AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Mau Pangkas Anggaran TNI-Polri demi Entaskan Kemiskinan

Published Juli 18, 2026 · Updated Juli 18, 2026 · By Maya Kurniawan

Prabowo Siap Potong Anggaran Militer dan Polri untuk Turunkan Angka Kemiskinan

Prabowo Mau Pangkas Anggaran TNI Polri - Kabupaten Malang menjadi saksi bisu momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ide kreatifnya. Dalam kunjungan ke Lanud Abdulrachman Saleh pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2026, sang kepala negara tidak hanya memimpin panen raya TNI, tetapi juga melontarkan gagasan yang mendapat respons hangat dari para perwira tinggi.

Prabowo secara santai menyatakan kesiapan pemerintah untuk memangkas alokasi dana pertahanan maupun kepolisian jika hal itu memang dibutuhkan guna memberantas kemiskinan yang masih menghantui sebagian masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dengan nada bercanda, namun mengandung makna yang cukup mendalam mengenai prioritas pembangunan nasional.

Proyeksi Ekonomi Indonesia di Tahun 2050

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyoroti berbagai proyeksi yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional terkemuka. Menurut data yang dirujuk, Indonesia diprediksi akan menempati posisi sebagai negara dengan perekonomian terbesar keempat di seluruh dunia. Periode yang menjadi target pencapaian ini adalah antara tahun 2045 hingga 2050.

Posisi Indonesia dalam proyeksi tersebut berada di bawah tiga kekuatan ekonomi global, yaitu China, Amerika Serikat, dan India. Di sisi lain, Indonesia juga diproyeksikan akan melampaui berbagai negara maju yang selama ini dikenal memiliki ekonomi kuat, seperti Jepang, Inggris, dan Prancis.

Menanggapi proyeksi optimis tersebut, Prabowo menekankan bahwa persiapan harus dimulai dari sekarang. Fokus utamanya adalah pada pembangunan kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa generasi yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar akan menjadi tulang punggung bangsa ketika Indonesia mencapai target ekonomi tersebut.

"Makanya kita sekarang harus siap. Itu 2050, 25 tahun lagi. Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, nanti umur 35 tahun. Dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana menjadi negara keempat terbesar di dunia," ujar Prabowo.

Kesiapan TNI dan Polri Mengorbankan Anggaran

Di tengah suasana yang santai, Prabowo kembali berseloroh mengenai kemungkinan pengurangan anggaran kedua institusi keamanan tersebut. Ia bertanya langsung kepada para hadirin apakah TNI dan Polri rela mengorbankan sebagian anggarannya demi tujuan mulia tersebut.

"Kita akan bikin efisien. Apabila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan. Rela TNI? Rela polisi? Rela ya? Ikhlas?" tanya Prabowo kepada para perwira.

Para perwira TNI dan Kapolri yang hadir menjawab dengan tegas bahwa mereka ikhlas. Jawaban ini tentu saja mendapat tepuk tangan dan tawa dari para tamu yang menyaksikan acara tersebut.

Peran TNI-Polri di Tengah Masyarakat

Di balik candaan tersebut, terdapat pesan penting yang disampaikan oleh Presiden. Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan suatu bangsa sesungguhnya bertumpu pada rakyat yang kuat dan sejahtera. Oleh karena itu, kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengabdian nyata.

Prabowo menyoroti berbagai program yang telah dijalankan kedua institusi tersebut. Mulai dari pembangunan ribuan jembatan di berbagai daerah, penyediaan akses air bersih bagi masyarakat, hingga pendampingan aktif terhadap sektor pertanian dan perikanan.

"Hari ini saya bangga, saya bahagia, saya merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu air. Kita atasi. Kesulitan rakyat kita atasi. Janganlah terlalu apalah, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung. Enggak, ini Indonesia. TNI, Polri miliki rakyat. Kesulitan harus rakyat kita atasi. TNI-Polri harus mengatasi kesulitan rakyat," pungkas Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa jika ada pihak yang mencoba mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia, seluruh rakyat yang kuat dan sejahtera akan membela negara ini. Karena itu, TNI dan Polri harus terus berada di tengah-tengah petani dan nelayan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Pernyataan Prabowo ini sejalan dengan komitmennya untuk terus melakukan efisiensi anggaran demi mendorong program-program produktif. Tujuannya jelas, yaitu memutus rantai kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia di masa depan.