Menhan Sjafrie Bakal Hadiri Pemakaman Subagyo HS di TMP Kalibata
Pemakaman Militer Subagyo HS Digelar di TMP Kalibata
Amalzakat.com – Jakarta akan menjadi tempat penghormatan terakhir bagi Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo atau Subagyo HS. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu dijadwalkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober 2026, melalui prosesi upacara militer.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin direncanakan hadir dalam pemakaman tersebut. Kehadiran Menhan dikonfirmasi Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.
“Rencananya besok Menhan hadiri pemakaman,” kata Rico.
Subagyo HS meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada Senin sore sekitar pukul 16.20 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan seperjuangan, serta lingkungan TNI Angkatan Darat yang pernah dipimpinnya pada masa penting perjalanan Indonesia menuju era Reformasi.
Perjalanan Jenazah dari Yogyakarta ke Jakarta
Sebelum dimakamkan, jenazah Subagyo HS akan diterbangkan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Jakarta pada Selasa pagi. Pesawat yang membawa jenazah diperkirakan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 09.00 WIB.
Dari Halim Perdanakusuma, jenazah akan dibawa menuju Markas Besar TNI Angkatan Darat. Di lokasi tersebut, almarhum akan disemayamkan dan disalatkan sebelum diberangkatkan menuju TMP Kalibata. Rangkaian ini menjadi bagian dari penghormatan institusi kepada seorang purnawirawan yang pernah memegang jabatan tertinggi di lingkungan TNI AD.
Upacara pemakaman militer direncanakan dimulai pada pukul 13.30 WIB. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, memastikan bahwa prosesi penghormatan terakhir akan berlangsung di TMP Kalibata.
“Betul dimakamkan di TMP Kalibata, rencana jam 13.30 WIB dengan upacara militer,” ujar Nas.
Pemakaman di taman makam pahlawan dengan tata upacara militer merupakan bentuk penghormatan negara bagi tokoh yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang. Prosesi tersebut juga menjadi momen bagi keluarga besar TNI untuk mengenang kiprah Subagyo HS selama aktif berdinas maupun setelah memasuki masa purnatugas.
Karier Panjang di TNI Angkatan Darat
Subagyo Hadi Siswoyo merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di Magelang pada 1970. Setelah lulus, ia meniti karier di TNI Angkatan Darat dan menempati sejumlah posisi strategis. Pengalamannya di berbagai penugasan kemudian mengantarkannya pada jabatan-jabatan penting dalam struktur militer.
Salah satu posisi yang pernah diembannya adalah komandan jenderal Komando Pasukan Khusus. Subagyo memimpin Kopassus pada periode 1994 hingga 1995 dengan pangkat mayor jenderal. Saat itu, Prabowo Subianto menjabat sebagai wakil komandan jenderal Kopassus dengan pangkat brigadir jenderal.
Setelah masa kepemimpinan Subagyo berakhir, Prabowo menggantikannya sebagai danjen Kopassus. Riwayat keduanya di satuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier militer Presiden Prabowo sebelum memasuki dunia politik dan pemerintahan.
Perjalanan dinas Subagyo terus berlanjut hingga ia dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Ia menjabat kasad sejak Februari 1998 sampai November 1999, sebuah periode yang penuh perubahan dalam kehidupan politik dan pemerintahan Indonesia.
Memimpin AD pada Masa Peralihan
Masa tugas Subagyo sebagai kasad berlangsung ketika Indonesia mengalami pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Soeharto kepada BJ Habibie, lalu kepada Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Rentang waktu tersebut bertepatan dengan transisi dari pemerintahan Orde Baru menuju era Reformasi.
Karena itu, kepemimpinannya kerap ditempatkan dalam konteks perubahan besar yang dihadapi TNI Angkatan Darat pada penghujung 1990-an. Sebagai kasad, Subagyo memimpin matra darat pada saat institusi militer turut berada dalam dinamika penyesuaian terhadap perubahan politik nasional.
Selepas menjalani karier militer, Subagyo juga pernah mengemban tugas sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Keterlibatannya dalam lembaga tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman dan pandangannya tetap digunakan dalam ruang pengabdian kepada negara setelah pensiun dari dinas aktif.
Jejak pengabdian Subagyo HS membentang dari pendidikan militer, kepemimpinan di Kopassus, hingga jabatan kasad pada masa transisi nasional. Rangkaian jabatan itu menempatkannya sebagai salah satu perwira senior yang menyaksikan sekaligus menjalani langsung sejumlah fase penting dalam sejarah TNI Angkatan Darat.
Penghormatan Terakhir
Upacara di TMP Kalibata pada Selasa siang akan menutup perjalanan terakhir Subagyo HS sebagai prajurit. Kehadiran jajaran TNI, keluarga, dan tokoh pemerintahan diharapkan menjadi bentuk penghormatan bagi almarhum yang telah menjalani puluhan tahun masa pengabdian.
Bagi keluarga besar TNI, pemakaman ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk mengenang seorang mantan pemimpin Angkatan Darat. Bagi publik, riwayat Subagyo HS juga merekam satu bab penting dalam sejarah peralihan Indonesia menuju masa Reformasi, ketika perubahan politik nasional berjalan bersamaan dengan dinamika di tubuh institusi pertahanan.
Dengan rencana pemakaman pada pukul 13.30 WIB, TMP Kalibata akan menjadi lokasi peristirahatan terakhir Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo. Prosesi militer akan mengiringi penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menhan Sjafrie Bakal Hadiri Pemakaman Subagyo?Menhan Sjafrie Bakal Hadiri Pemakaman Subagyo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menhan Sjafrie Bakal Hadiri Pemakaman Subagyo matter?Menhan Sjafrie Bakal Hadiri Pemakaman Subagyo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.