AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Suyudi Ario Seto Ungkap Momen Kaget Ditunjuk Prabowo Jadi Kapolri

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Sinta Ananda - amalzakat.com

Foto : Sinta Ananda - amalzakat.com

Suyudi Ario Seto Baru Mengetahui Pencalonan Kapolri pada Pagi Hari

Amalzakat.com – Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengaku terkejut ketika menerima kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai calon kepala kepolisian negara Republik Indonesia. Informasi itu baru diterimanya pada Kamis, 1 Oktober 2026 pagi, hanya beberapa jam sebelum ia menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.

Pada hari yang sama, proses pencalonan tersebut bergerak cepat. Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi setelah pelaksanaan fit and proper test. Persetujuan itu kemudian dibawa ke rapat paripurna ke-8 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Setelah seluruh tahapan parlemen ditempuh, Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai kapolri baru di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis sore. Pelantikan tersebut menandai peralihan jabatan dari posisi Suyudi sebelumnya sebagai kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN.

Persiapan Dilakukan dalam Waktu Terbatas

Usai pelantikan, Suyudi menjelaskan bahwa pemberitahuan mengenai penunjukan dirinya datang dari pimpinan di lingkungan Istana. Namun, ia tidak membeberkan identitas maupun jabatan pejabat yang menyampaikan kabar tersebut.

“Kami baru mendapatkan informasi tadi pagi.”

Dengan waktu yang singkat, ia segera menyiapkan paparan untuk menghadapi uji kelayakan di Komisi III DPR. Suyudi menyebut dirinya sebenarnya telah memiliki sejumlah gagasan, tetapi perlu mematangkannya kembali karena agenda di DPR berlangsung tidak lama setelah informasi pencalonan diterima.

“Kami sudah punya konsep-konsep,” ujar Suyudi.

Uji kepatutan dan kelayakan itu berlangsung sekitar 30 menit. Dalam forum tersebut, Komisi III DPR akhirnya memberikan persetujuan secara aklamasi. Mekanisme ini menunjukkan bahwa seluruh anggota yang hadir menyetujui pencalonannya tanpa pengambilan suara yang memperlihatkan perbedaan pendapat.

Rangkaian proses pada Kamis berjalan dalam satu hari, mulai dari pemberitahuan pencalonan, persiapan materi, uji kelayakan di DPR, pengesahan melalui rapat paripurna, hingga pelantikan di Istana Negara. Situasi tersebut membuat Suyudi harus menyesuaikan persiapan dengan agenda kenegaraan yang padat.

Rapat Tertutup Sebelumnya Tidak Membahas Jabatan Kapolri

Suyudi juga menegaskan bahwa ia belum mengetahui rencana pencalonannya ketika menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo pada Selasa, 29 September 2026. Ketika itu, ia masih bertugas sebagai kepala BNN dan hadir dalam kapasitas yang berkaitan dengan isu penanganan narkotika.

Rapat tersebut diikuti sejumlah pimpinan DPR serta pejabat pemerintah. Di antara peserta yang hadir ialah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BRIN Arif Satria.

Agenda pembahasan saat itu tidak berkaitan dengan pergantian pimpinan Polri. Fokus pertemuan mencakup rehabilitasi bagi pengguna narkotika, pendidikan atau edukasi, persoalan kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan, serta peredaran narkotika di dalam lapas.

“Terutama fokusnya rehabilitasi,” kata Suyudi saat menjelaskan pembahasan rapat tersebut.

Ia menerangkan bahwa persoalan pengguna narkotika tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan rehabilitasi dan upaya edukasi. Di sisi lain, kapasitas lapas yang telah melampaui daya tampung menjadi salah satu isu yang turut dibicarakan. Peredaran narkotika di dalam lapas juga masuk dalam perhatian karena berkaitan dengan efektivitas penanganan kejahatan narkotika secara menyeluruh.

Transisi dari BNN ke Pimpinan Polri

Pengalaman Suyudi memimpin BNN menempatkan isu narkotika sebagai salah satu latar belakang penting menjelang tugas barunya di Polri. Dalam rapat bersama Presiden pada 29 September, pembicaraan mengenai rehabilitasi, edukasi, kondisi lapas, dan peredaran narkotika memperlihatkan bahwa penanganan masalah tersebut melibatkan banyak lembaga.

Rehabilitasi menjadi perhatian karena penanganan pengguna narkotika tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Edukasi juga diperlukan untuk memperkuat pencegahan. Sementara itu, persoalan kepadatan penghuni lapas dan peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan menuntut koordinasi antara aparat penegak hukum serta kementerian dan lembaga terkait.

Dalam posisi sebagai kapolri, Suyudi akan memimpin institusi kepolisian di tengah kebutuhan penanganan berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum. Pelantikannya dilakukan setelah DPR menyetujui pencalonannya melalui tahapan konstitusional yang berlaku.

Proses tersebut dimulai dengan uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, dilanjutkan pengesahan dalam rapat paripurna, lalu berakhir dengan pelantikan oleh Presiden di Istana Negara. Seluruh tahapan itu berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Bagi Suyudi, hari pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan. Ia harus menghadapi proses seleksi parlemen dalam waktu terbatas setelah menerima pemberitahuan pada pagi hari. Meski demikian, pencalonannya memperoleh persetujuan aklamasi dari Komisi III DPR sebelum akhirnya ia resmi mengemban jabatan sebagai kapolri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Suyudi Ario Seto Ungkap Momen Kaget?

Suyudi Ario Seto Ungkap Momen Kaget is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Suyudi Ario Seto Ungkap Momen Kaget matter?

Suyudi Ario Seto Ungkap Momen Kaget matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.