AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mentan Amran Ajak 2.000 Pelajar Muhammadiyah Berani Bermimpi Besar

Published Juli 19, 2026 · Updated Juli 19, 2026 · By Rizki Pratama - amalzakat.com

Foto : Rizki Pratama - amalzakat.com

Mentan Amran Ajak 2 000 Pelajar Muhammadiyah Berani Bermimpi Besar

amalzakat.com – Mentan Amran Ajak 2 000 Pelajar dalam acara peringatan ulang tahun ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang diselenggarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir sebagai pembicara utama pada hari Sabtu, delapan belas Juli dua ribu dua puluh enam. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi wadah Rapat Kerja Nasional IPM dengan tema "Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak". Kehadiran Amran menjadi momen berharga bagi para kader muda untuk mendapatkan motivasi dan arahan dari seorang pemimpin yang telah membuktikan dirinya di dunia pertanian nasional.

Amran Sulaiman menyampaikan pesan yang sangat dalam kepada para pelajar. Ia menekankan bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba tanpa usaha keras. Menteri pertanian tersebut mengajak para pemuda untuk berani meninggalkan zona nyaman dan memulai perjuangan sejak dini. Dengan demikian, mereka akan dapat merasakan buah hasil kerja keras di masa mendatang. Amran menjelaskan terdapat dua alternatif yang bisa dipilih oleh generasi muda dalam menjalani hidup.

"Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, lalu menikmati hasilnya 15 tahun kemudian. Atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi berjuang seumur hidup nanti," ujar Amran dengan tegas.

Di hadapan para pelajar yang datang dari berbagai wilayah Indonesia, Mentan Amran Ajak 2 000 Pelajar untuk memahami makna perjuangan sesungguhnya. Ia mengingatkan bahwa mimpi-mimpi besar harus disertai dengan tindakan nyata, disiplin tinggi, dan konsistensi dalam menjalani setiap langkah. "Anak-anakku, kalian adalah harapan bangsa. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, lalu lakukan dengan penuh ketekunan. Jangan pernah menyerah," katanya dengan penuh semangat.

Menurut Amran, banyak orang memiliki impian, tetapi hanya sedikit yang berani mengambil langkah untuk mewujudkannya. "Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi lalu bertindak. Setelah bertindak, harus tetap persisten dan tidak boleh menyerah," tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi para pelajar yang sedang menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.

Pertanian Sebagai Peluang Ekonomi dan Pengabdian

Selain memberikan motivasi, Mentan Amran juga mengajak pelajar mulai melihat sektor pertanian sebagai peluang ekonomi sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia mengimbau generasi muda memanfaatkan lahan yang tersedia agar menjadi lahan produktif. "Jangan biarkan ada lahan tidur di sekitar Anda. Kalau ada lahan, bangunkan. Disewa, dimiliki, atau tanah sendiri, jangan dibiarkan terbengkalai," ujarnya.

Amran juga memperkenalkan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dari pekarangan rumah. "Kalau mau, tanam cabai di lima pot saja sudah cukup untuk kebutuhan satu keluarga. Bahkan biji cabai bekas memasak bisa ditanam kembali karena tanah Indonesia sangat subur," jelasnya. Program ini menunjukkan bahwa pertanian tidak hanya untuk petani besar, tetapi juga bisa dilakukan oleh siapa saja.

Dalam sesi dialog, Amran juga memberikan perhatian kepada seorang pelajar yatim piatu yang ingin bekerja sambil melanjutkan pendidikan. Mendengar kisah tersebut, ia langsung meminta jajarannya membantu membuka kesempatan magang maupun pekerjaan agar pelajar tersebut tetap bisa melanjutkan kuliah. "Belajarlah dengan baik, bekerja keras, dan jangan pernah menyerah. Insyaallah pintu rezeki akan terbuka," pesannya.

Pada kesempatan itu, Mentan Amran Ajak 2 000 Pelajar untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memahami potensi sektor pertanian. Amran turut menyampaikan capaian pemerintah di sektor pertanian. Ia mengatakan target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan lebih cepat. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, petani, dan seluruh elemen bangsa. "Kami ditargetkan Bapak presiden mencapai swasembada dalam empat tahun. Alhamdulillah, berkat doa dan kerja keras seluruh anak bangsa, dalam satu tahun kita sudah swasembada dan tidak lagi mengimpor beras," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Amran kembali mengingatkan para kader IPM agar terus belajar, menjaga integritas, bekerja keras, dan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi bangsa. "Kalian adalah harapan Indonesia. Teruslah berjuang, bantu rakyat, bantu umat, karena masa depan bangsa ada di tangan kalian," pungkasnya. Kehadiran Mentan Amran Ajak 2 000 Pelajar menjadi momen inspiratif yang akan terus diingat oleh para generasi muda Muhammadiyah.