kami sempat kumpul di 56 Senopati karena ada teman yang punya event di sana,” ucap ANW.
Setelah berkumpul, bersenang-senang, dan berjoget, rombongan kemudian menuju kelab di SCBD sekitar pukul 02.00 WIB. ANW menyebut tempat itulah yang belakangan dikaitkan sebagai lokasi dugaan peristiwa dalam laporan mereka.
Tanggapan atas Tuduhan di Media Sosial
Di tengah pembahasan perkara tersebut, ANW turut menyinggung berbagai komentar warganet yang dialamatkan kepadanya. Ada tudingan yang menyebut dirinya sebagai lady companion atau LC, serta anggapan bahwa ia terlibat sebagai buzzer. ANW memilih untuk tidak membiarkan komentar semacam itu terlalu memengaruhi dirinya.
“Aku menganggapnya komentar jahat, bisa dibilang buzzer,” ungkap ANW.
Ia mengakui bahwa membaca dan memikirkan seluruh komentar negatif berpotensi mengganggu kondisi mentalnya. Karena itu, ia berusaha tidak memasukkan tudingan tersebut ke dalam hati agar tidak terus-menerus mengalami tekanan.
Perhatian publik terhadap kasus yang melibatkan figur terkenal sering kali berkembang cepat di media sosial. Namun, komentar dan spekulasi di ruang digital tidak dapat menggantikan proses pembuktian hukum. Dalam perkara dugaan tindak pidana, pemeriksaan saksi, pencocokan bukti, serta pendalaman kronologi menjadi unsur penting untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh.
ANW Klaim Memiliki Bukti dan Saksi
ANW menyatakan siap apabila tudingan terhadap dirinya berkembang menjadi laporan balik. Ia menegaskan tidak gentar menghadapi kemungkinan tersebut karena mengaku memiliki bukti dan saksi yang berkaitan dengan persoalan yang dialaminya.
“Kalau mau dilaporkan balik, silakan saja. Aku juga punya bukti dan saksi,” tegas ANW.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak pelapor berencana mempertahankan keterangan mereka melalui jalur hukum. Meski demikian, keberadaan dan kekuatan bukti yang diklaim tersebut tetap akan diuji dalam proses yang berjalan, bukan ditentukan oleh pernyataan di ruang publik.
ANW juga membantah isu bahwa dirinya menerima uang dari pihak Betrand Peto maupun teman-temannya. Ia menyebut tidak ada penerimaan uang sebagaimana yang ramai dituduhkan, sehingga dirinya dan pihak lain merasa bingung dengan narasi tersebut.
“Terus terang tidak ada sama sekali,” kata ANW saat menanggapi isu pemberian uang.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan tuduhan serius terhadap seorang figur publik. Dalam situasi seperti ini, penting untuk membedakan antara keterangan dari pihak pelapor, tanggapan dari pihak terlapor bila ada, dan fakta yang telah diuji oleh penyidik. Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku sampai terdapat hasil proses hukum yang berkekuatan atau kesimpulan resmi dari pihak berwenang.
Untuk saat ini, publik masih perlu menunggu perkembangan pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Keterangan ANW dan DYP memberi gambaran mengenai alasan mereka berada di lokasi, rangkaian kegiatan sebelum menuju kelab, serta respons mereka terhadap tuduhan yang beredar. Namun, dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan tetap harus dibuktikan secara objektif melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Terungkap Korban Betrand Peto Ternyata Sering?Terungkap Korban Betrand Peto Ternyata Sering is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Terungkap Korban Betrand Peto Ternyata Sering matter?Terungkap Korban Betrand Peto Ternyata Sering matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.