Topics Covered: Jokowi Bertemu Adik Kelas di UGM, Kisah Naik Gunung Kembali Terungkap
Jokowi Bertemu Teman Kuliah di Lampung Tengah, Kisah Naik Gunung Terkuak Kembali
Topics Covered - Di tengah kunjungan resmi ke Ponpes Nurul Qodiri, Lampung Tengah, Minggu (28/6/2026), Presiden ketiga Indonesia Joko Widodo kembali memperkuat ikatan persahabatan dengan teman-teman masa kuliahnya. Salah satu alumni Fakultas Kehutanan yang hadir dalam acara tersebut, Utama Priyadi, mengungkap momen nostalgia yang kembali terbangun setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Pertemuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan akademik dan hubungan personal Jokowi saat masih menjadi mahasiswa.
Kembali ke Akar Masa Lalu
Utama, yang merupakan teman seangkatan Jokowi, menjelaskan bahwa pertemuan mereka kali ini adalah momen yang spesial. Menurutnya, Jokowi tidak hanya mengunjungi pusat pendidikan agama, tetapi juga menemui para alumni yang pernah ia kenal secara dekat. "Saya sangat berharap bisa kembali bertemu dengan orang-orang yang pernah menemani saya dalam perjalanan studi dulu," tutur Utama. Ia menyebutkan, pertemuan terakhir dengan Jokowi terjadi selama masa jabatannya sebagai presiden, saat tokoh tersebut melakukan kunjungan ke kampus. Pemimpin negara ini membawa kenangan hangat yang tak terlupakan.
"Alhamdulillah bisa ketemu kakak yang sudah lama enggak ketemu. Ketemu terakhir beliau waktu periode pertama presiden, pernah berkunjung ke kampus. Saya adik kelas beliau, kalau beliau angkatan 80, saya angkatan 82,"
Utama juga menjelaskan bahwa selama masa studi, kampus Fakultas Kehutanan dikenal memiliki lingkungan yang kecil dan erat. Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di sana tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling mendukung. "Karena jumlah mahasiswa tidak terlalu banyak, kebanyakan laki-laki, kami sangat akrab dengan beliau," ujarnya. Ia mengungkap bahwa Jokowi sering terlihat aktif dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk menyiapkan acara wisuda.
Salah satu topik yang dibahas adalah hobi Jokowi mendaki gunung. Utama mengatakan bahwa keduanya sering menghabiskan waktu bersama di alam terbuka. "Saya pernah beberapa kali mendaki bersama beliau. Selama itu, kami berdiskusi tentang berbagai hal, mulai dari perencanaan studi hingga keinginan masa depan," tambahnya. Dalam percakapan tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa ia masih mengingat dengan jelas peran Utama dalam masa blusukannya.
"Dia angkatan 82, saya 80,"
Kisah perjalanan mereka menjadi cerita yang hangat dipertahankan di kalangan alumni. Utama menekankan bahwa pertemuan di Lampung Tengah tidak hanya sekadar nostalgia, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan yang terbentuk di masa akademik. "Kami saling mengenal sejak masa perkuliahan. Meski berbeda angkatan, hubungan kami tetap dekat," jelas Utama. Ia juga menyebutkan bahwa kebiasaan Jokowi untuk selalu aktif dalam komunitas kampus memengaruhi sikapnya dalam membangun hubungan sosial.
Ruang yang Tidak Terlupakan
Kunjungan ke Ponpes Nurul Qodiri menjadi panggung untuk mengingat kembali kehidupan kampus yang sempurna. Utama menuturkan bahwa dulu, para mahasiswa sering berwisata alam di sekitar kampus. "Pada masa itu, kami sering memanfaatkan waktu libur untuk naik gunung. Jokowi selalu menjadi pengayom dan pemandu kita," imbuhnya. Menurutnya, ini adalah kali pertama mereka bertemu setelah lama tidak berjumpa, dan suasana yang hangat memperkuat kenangan yang berharga.
