AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah Rakyat

Published Oktober 9, 2026 · Updated Oktober 9, 2026 · By Sinta Ananda - amalzakat.com

Foto : Sinta Ananda - amalzakat.com

Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat melalui Riset serta Inovasi

Amalzakat.com – Pengembangan Sekolah Rakyat mendapat dukungan riset dan teknologi melalui kerja sama Kementerian Sosial dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kolaborasi ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Jawa Barat, pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kesepakatan tersebut diarahkan untuk membawa hasil penelitian dan inovasi BRIN ke dalam kebutuhan nyata penyelengggaraan Sekolah Rakyat. Pemanfaatannya mencakup dukungan bagi kegiatan belajar, perbaikan layanan dasar, hingga penyediaan infrastruktur di lingkungan sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi langkah untuk memperkuat layanan pendidikan yang sedang dikembangkan bagi para peserta didik Sekolah Rakyat.

“Hari ini, kita melakukan MoU dengan kepala BRIN untuk memanfaatkan hasil inovasi dan riset dari BRIN dalam rangka memperkuat penyelenggaraan sekolah rakyat,” kata Saifullah.

Inovasi untuk Kebutuhan Sehari-hari Sekolah

Sejumlah inovasi yang diperkenalkan dalam kerja sama ini berhubungan langsung dengan kebutuhan di sekolah. Di antaranya sepatu buatan dalam negeri, perangkat pengolahan sampah, dan teknologi yang mendukung penyediaan air bersih.

Kehadiran inovasi tersebut dapat memberi perhatian pada aspek yang sering menentukan kenyamanan kegiatan pendidikan. Air bersih, misalnya, berkaitan dengan kebutuhan dasar warga sekolah dalam menjalani aktivitas setiap hari. Sementara itu, pengolahan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi lingkungan belajar agar tetap layak dan tertata.

Pemanfaatan produk dalam negeri juga menunjukkan peluang agar kebutuhan penunjang pendidikan dapat dipenuhi melalui inovasi yang dikembangkan di Indonesia. Dalam konteks Sekolah Rakyat, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan tiap lokasi agar manfaatnya benar-benar terasa bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 44.000 siswa. Program tersebut juga melibatkan lebih dari 10.000 guru dan tenaga kependidikan. Jumlah itu menggambarkan besarnya kebutuhan terhadap sistem pembelajaran, fasilitas, dan tata kelola yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pembangunan Fasilitas Terus Didorong

Gedung permanen Sekolah Rakyat telah tersedia di 93 titik. Selain itu, pembangunan di lebih dari 60 lokasi lain ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun ini. Pertambahan titik layanan menuntut kesiapan sarana yang tidak hanya berupa bangunan, tetapi juga dukungan air, kebersihan lingkungan, serta perangkat lain yang menunjang proses pendidikan.

Kerja sama dengan BRIN diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan berbasis riset. Dengan begitu, pengembangan fasilitas tidak semata berfokus pada penyediaan fisik, melainkan juga mempertimbangkan fungsi, keberlanjutan, dan kecocokan teknologi yang digunakan di lapangan.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa fokus awal kolaborasi akan diarahkan pada penelitian yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang disiapkan ialah pengembangan fasilitas air bersih dan pengolahan sampah di sejumlah lokasi.

“Insyaallah dalam beberapa bulan ini, 14 titik di sekolah rakyat akan kita kembangkan untuk air bersih. Kemudian juga untuk pengolahan sampah,” ujar Arif.

Pengembangan di 14 titik itu menjadi bagian dari penerapan inovasi BRIN pada kebutuhan dasar sekolah. Jika teknologi dapat diterapkan secara tepat, sekolah memiliki dukungan tambahan untuk menjaga kebersihan dan ketersediaan layanan air bagi kegiatan belajar sehari-hari.

Evaluasi Pembelajaran Menjadi Perhatian Utama

Di luar urusan infrastruktur, BRIN juga akan mengevaluasi proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan sistem pendidikan yang dijalankan.

Arif menilai riset mengenai pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dalam kerja sama ini. Sekolah Rakyat baru berjalan sekitar satu tahun, sehingga evaluasi diperlukan untuk melihat pelaksanaan program sekaligus membuka ruang perbaikan dari waktu ke waktu.

“Yang lebih penting adalah riset di bidang pembelajaran. Jadi kita ingin mengevaluasi proses pembelajarannya sebagai bahan untuk terus melakukan improvement,” katanya.

Evaluasi pembelajaran dapat membantu mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu diperkuat, mulai dari pelaksanaan kegiatan di kelas hingga dukungan yang diperlukan oleh tenaga pendidik. Proses semacam ini juga memberi dasar yang lebih terukur bagi pengembangan Sekolah Rakyat seiring bertambahnya jumlah siswa dan lokasi layanan.

Kolaborasi Kemensos dan BRIN mempertemukan dua kebutuhan penting: penyelenggaraan pendidikan yang menjangkau banyak peserta didik serta penggunaan pengetahuan ilmiah untuk memperbaiki pelaksanaannya. Riset tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan akademik, melainkan sebagai alat untuk membantu menjawab persoalan yang dihadapi sekolah dalam praktik sehari-hari.

Dengan jumlah siswa yang telah melampaui 44.000 orang dan rencana pembangunan puluhan lokasi tambahan, kebutuhan terhadap pengembangan yang terarah menjadi semakin besar. Dukungan inovasi bagi air bersih dan pengolahan sampah, bersama evaluasi pembelajaran, diharapkan mendorong Sekolah Rakyat menuju sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah?

Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah matter?

Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.