Menko Muhaimin Dorong Angka Kemiskinan Jateng Turun di Bawah 8 Persen
Target Kemiskinan Jawa Tengah Diarahkan ke Bawah 8 Persen, Muhaimin Iskandar Tekankan Pemberdayaan
Amalzakat.com – Upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah kini mendapat dorongan kuat dari tingkat pusat. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mendorong proporsi warga Jateng yang hidup di bawah garis kemiskinan turun hingga di bawah 8 persen. Pernyataan itu ia sampaikan pada Jumat malam (4/9/2026) seusai mengikuti rapat koordinasi daerah yang digelar di Gedung Graha Wisata Niaga, Solo, dengan agenda utama optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Target Nasional dan Posisi Jawa Tengah
Di hadapan para kepala daerah dan pemangku kepentingan yang hadir, Muhaimin menggarisbawahi dua ambisi nasional yang menjadi kerangka kebijakan: penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026, serta pembatasan angka kemiskinan umum maksimal 5 persen pada 2029. Jawa Tengah, sebagai provinsi dengan populasi terbesar kedua di Indonesia dan basis ekonomi yang sangat bergantung pada sektor pertanian serta usaha mikro, menjadi salah satu titik fokus dalam pencapaian target tersebut.
"Di Jawa Tengah, alhamdulillah mengalami penurunan angka kemiskinan dan kita akan dorong terus sampai angka di bawah 8%. Karena target untuk angka kemiskinan secara nasional, 2026 ini kemiskinan ekstrem 0%, dan 5% maksimal di 2029."
Penurunan yang telah tercatat di Jateng selama beberapa tahun terakhir dinilai Muhaimin sebagai fondasi yang layak diapresiasi, namun ia menegaskan bahwa momentum tersebut tidak boleh berhenti. Tekanan dari pusat maupun daerah akan terus diberikan agar laju penurunan tidak melambat.
Pujian untuk Inisiatif Lokal
Di luar angka-angka makro, Muhaimin menyampaikan apresiasi khusus terhadap langkah-langkah konkret yang diambil oleh gubernur, bupati, dan wali kota di Jateng. Ia menyebut adanya program-program inovatif dan kreatif yang dirancang secara terencana untuk menjangkau kelompok rentan di masing-masing wilayah.
"Saya sangat senang dua hal. Yang pertama, ada banyak program-program yang inovatif, kemudian kreatif, sehingga penanggulangan kemiskinan betul-betul direncanakan dengan baik. Tinggal intensitas, kualitas, jangkauan, ini akan kita push dari pusat maupun dari daerah tetap."
Ia juga menyoroti sikap proaktif para pemimpin daerah yang tidak menunggu instruksi dari atas, melainkan mengambil alih persoalan kemiskinan secara langsung di lapangan.
"Yang kedua, langkah-langkah mereka, bupati, gubernur, sangat progresif, agresif, menjemput bola, mengambil alih masalah. Ini harus terus kita jaga, energinya ini harus kita jaga."
Pergeseran Paradigma: Dari Bansos ke Pemberdayaan
Salah satu poin paling substansial dalam pidato Muhaimin adalah penegasan orientasi baru penanganan kemiskinan di Jateng. Ia menyambut baik pergeseran dari model yang semata-mata mengandalkan bantuan sosial sebagai bantalan sementara, menuju pendekatan pemberdayaan yang bertujuan menjadikan warga miskin mandiri secara ekonomi.
"Saya senang orientasi baru bahwa penanggulangan kemiskinan tidak hanya mengandalkan bantuan sosial dan meletakkan bantuan sosial sebagai bantalan sementara. Yang pada akhirnya kita dorong pemberdayaan untuk menjadi masyarakat yang mandiri. Kelak pada akhirnya targetnya nanti kesuksesan ini sampai pada level para warga yang miskin naik kelas, sehingga yang mendapatkan bantuan sosial hanya lanjut usia, disabilitas, itu yang akan mendapatkan, yang lain sudah mandiri."
Implikasi dari pergeseran paradigma ini cukup luas. Jika pemberdayaan berhasil, struktur penerima bantuan sosial akan menyempit secara signifikan—hanya menyisakan kelompok yang secara struktural tidak mampu bekerja, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas. Bagi daerah dengan basis ekonomi agraris seperti Jateng, hal ini berarti perluasan akses permodalan mikro, pelatihan keterampilan, dan penciptaan nilai tambah di tingkat desa menjadi prioritas anggaran.
Replikasi Model ke Seluruh Daerah
Muhaimin berharap pola yang mulai terbentuk di Jateng dapat diadopsi secara luas di provinsi-provinsi lain. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD maupun APBN harus benar-benar menghasilkan efek pemberdayaan, bukan sekadar transfer tunai tanpa dampak struktural.
"Yang terakhir, orientasi kepada pemberdayaan ini benar-benar orientasi yang sangat kita harapkan dipercepat di semua daerah. Sehingga setiap rupiah dari APBD dan APBN kita benar-benar bermanfaat bagi pemberdayaan."
Lapangan Kerja dan Perlindungan Sosial
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa mayoritas penduduk miskin Indonesia bekerja di sektor informal, Muhaimin menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja—khususnya pekerjaan padat karya di pedesaan—akan menjadi prioritas kebijakan pemerintah. Sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah akan diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.
Di sisi perlindungan, ia menyatakan penguatan jaminan sosial melalui BPJS akan terus diperkuat sebagai jaring pengaman ketika risiko ekonomi menimpa pekerja informal. Kombinasi penciptaan pekerjaan dan penguatan perlindungan sosial inilah yang, menurut Muhaimin, akan menjadi dua pilar utama dalam perjalanan menuju target nasional penghapusan kemiskinan ekstrem.
Bagi Jawa Tengah, yang selama puluhan tahun menjadi lumbung pangan nasional sekaligus rumah bagi jutaan pekerja sektor informal, tantangan ke depan bukan sekadar menurunkan angka statistik, melainkan mengubah struktur ekonomi rumah tangga miskin agar mampu keluar dari siklus ketergantungan bantuan. Target di bawah 8 persen yang ditekankan Muhaimin menjadi tolok ukur nyata: jika tercapai, Jateng akan menjadi bukti bahwa pemberdayaan berbasis lokal mampu menggeser jarum kemiskinan secara permanen, bukan sekadar sementara.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menko Muhaimin Dorong Angka Kemiskinan Jateng?Menko Muhaimin Dorong Angka Kemiskinan Jateng is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menko Muhaimin Dorong Angka Kemiskinan Jateng matter?Menko Muhaimin Dorong Angka Kemiskinan Jateng matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.