AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Dibagi ke Prabowo

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By Joko Wibowo

BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Dibagi ke Prabowo

Topics Covered - Jakarta, Beritasatu.com – Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membantah narasi yang beredar di berbagai platform media sosial mengenai dugaan adanya pembagian keuntungan dari program makan bergizi gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Institusi yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang dapat menyesatkan publik serta memicu ketegangan di ruang publik. Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa pernyataan yang menyebut mantan kepala BGN menuding adanya pemberian keuntungan MBG kepada Presiden Prabowo tidak pernah disampaikan melalui saluran komunikasi resmi lembaga tersebut.

Pernyataan ini datang setelah beredar luas pesan yang menuduh BGN melibatkan Prabowo dalam skandal distribusi manfaat program MBG. Nanik menjelaskan bahwa informasi ini tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak berasal dari sumber resmi yang terpercaya. “Saya menegaskan narasi yang beredar tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti yang dicantumkan dalam pesan tersebut,” ujar Nanik, seperti yang dilansir dari Antara, Minggu (14/6/2026).

“Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai atau menyebarkan berita yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambah Nanik.

BGN menyoroti bahwa informasi yang mencatut nama pejabat publik sering kali digunakan oleh pihak tertentu untuk membangun narasi provokatif. Hal ini terjadi agar masyarakat terpancing emosi dan merasa tidak nyaman terhadap program pemerintah. Menurut Nanik, kebijakan MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas nutrisi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan bantuan pangan. Dengan demikian, BGN menilai bahwa ada upaya yang terencana untuk memperumit penerimaan program ini.

Kepala BGN menjelaskan bahwa seluruh pernyataan resmi hanya disampaikan melalui saluran komunikasi yang telah ditetapkan. Ini mencakup media massa, situs web resmi, serta rapat resmi yang dihadiri oleh seluruh staf dan mitra kerja BGN. “Kami tidak pernah menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan informasi terkait MBG tanpa verifikasi terlebih dahulu,” tutur Nanik. Ia menekankan bahwa semua pemberitaan harus didasarkan pada fakta dan bukti yang konkret, agar tidak menimbulkan kebingungan di antara publik.

Dalam upaya mencegah penyebaran berita palsu, BGN juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima dan membagikan informasi yang beredar di ruang digital. Terutama saat ini, di mana berita bisa menyebar dengan cepat dan memengaruhi opini umum sebelum diinvestigasi secara menyeluruh. Nanik menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau kebenaran informasi dan siap memberikan respons jika ada dugaan penyelewengan terhadap program MBG.

BGN juga menjelaskan bahwa program MBG dirancang secara transparan, dengan sistem pembagian keuntungan yang diawasi oleh komite independen. Dalam setiap tahap pelaksanaan, BGN melakukan audit berkala untuk memastikan tidak ada pihak yang menerima manfaat lebih besar tanpa dasar yang jelas. Nanik menegaskan bahwa keuntungan dari MBG terutama diberikan kepada keluarga miskin, anak-anak, dan lansia, bukan hanya kepada individu tertentu seperti Prabowo.

Peran Verifikasi Informasi

Nanik menyoroti pentingnya verifikasi informasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Ia menjelaskan bahwa berita palsu bisa merusak kualitas diskusi publik dan menimbulkan rasa tidak aman di kalangan masyarakat. “Pembagian keuntungan MBG kepada Prabowo adalah narasi yang tidak terbukti, sehingga masyarakat harus teliti sebelum menyebarkan berita tersebut,” tegas Nanik.

Menurut Nanik, media sosial menjadi salah satu sarana yang paling efektif dalam menyebarkan informasi, tetapi juga rentan terhadap manipulasi. BGN berharap masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media digital dan memeriksa sumber-sumber informasi sebelum membagikannya ke lingkaran luas. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam menghadapi berita yang bisa mengubah persepsi terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

“Kami akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,” lanjut Nanik.

Dalam konteks ini, BGN juga mengingatkan bahwa program MBG tidak hanya sekadar distribusi bantuan pangan, tetapi juga menjadi simbol kesetaraan dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya keuntungan yang dibagikan secara adil, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sejumlah kelompok yang kurang beruntung. Nanik menambahkan bahwa BGN siap menjelaskan setiap aspek dari program ini jika ada kecurigaan atau pertanyaan dari masyarakat.

Sebagai tambahan, BGN mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG. Ia berharap masyarakat dapat melibatkan diri dengan cara yang konstruktif, bukan hanya menyebar berita tanpa dasar. “Keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat yang aktif dalam memeriksa fakta dan memberikan masukan,” jelas Nanik.

Ketegangan seputar MBG dan Prabowo menjadi cerminan dari tuntutan masyarakat akan transparansi dalam kebijakan pemerintah. BGN menegaskan komitmen untuk memastikan semua proses dijalankan secara terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Dengan adanya kritik yang konstruktif, BGN bisa terus berkembang dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, BGN juga menyoroti bahwa kesalahpahaman bisa terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme program MBG. Nanik menyarankan masyarakat untuk memahami latar belakang program ini sebelum membagikan berita yang mungkin menyesatkan. “Dengan edukasi yang memadai, masyarakat bisa lebih mudah membedakan antara informasi yang benar dan palsu,” tutur Nanik.

Dalam kesimpulannya, BGN menekankan bahwa keberadaannya dianggap penting dalam memastikan kesehatan masyarakat, terutama dalam hal gizi. Program MBG diharapkan bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terlepas dari berbagai narasi yang beredar di media sosial. Nanik berharap masyarakat bisa bersikap adil dan objektif dalam menilai informasi, serta tetap mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi pangan nasional.

Kontribusi BGN tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga mencakup penelitian, pelatihan, dan edukasi terkait gizi seimbang. Nanik menyebutkan bahwa BGN akan terus berupaya meningkatkan kualitas program ini dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi kesehatan. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, BGN bisa menjadi mitra yang andal dalam mencapai target pemerintah,” pungkas Nanik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News, Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu