AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: PBNU Survei 3 Pesantren di Cirebon untuk Muktamar Ke-35

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 5, 2026 · By Sinta Ananda

PBNU Lakukan Survei di Tiga Pesantren Cirebon untuk Persiapan Muktamar Ke-35

Meeting Results - Dalam rangka memastikan kesiapan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan survei ke tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon. Tiga tempat yang dikunjungi tim survei adalah Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan setiap lokasi dalam mendukung pelaksanaan forum tertinggi organisasi NU tersebut.

Aspek yang Dinilai dalam Survei

Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, menjelaskan bahwa tim survei meninjau berbagai faktor kritis, termasuk fasilitas persidangan, akses transportasi, tempat tinggal, dan kehandalan mobilitas peserta serta tamu. "Muktamar diperkirakan dihadiri 5.000 hingga 6.000 orang. Selain itu, ribuan warga Nahdliyin juga akan hadir, sehingga kami perlu memastikan lokasi yang siap," tutur Abu Yazid, Minggu (5/7/2026). Ia menekankan bahwa hasil kunjungan lapangan masih bersifat sementara dan akan dibahas secara mendalam oleh panitia pusat.

"Pelaksanaan pleno sudah ada gedung yang memadai. Jika dibutuhkan ruang lebih besar, lapangan ini bisa digunakan. Tempat tersebut bahkan pernah menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden," tambah Abu Yazid, saat meninjau Pondok Buntet Pesantren.

Kesiapan Pesantren sebagai Alternatif

Menurut Abu Yazid, untuk sementara, Pondok Buntet Pesantren dianggap cukup memenuhi syarat menjadi tuan rumah Muktamar. Namun, keputusan akhir akan ditentukan setelah rapat panitia pusat. "Kami tidak menetapkan lokasi satu-satunya. Tiga pesantren di Cirebon sudah disurvei, dan tugas kami hanya menyampaikan hasil penilaian secara objektif," jelasnya.

Peran PCNU Kabupaten Cirebon

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, menyatakan bahwa jika Muktamar ke-35 ditetapkan di daerahnya, seluruh fasilitas akan siap dipersiapkan. "PCNU Kabupaten Cirebon siap menerima Muktamar. Tiga pesantren—Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin—sudah dijadikan alternatif. Insyaallah, semua pihak akan berkolaborasi untuk memastikan keberhasilan acara," ujarnya.

"Untuk NU, apa pun yang dibutuhkan, kami akan siapkan. Kesiapan pesantren di Cirebon sudah cukup memadai," tambah Wawan, yang turut mendampingi tim survei.

Pesantren Buntet: Fasilitas dan Potensi

Sebagai salah satu lokasi yang ditinjau, Pondok Buntet Pesantren menawarkan berbagai fasilitas pendukung. Dalam kunjungan, tim PBNU melihat gedung pleno berkapasitas besar dan lapangan yang kerap digunakan untuk acara skala nasional. Pengasuh pesantren ini, KH Fahad Ahmad Sadat, menyampaikan bahwa hasil survei memberikan penilaian positif. "Alhamdulillah, tim survei mengapresiasi kesiapan kami. Sarana dan prasarana, serta dukungan dari masyarakat pesantren, memadai untuk memenuhi kebutuhan Muktamar," katanya.

Kompetensi Fasilitas Lainnya

Selain Pondok Buntet, dua pesantren lain—Babakan Ciwaringin dan Kempek—juga mendapat perhatian. Survei mencakup pengecekan masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, serta tempat yang diproyeksikan sebagai pusat pembukaan dan akomodasi. "Semua fasilitas telah diperiksa secara menyeluruh. Jika dibutuhkan tambahan, kami siap mengoptimalkan potensi yang ada," lanjut Fahad.

Proses Verifikasi dan Keputusan Akhir

Survei tiga pesantren menjadi bagian dari proses verifikasi yang lebih luas sebelum lokasi resmi ditetapkan. Keputusan akhir akan diambil oleh panitia pusat setelah mengevaluasi semua aspek secara menyeluruh. "Hasil survei tidak langsung menjadi keputusan, tetapi menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat," tambah Abu Yazid.

Komposisi Tim Survei

Dalam pelaksanaan survei, tim diwakili oleh sejumlah tokoh utama PBNU, seperti Katib Syuriyah KH Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma'ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta Staf Hj Qonitatul Ulya. Turut hadir Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani sebagai pendamping.

Persiapan untuk Kegiatan Besar

Muktamar ke-35 diharapkan menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia. Dengan survei di tiga pesantren, PBNU ingin memastikan setiap aspek infrastruktur, keamanan, dan logistik siap memenuhi ekspektasi peserta. "Kami memperhatikan detail, mulai dari alur acara hingga kebutuhan logistik. Tidak ada yang terlewat," ujar Abu Yazid. Ia menambahkan bahwa survei ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kesalahan dalam pemilihan lokasi.

"Pelaksanaan Muktamar adalah komitmen bersama. Kesiapan pesantren menjadi bagian krusial dalam keberhasilan acara tersebut," katanya.

Dukungan dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Persiapan Muktamar ke-35 juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Selain PBNU, organisasi lokal seperti PCNU Kabupaten Cirebon berperan aktif dalam menyediakan fasilitas. "Kerja sama antar pesantren dan pihak lain sangat vital. Ini bukan tugas satu pihak, tetapi kolaborasi bersama," kata Wawan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pesantren sebagai tempat penyelenggaraan akan memperkaya dinamika kegiatan.

Kesiapan untuk Berbagai Aspek

Dalam survei, tim mengecek semua aspek yang mungkin memengaruhi pelaksanaan Muktamar, termasuk ketersediaan tempat parkir, kapasitas gedung, serta kemudahan akses bagi peserta dari berbagai daerah. "Lokasi yang dipilih harus bisa menampung kebutuhan peserta dan tamu. Fasilitas harus optimal agar tidak ada hambatan," jelas Abu Yazid. Ia juga menyebut bahwa kehandalan jaringan transportasi dan akomodasi menjadi prioritas dalam evaluasi.

"Kami mempertimbangkan segala kemungkinan. Kesiapan infrastruktur, ketersediaan fasilitas, dan partisipasi masyarakat Nahdliyin adalah kunci keberhasilan Muktamar ini," tambah Fahad.