AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sidang Kuota Haji Bongkar Daftar Pembagian Fee, Ada Nama Gus Men

Published September 9, 2026 · Updated September 9, 2026 · By Dewi Santoso - amalzakat.com

Foto : Dewi Santoso - amalzakat.com

Daftar Excel Pembagian Fee Percepatan Haji 2023 Muncul di Persidangan Korupsi Kuota Haji

Amalzakat.com – Sebuah lembar kerja digital berisi rincian pembagian dana percepatan pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 menjadi sorotan utama dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (8/9/2026). Saksi yang dihadirkan jaksa, Ridwan Kurniawan, mantan kepala seksi pendaftaran di lingkungan Kementerian Agama periode 2012–2021, mengungkapkan bahwa dokumen tersebut tersimpan dalam format spreadsheet Excel dan memuat angka-angka yang nilainya dinyatakan dalam dolar Amerika Serikat.

Pengungkapan ini menambah lapisan baru pada perkara yang telah menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Sebelumnya, publik mengetahui bahwa KPK menjerat sejumlah pihak terkait manipulasi kuota haji. Kini, detail mengenai bagaimana dana percepatan dialokasikan kepada individu-individu tertentu mulai terkuak di ruang sidang.

Asal-Usul Foto Catatan di Ruang Rizky Fisa Abadi

Jejak dokumen ini bermula ketika jaksa menampilkan sebuah foto kepada Ridwan di hadapan majelis hakim. Foto tersebut, menurut keterangan saksi, diambil sendiri oleh Ridwan menggunakan telepon genggamnya dari layar televisi besar yang terpasang di ruangan Rizky Fisa Abadi. Rizky Fisa Abadi sendiri menjabat sebagai mantan kepala subdirektorat perizinan, akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus di Kementerian Agama. Nama Rizky Fisa juga tercatat sebagai saksi dalam proses penyidikan KPK atas perkara kuota haji.

Jaksa kemudian meminta Ridwan menjelaskan siapa yang memasukkan angka-angka ke dalam catatan tersebut. Ridwan menjawab bahwa Rizky Fisa-lah pihak yang menentukan besaran angka sekaligus urutan penempatannya dalam daftar.

Urutan Penerima dan Identitas "Gus Men" serta "Gus Alex"

Pertanyaan jaksa kemudian mengarah pada makna urutan nama dalam daftar. Ketika ditanya siapa yang menentukan posisi nomor satu, nomor dua, dan seterusnya, Ridwan kembali menunjuk Rizky Fisa sebagai penentu utama.

Jaksa lalu menggali tujuan pembuatan daftar itu. Ridwan menjelaskan bahwa catatan tersebut berkaitan langsung dengan pembagian uang yang disebut sebagai fee percepatan pelaksanaan haji tahun 2023.

"Satu sampai 10 ini menggambarkan apa?" tanya jaksa.

"Posisi orang yang akan diterima," jawab Ridwan.

Pertanyaan berikutnya menyentuh identitas pihak di urutan pertama dan kedua. Ridwan mengaku tidak mengingat seluruh nama secara presisi, namun ia mengingat beberapa sebutan yang terdengar saat pembahasan berlangsung.

"Izin, Pak, saya sebenarnya kan menangkapnya ya, jadi tidak tahu secara persis maksudnya satu siapa tetapi yang saya ingat, yang disebut, yang disebut ya, yang itu yang satu Gus Men, Gus Alex, para Gus," kata Ridwan.

Jaksa memastikan kembali posisi kedua.

"Nomor satu Gus Men. Nomor dua?" tanya jaksa.

"Gus Alex. Terus para gus," jawab Ridwan.

Mengenai urutan lengkap "para gus" setelahnya, Ridwan menyatakan tidak lagi mengingat secara pasti. Namun, ia menambahkan bahwa selain kelompok yang disebut "para gus", terdapat pula penyebutan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama sebagai penerima dalam daftar tersebut.

Angka dalam Satuan Ribu Dolar

Setelah mengurai identitas penerima, jaksa mengalihkan fokus pada besaran angka yang tercantum dalam foto catatan. Ridwan menjelaskan bahwa angka-angka seperti 25, 25, dan 40 bukan sekadar nomor urut, melainkan representasi besaran dana dalam satuan ribu dolar Amerika Serikat.

"Nanti kita baca keterangan Bapak di bawahnya ya. Yang nomor 25, 25, 40, ini nilai uangnya?" tanya jaksa.

"Nilai uang dalam ribu," jawab Ridwan.

"Dalam ribu apa?" lanjut jaksa.

Keterangan ini mengimplikasikan bahwa setiap baris dalam spreadsheet tersebut mewakili alokasi dana yang nilainya berkisar puluhan ribu dolar AS per penerima. Dengan demikian, total nilai yang tercantum dalam daftar berpotensi mencapai ratusan ribu dolar, bergantung pada jumlah baris dan besaran masing-masing angka.

Konteks Perkara dan Implikasi

Kasus kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menjadi salah satu perkara korupsi paling diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir. Kuota haji merupakan alokasi tempat ibadah yang dikelola negara dan seharusnya didistribusikan secara transparan kepada jemaah yang telah memenuhi syarat administratif dan kesehatan. Ketika mekanisme alokasi tersebut diduga dimanipulasi untuk kepentingan pihak tertentu, dampaknya menyentuh langsung hak warga negara untuk menunaikan ibadah haji sesuai ketentuan.

Munculnya daftar distribusi fee percepatan dalam format digital menunjukkan bahwa proses pembagian dana tidak berjalan secara informal atau lisan semata, melainkan telah didokumentasikan dalam sistem spreadsheet. Hal ini memperkuat dugaan bahwa terdapat perencanaan terstruktur dalam penentuan siapa yang menerima dan berapa besar nilai yang dialokasikan. Keterlibatan pejabat di tingkat subdirektorat, sebagaimana diidentifikasi dalam kesaksian Ridwan, mengindikasikan bahwa rantai keputusan tidak berhenti pada satu individu, melainkan melibatkan beberapa lapisan birokrasi di Kementerian Agama.

Penyebutan nama-nama yang diawali gelar "Gus" dalam daftar tersebut juga menarik perhatian pembaca. Dalam konteks masyarakat Jawa dan Madura, gelar "Gus" lazim dipakai untuk menyebut tokoh agama atau kyai. Fakta bahwa sebutan semacam itu muncul dalam dokumen internal kementerian memicu pertanyaan mengenai apakah penerima dana tersebut memiliki kapasitas resmi di lingkungan Kemenag atau merupakan pihak eksternal yang mendapat akses melalui jalur tertentu. Majelis hakim dan jaksa diperkirakan akan menggali lebih lanjut identitas lengkap setiap nama dalam daftar pada persidangan-persidangan berikutnya.

Sidang lanjutan perkara ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Publik menantikan apakah jaksa akan menghadirkan saksi tambahan yang dapat mengonfirmasi isi spreadsheet secara utuh, termasuk seluruh baris yang tidak sempat diurai dalam keterangan Ridwan pada persidangan Selasa tersebut. Kejelasan mengenai total nilai dana, jumlah penerima, serta mekanisme persetujuan alokasi akan menjadi kunci dalam menentukan skala kerugian negara dan besaran tuntutan pidana terhadap para terdakwa.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sidang Kuota Haji Bongkar Daftar Pembagian?

Sidang Kuota Haji Bongkar Daftar Pembagian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sidang Kuota Haji Bongkar Daftar Pembagian matter?

Sidang Kuota Haji Bongkar Daftar Pembagian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.