Di sisi lain, Jokowi tampak bersemangat menjelaskan masa muda yang ia lalui. Ia menekankan bahwa pertemuan dengan teman-teman kuliah adalah bagian dari perjalanan hidupnya yang penuh makna. "Masa kuliah adalah masa yang membentuk karakter dan membuka jalan untuk meraih impian," kata Jokowi. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya alumni dalam mempertahankan hubungan dan mengingatkan tentang pentingnya nilai-nilai sosial.
Keberlanjutan Tradisi dan Pengalaman
Kegiatan di Ponpes Nurul Qodiri tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang masa lalu. Utama menambahkan bahwa pertemuan seperti ini membantu memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang dipegang oleh para alumni. "Momen seperti ini memberikan pengingat tentang keharmonisan yang pernah kita bangun," kata Utama. Ia juga menyoroti bagaimana Jokowi selalu mengingat peran mereka dalam berbagai kegiatan kampus.
Sebagai bagian dari alur cerita, Utama menyebutkan bahwa Jokowi dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah berkomunikasi. "Beliau tidak hanya menjadi panutan akademik, tetapi juga sahabat yang baik," ujarnya. Selama masa studi, Jokowi sering mengajak teman-temannya ke berbagai tempat, termasuk mempersiapkan acara akademik yang berdampak besar. Pemimpin negara ini menggambarkan masa kuliah sebagai fondasi kuat untuk perjalanan politik dan kehidupan pribadinya.
Dalam pertemuan tersebut, warga setempat juga memberikan kesan mendalam tentang Jokowi. Banyak dari mereka mengakui bahwa kehadiran presiden memberikan semangat baru untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. "Beliau selalu tulus dalam menjaga hubungan dengan masyarakat," tutur salah satu warga yang hadir. Kisah kembali bertemu dengan teman lama ini tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga bahan inspirasi bagi banyak pihak.
Renungan untuk Masa Depan
Utama berharap pertemuan seperti ini bisa berlanjut di masa depan, terutama dalam menggalang kolaborasi untuk kegiatan sosial dan pendidikan. "Kami ingin terus menjaga koneksi dan saling mendukung dalam berbagai bidang," ujarnya. Jokowi pun menyampaikan dukungan terhadap upaya alumni dalam membangun kehidupan masyarakat. "Kemudian, kisah masa muda ini bisa menjadi bahan motivasi bagi generasi muda," kata presiden. Ia menegaskan bahwa pengalaman masa lalu tidak hanya mengingatkan akan masa kecil, tetapi juga menjadi panduan dalam menghadapi tantangan sekarang.
Pertemuan antara Jokowi dan teman-teman kuliahnya menjadi bukti bahwa hubungan yang terjalin di masa akademik tetap memiliki dampak dalam kehidupan pribadi dan profesional. Dengan penjelasan Utama dan sikap Jokowi yang tulus, kisah kembali berjumpa ini dianggap sebagai momen yang berarti. Masyarakat juga terkesan dengan cara Jokowi menghargai hubungan yang terbentuk di kampus, yang sekarang dianggap sebagai bagian dari identitasnya.
Dalam rangkaian kegiatan di Lampung Tengah, Jokowi juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang terus berupaya menjaga lingkungan dan membangun kesejahteraan. "Kisah di Gunung dan kampus ini adalah bagian dari perjalanan yang membentuk kita," ujarnya. Pemimpin negara ini berharap cerita masa lalu bisa menjadi inspirasi untuk masa depan yang lebih baik. Pertemuan ini membuka peluang untuk memperkuat kerja sama dan saling mendukung antara alumni dan masyarakat.
Dengan semua kisah yang terungkap, pertemuan antara Jokowi dan teman-teman seangkatan menjadi simbol dari keharmonisan dan kebersamaan yang tak pernah pudar. Sejak masa perkuliahan hingga menjadi pemimpin negara, Jokowi tetap menjaga hubungan dengan orang-orang yang pernah ia kenal. Momen ini menegaskan bahwa nilai-nilai sosial dan persahabatan tetap menjadi pondasi utama dalam kehidupan politik dan masyarakat.