AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Announced: Gempa Guncang Buol Sulteng, Warga Mengungsi ke Puncak Kantor Bupati

Published Juli 13, 2026 · Updated Juli 13, 2026 · By Rizki Pratama

Announced: Gempa Buol Sulteng, Warga Mengungsi ke Atap Kantor Bupati

Announced - Minggu malam, tanggal 12 Juli 2026, kawasan Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah diguncang oleh gempa bumi yang cukup kuat. Peristiwa ini mendorong sejumlah penduduk setempat untuk segera meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat perlindungan sementara. Lokasi yang dipilih adalah area terbuka di sekitar Puncak kantor Bupati Buol, yang dinilai lebih aman dari struktur bangunan. Announced secara resmi oleh pihak berwenang, gempa ini terjadi tanpa peringatan dini, sehingga warga harus bertindak cepat untuk keselamatan mereka.

Kepanikan sempat melanda warga, namun mereka tetap tenang dan memilih untuk bertahan di luar ruangan. Ketakutan akan terjadinya gempa susulan menjadi alasan utama mereka tidak kembali ke dalam rumah. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari pihak berwenang yang menyebutkan adanya korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada bangunan-bangunan di wilayah tersebut. Tim pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait masih terus melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan kondisi terkini. Announced juga menyebutkan bahwa evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Detail Teknis Gempa dari BMKG

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik dengan magnitudo 5,1 terjadi tepat pada pukul 20.46 WIB. Episenter gempa terletak di perairan laut, tepatnya sekitar 37 kilometer arah timur laut dari pusat kota Buol. Kedalaman hiposenter tercatat sebesar 21 kilometer dari permukaan laut. Announced oleh direktur BMKG, gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng yang aktif di wilayah tersebut.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme pergerakan yang terjadi adalah jenis naik geser atau oblique thrust. Penting untuk dicatat bahwa menurut pernyataan resmi BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Announced juga menambahkan bahwa wilayah ini memang berada di zona seismik aktif yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

"Berasa sekali gempanya, makanya kami keluar semua dari rumah," ujar Syarif, seorang warga Kelurahan Buol yang berada di Kecamatan Biau.

Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah

BMKG mencatat bahwa guncangan gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di beberapa lokasi, termasuk Karamat, Biau, Lakea, Kota Buol, dan Kota Tolitoli. Pada skala intensitas tersebut, getaran cukup kuat dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah, sementara sebagian orang di luar ruangan juga merasakan guncangan. Fenomena yang umum terjadi adalah pintu dan jendela berderik, gerabah pecah, serta dinding berbunyi akibat getaran. Announced bahwa intensitas ini cukup untuk membuat warga merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk mengungsi sementara.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta merasakan guncangan dengan intensitas III MMI. Meskipun lebih ringan dibandingkan wilayah pertama, getaran tetap terasa cukup jelas oleh penduduk setempat. Announced juga mencatat bahwa beberapa bangunan tua di wilayah ini mengalami retakan kecil akibat guncangan.

Hingga pukul 21.05 WIB, BMKG menyatakan belum ada catatan mengenai gempa susulan yang terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Penting bagi warga untuk mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG dan pihak berwenang setempat. Announced bahwa tim SAR juga telah disiagakan untuk membantu jika diperlukan.

Meskipun situasi sempat memicu kepanikan di kalangan penduduk, keputusan untuk mengungsi sementara ke lokasi yang dinilai lebih aman menunjukkan kewaspadaan warga. Mereka menunggu hingga kondisi benar-benar kondusif sebelum kembali ke rumah masing-masing. Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah yang rawan gempa seperti Buol dan sekitarnya. Announced bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah situasi stabil.

Wilayah Sulawesi Tengah memang dikenal memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi akibat posisinya di Cincin Api Pasifik. Gempa-gempa kecil hingga sedang sering terjadi di kawasan ini, namun jarang yang menyebabkan kerusakan besar. Namun, setiap guncangan tetap menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memiliki rencana evakuasi yang baik. Announced bahwa program edukasi bencana akan diperkuat di tahun-tahun mendatang.

Pemerintah daerah terus meningkatkan sosialisasi mengenai prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi. Warga diajarkan untuk mengetahui jalur evakuasi, lokasi titik kumpul, dan cara menggunakan peralatan keselamatan dasar. Dengan persiapan yang memadai, diharapkan dampak gempa terhadap kehidupan masyarakat dapat diminimalisir semaksimal mungkin. Announced juga menyebutkan bahwa bantuan logistik akan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.