AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Guyon ke Seskab Teddy, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden!

Published Oktober 23, 2026 · Updated Oktober 23, 2026 · By Fajar Hakim - amalzakat.com

Foto : Fajar Hakim - amalzakat.com

Prabowo Bercanda dengan Seskab Teddy Saat Rakornas TPAKD

Amalzakat.com – Presiden Prabowo Subianto menutup suasana formal Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) dengan sebuah gurauan kepada Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya. Momen itu berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Menjelang akhir sambutan, Prabowo memperhatikan Teddy beberapa kali memberikan tanda bahwa waktu pidato telah selesai. Alih-alih langsung mengakhiri penyampaian, Presiden menanggapi isyarat tersebut dengan candaan yang mengundang tawa peserta acara.

“Ini Pak Teddy Seskab, kasih isyarat, ‘Cukup, Pak, cukup.’ Letkol ngatur presiden. Gue ini presiden, Ted!” ujar Prabowo.

Peserta Rakornas TPAKD yang hadir merespons ucapan itu dengan tawa. Tidak lama kemudian, Prabowo benar-benar mengakhiri sambutannya dan agenda acara berlanjut.

Peluncuran DNKK

Rakornas TPAKD tahun 2026 tidak hanya diwarnai interaksi ringan antara Presiden dan Seskab. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meluncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan atau DNKK.

DNKK merupakan nama baru dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif. Perubahan tersebut diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2026. Pergantian nama juga mencerminkan arah kebijakan yang lebih luas: bukan sekadar memperbesar kesempatan masyarakat menggunakan layanan keuangan, melainkan mendorong agar layanan itu menopang kesejahteraan rumah tangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perhatian pemerintah diarahkan hingga ke unit ekonomi paling dekat dengan kehidupan warga, yaitu keluarga. Akses rekening, kredit, serta layanan perbankan dipandang perlu menghasilkan manfaat nyata bagi kondisi ekonomi rumah tangga.

“Jadi kalau kita bicara ekonomi makro yang diluncurkan pak presiden di sini adalah keluarga per keluarga, ekonomi terkecil di masyarakat kita adalah ekonomi keluarga,” kata Airlangga.

Dengan pendekatan tersebut, kebijakan keuangan inklusif tidak berhenti pada jumlah orang yang memiliki rekening atau memperoleh layanan bank. Pemerintah juga menempatkan kemampuan keluarga mengelola kebutuhan ekonomi, memperoleh pembiayaan, dan menjalankan kegiatan produktif sebagai bagian penting dari sasaran kesejahteraan keuangan.

Struktur Dewan di Bawah Presiden

DNKK berada langsung di bawah Presiden Prabowo. Airlangga ditunjuk sebagai ketua harian lembaga tersebut.

Jabatan wakil ketua harian diisi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Keuangan. Keterlibatan sejumlah lembaga tersebut menunjukkan bahwa penguatan kesejahteraan keuangan mencakup kebijakan pusat, pengawasan sektor jasa keuangan, stabilitas moneter, hingga pelaksanaan program di daerah.

Rakornas TPAKD sendiri menjadi ruang koordinasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Di tingkat daerah, akses pembiayaan dapat berhubungan langsung dengan kebutuhan pelaku usaha kecil, petani, nelayan, pekerja informal, dan kelompok warga lainnya yang membutuhkan dukungan modal bagi kegiatan ekonominya.

Pembiayaan Rp53,15 Triliun untuk Lebih dari Dua Juta Debitur

Dalam rangkaian Rakornas TPAKD, pemerintah juga mengadakan penyerahan simbolis akad kredit dan pembiayaan kepada perwakilan masyarakat. Penyaluran pembiayaan selama Agustus hingga Oktober 2026 itu melibatkan 343 lembaga jasa keuangan.

Total nilai pembiayaan mencapai Rp53,15 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 2.106.401 debitur yang berasal dari beragam sektor ekonomi.

Sejumlah penerima mewakili kelompok usaha dan pekerjaan yang dekat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Prabowo menyerahkan pembiayaan secara simbolis kepada nelayan, pengemudi ojek daring, petani kopi, serta pedagang.

Bagi nelayan, pembiayaan dapat berkaitan dengan kelangsungan usaha yang bergantung pada aktivitas melaut. Petani kopi membutuhkan dukungan untuk kegiatan produksi dan usaha tani, sementara pedagang serta pengemudi ojek daring merupakan bagian dari kelompok ekonomi yang aktivitasnya bertumpu pada perputaran pendapatan harian.

Penyaluran tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan layanan keuangan di berbagai wilayah. Akses pembiayaan yang lebih terbuka diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan kegiatan produktif dan mendukung perputaran ekonomi daerah.

Fokus pada Manfaat bagi Keluarga

Peluncuran DNKK menandai penekanan baru bahwa keberhasilan akses keuangan perlu terlihat dalam kehidupan masyarakat, terutama pada tingkat keluarga. Kepemilikan rekening dan ketersediaan layanan digital tetap penting, tetapi manfaat akhirnya diukur dari kemampuan warga memanfaatkan layanan itu bagi kebutuhan ekonomi mereka.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, bank sentral, dan lembaga jasa keuangan menjadi unsur penting. Program pembiayaan perlu menjangkau kelompok yang menjalankan usaha dan pekerjaan di sektor-sektor yang tersebar luas di daerah.

Di tengah agenda kebijakan tersebut, candaan Prabowo kepada Teddy menjadi selingan yang mencairkan suasana Rakornas TPAKD. Setelah momen singkat itu, perhatian acara kembali tertuju pada perluasan pembiayaan serta arah baru kebijakan kesejahteraan keuangan nasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Guyon ke Seskab Teddy Prabowo?

Guyon ke Seskab Teddy Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Guyon ke Seskab Teddy Prabowo matter?

Guyon ke Seskab Teddy Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.