AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mensos Siapkan Pedoman Antisipasi Cegah Perundungan di Sekolah Rakyat

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By Tegar Saputra - amalzakat.com

Foto : Tegar Saputra - amalzakat.com

Kemensos Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah Rakyat

Amalzakat.com – Kementerian Sosial menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman di seluruh Sekolah Rakyat. Perundungan, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan tindakan intoleransi disebut tidak memiliki tempat dalam kegiatan pendidikan maupun kehidupan berasrama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa kementeriannya telah menyiapkan pedoman serta prosedur pencegahan untuk menghadapi berbagai pelanggaran serius di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut kembali menjadi perhatian setelah dugaan pengeroyokan antarsiswa terjadi di Sekolah Rakyat Terintegrasi atau SRT 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Peristiwa di Pati dijadikan bahan evaluasi agar pengawasan, pendampingan, dan respons terhadap persoalan antarsiswa dapat diperkuat. Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan kejadian serupa tidak boleh kembali berlangsung di sekolah rakyat mana pun.

“Itu sedang dimitigasi, mungkin ada kesalahpahaman atau ada hal-hal yang tidak terpantau oleh tenaga kependidikan. Ini menjadi bahan evaluasi juga untuk kami,” ujar Gus Ipul.

Pernyataan itu disampaikan seusai dialog Penguatan dan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di SRT 1 Kota Semarang pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kehadiran tenaga kependidikan dalam memantau dinamika siswa, terutama dalam lingkungan sekolah yang juga melibatkan kehidupan asrama.

Aturan Tegas bagi Tenaga Kependidikan

Pedoman yang disiapkan Kemensos berlaku bagi kepala sekolah, guru, wali asrama, serta wali asuh. Mereka dituntut menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan dan memastikan perlindungan anak menjadi bagian utama dari kegiatan sehari-hari.

Apabila terdapat pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh tenaga kependidikan, Kemensos dapat mengambil tindakan pemberhentian terhadap pihak terkait. Sikap tegas ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan siswa dan keluarga terhadap sekolah rakyat.

“Ada beberapa pedoman buat para tenaga kependidikan di sekolah rakyat. Pedoman-pedomannya ada dan juga kita memiliki prosedur untuk mencegah beberapa hal yang kita anggap sebagai dosa besar di lingkungan pendidikan,” katanya.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan tidak hanya bergantung pada penanganan setelah insiden terjadi. Pengawasan terhadap interaksi antarsiswa, kesiapan pendidik mengenali konflik, serta komunikasi dengan keluarga menjadi unsur penting dalam menjaga suasana sekolah tetap kondusif.

Penanganan Anak Mengedepankan Pembinaan

Terduga pelaku pengeroyokan di Pati akan menjalani proses pembinaan dan rehabilitasi karena masih berusia di bawah umur. Kemensos juga telah membuka dialog dengan keluarga korban dan keluarga para siswa yang diduga terlibat untuk memberi pemahaman mengenai langkah penanganan yang ditempuh.

Gus Ipul meminta kepala sekolah serta tenaga pendidik memperkuat pengawasan agar kejadian tidak berulang. Namun, penanganan terhadap siswa tidak dapat disamakan dengan penanganan pelanggaran yang dilakukan orang dewasa. Anak yang melakukan kesalahan tidak serta-merta dikeluarkan dari sekolah, sebab pendekatan pendidikan dan pemulihan tetap diperlukan.

“Ini kan masih di bawah umur ada prosedurnya, mungkin rehabilitasi. Pastinya ini akan kita tangani dengan prosedur yang ada,” tegasnya.

Pendekatan tersebut menempatkan perlindungan korban dan pembinaan bagi anak yang diduga melakukan pelanggaran sebagai dua hal yang harus berjalan bersama. Sekolah perlu memastikan korban memperoleh dukungan yang diperlukan, sementara siswa lain juga mendapat pendampingan agar memahami akibat dari tindakan kekerasan.

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Pati

Sebelumnya, seorang siswa berinisial D, berusia 16 tahun, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh 14 teman sekolahnya di SRT 1 Pati. Kejadian itu berlangsung pada Selasa, 29 September 2026.

D disebut mengalami kekerasan dalam dua kesempatan setelah dituduh mengambil sabun cuci muka milik salah seorang siswa. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka pada bagian pundak dan kepala. Satu giginya dilaporkan lepas, sementara gigi lainnya patah.

Korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Keluarga Sehat atau KSH Pati. Penanganan kasus ini menjadi perhatian Kemensos, termasuk sebagai dasar untuk memperbaiki mekanisme pencegahan kekerasan di sekolah rakyat.

Pendekatan Empati bagi Siswa Rentan

Gus Ipul mengingatkan bahwa banyak peserta didik di sekolah rakyat berasal dari kelompok yang rentan. Sebagian di antaranya pernah mengalami kekerasan, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, atau tumbuh dalam lingkungan yang kurang mendukung perkembangan anak.

Sekolah rakyat menerima siswa dengan latar belakang yang beragam dan tidak menerapkan tes akademik sebagai pintu masuk. Kondisi tersebut menuntut tenaga pendidikan untuk membangun pendekatan yang lebih peka terhadap kebutuhan emosional, kebiasaan, serta pengalaman hidup masing-masing anak.

“Jadi ini perlu empati, perlu pendekatan dengan hati,” ujar Gus Ipul.

Ia menggambarkan bahwa sejumlah siswa masih membawa dampak dari pengalaman masa lalu, seperti kesulitan tidur, belum terbiasa tidur di kasur, atau mengompol pada malam hari. Kondisi semacam itu membutuhkan pendampingan yang sabar dan tidak menghakimi.

Meski latar belakang siswa beragam, larangan terhadap perundungan, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan intoleransi tetap berlaku tanpa pengecualian. Penguatan pedoman dan prosedur diharapkan membantu sekolah rakyat menjaga keseimbangan antara ketegasan aturan, perlindungan anak, serta proses pembinaan yang manusiawi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mensos Siapkan Pedoman Antisipasi Cegah Perundungan?

Mensos Siapkan Pedoman Antisipasi Cegah Perundungan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mensos Siapkan Pedoman Antisipasi Cegah Perundungan matter?

Mensos Siapkan Pedoman Antisipasi Cegah Perundungan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.