Buol Kembali Diguncang Gempa Ke-4 dalam Sebulan Terakhir
Seismik Buol Kembali Aktif: Gempa Keempat Juli 2026 Mengguncang Wilayah Sulawesi Tengah
Amalzakat.com – Kabupaten Buol di Provinsi Sulawesi Tengah kembali merasakan guncangan gempa bumi pada malam hari Senin, tanggal 20 Juli 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, gempa dengan kekuatan magnitudo 4,1 tercatat terjadi pada pukul 20.35 WIB atau setara dengan 21.35 WITA. Peristiwa ini menandai bahwa wilayah tersebut telah mengalami empat kali guncangan selama bulan Juli tahun 2026, mengindikasikan tingginya aktivitas seismik di perairan yang terletak di bagian utara Buol.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi mengenai lokasi episentrum gempa terbaru. Titik pusat gempa berada di bawah permukaan laut, tepatnya pada jarak sekitar 36 kilometer dari arah utara Kabupaten Buol. Koordinat geografis yang dicatat adalah 1,29 derajat lintang utara dan 121,39 derajat bujur timur. Kedalaman hiposentrum tercatat sebesar 10 kilometer dari permukaan laut.
"Gempa magnitudo 4,1 terjadi pada 20 Juli 2026 pukul 20.35 WIB," demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh BMKG dalam laporannya.
Sampai saat berita ini disusun, belum terdapat laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur bangunan yang disebabkan oleh guncangan tersebut. Masyarakat di sekitar wilayah Buol dilaporkan masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan signifikan.
Rangkaian Gempa yang Terjadi Sepanjang Juli 2026
Gempa bermagnitudo 4,1 pada Senin malam bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Catatan historis BMKG menunjukkan bahwa Buol telah mengalami empat kali peristiwa gempa bumi selama bulan Juli 2026. Rangkaian aktivitas seismik ini bermula pada tanggal 12 Juli 2026, ketika pada pukul 15.47 WIB wilayah tersebut diguncang gempa dengan magnitudo 2,4. Episentrum gempa pertama kali ini terletak 31 kilometer di arah barat laut Buol dengan kedalaman lima kilometer.
Tidak lama setelah itu, pada hari yang sama tepatnya pukul 20.46 WIB, Buol kembali merasakan guncangan yang jauh lebih kuat. Awalnya, BMKG mencatat magnitudo sebesar 5,4, namun kemudian dilakukan pemutakhiran menjadi M5,1. Gempa kedua ini berpusat 37 kilometer di timur laut Buol dengan kedalaman 21 kilometer. Peristiwa ini menjadi yang terkuat dalam rangkaian aktivitas seismik bulan Juli di Buol.
Getaran dari gempa M5,1 tersebut cukup kuat hingga dirasakan di beberapa wilayah tetangga, termasuk Kabupaten Tolitoli, Parigi, dan Marisa. Yang menarik, dalam kejadian pada tanggal 12 Juli itu, tercatat satu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol meninggal dunia akibat syok yang terjadi saat gempa berlangsung.
Aktivitas gempa kembali tercatat pada tanggal 18 Juli 2026 pukul 20.54 WITA. Kali ini, gempa bermagnitudo 3,3 berpusat sekitar 36 kilometer barat laut Buol dengan kedalaman 11 kilometer. Kemudian, pada Senin malam (20/7/2026), gempa bermagnitudo 4,1 kembali mengguncang wilayah yang sama dengan pusat gempa sekitar 36 kilometer di utara Buol dan kedalaman 10 kilometer.
Penyebab dan Imbauan BMKG
Rangkaian gempa yang terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan ini menunjukkan bahwa perairan utara Buol merupakan kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi. BMKG menjelaskan bahwa gempa-gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik yang terjadi di kawasan utara Sulawesi. Kondisi geologis ini menyebabkan wilayah tersebut memiliki potensi untuk mengalami gempa secara berulang-ulang.
Meskipun frekuensi gempa cukup tinggi, hingga saat ini BMKG belum melaporkan adanya potensi tsunami yang mengancam wilayah pesisir. Badan tersebut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia.
Warga di Kabupaten Buol juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Hal ini mengingat frekuensi aktivitas seismik di Buol masih cukup tinggi sepanjang bulan Juli 2026. Dengan adanya rangkaian gempa yang terjadi dalam waktu dekat, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Secara keseluruhan, kondisi seismik di Buol selama bulan Juli 2026 menunjukkan pola aktivitas yang konsisten. Empat kali gempa tercatat dengan magnitudo bervariasi mulai dari 2,4 hingga 5,1. Kedalaman gempa juga bervariasi, menunjukkan kompleksitas aktivitas tektonik di wilayah tersebut. BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan segera memberikan informasi terbaru jika ada perubahan signifikan dalam aktivitas seismik di Buol.