Agenda Utama: Ribuan Pasukan Elite AS Tiba, Invasi Darat ke Iran Tinggal “Sejengkal”

Ads
RumahBerkat - Post

Ribuan Pasukan Elite AS Tiba, Invasi Darat ke Iran Tinggal “Sejengkal”

Jakarta, Pemerintah Amerika Serikat mengirimkan ribuan personel militer khusus ke kawasan Timur Tengah, memperkuat kemungkinan ekspansi operasi militer terhadap Iran. Langkah ini terjadi saat pemerintahan Donald Trump mengevaluasi berbagai opsi, termasuk operasi darat yang bisa memperpanjang konflik ke dalam wilayah Iran.

Kehadiran Pasukan dan Kesiapan Operasi

Menurut dua sumber pemerintah AS yang menyebutkan identitas mereka kepada Reuters (31/3), sejumlah besar personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS sedang berdatangan ke kawasan tersebut. Unit ini dikenal sebagai pasukan penerjun payung yang bisa dikerahkan dengan cepat untuk tugas tempur besar.

“Ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 telah mulai tiba di kawasan,” ujar sumber tersebut.

Pasukan tersebut bergabung dengan ribuan marinir dan personel khusus yang telah ditempatkan sebelumnya. Dalam akhir pekan, sekitar 2.500 marinir juga tiba, memperbesar kekuatan militer AS di wilayah itu. Sementara lokasi penempatan belum diungkapkan secara spesifik, langkah ini dianggap sudah direncanakan sejak lama.

Strategi dan Tujuan Operasi

Penambahan pasukan meliputi elemen markas Divisi Lintas Udara ke-82, dukungan logistik, serta satu brigade tempur. Sumber mengatakan belum ada keputusan akhir untuk mengirim pasukan ke Iran, tetapi penambahan ini bisa meningkatkan kemampuan operasi untuk skenario yang mungkin terjadi.

Ads
RumahBerkat - Post

Beberapa opsi yang dibahas termasuk merebut Pulau Kharg, yang menjadi pusat ekspor minyak Iran sekitar 90%. Selain itu, pemerintah AS juga mengevaluasi kemungkinan menempatkan pasukan di jalur strategis Strait of Hormuz untuk melindungi kapal tanker. Kedua misi ini bisa melibatkan kekuatan udara, laut, atau darat.

Trump dan Risiko Politik

Trump pada Senin menyatakan sedang berdiskusi dengan “rezim yang lebih masuk akal” untuk mengakhiri perang di Iran. Namun, ia mengingatkan Teheran agar membuka Selat Hormuz, atau menghadapi serangan terhadap sumber daya energi mereka.

“AS sedang berbicara dengan pihak yang lebih bijaksana, tetapi akan menyerang jika Iran tidak membuka jalur itu,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Menurut sumber, operasi darat AS—meski terbatas—membawa risiko politik signifikan. Dukungan publik terhadap kampanye Iran relatif rendah, sementara Trump sempat berjanji untuk menghindari keterlibatan baru di konflik Timur Tengah. Sejak operasi dimulai 28 Februari, lebih dari 11.000 target telah dihancurkan, dengan 300 tentara terluka dan 13 korban jiwa dalam Operasi Epic Fury.