Hari Ketiga Pencarian KM Nurul Salsa, 25 Korban Masih Belum Ditemukan
Operasi SAR Lanjutkan Pencarian KM Nurul Salsa di Hari Ketiga
Hari Ketiga Pencarian KM Nurul Salsa 25 - Pencarian intensif terhadap penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Sulawesi Selatan kini memasuki hari ketiga. Hingga saat ini, sebanyak 25 orang dari total penumpang kapal masih belum ditemukan keberadaannya. Kapal feri tersebut hilang di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, sejak Rabu (15/7/2026) sore. Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Jumat (17/7/2026) menjelang malam karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, namun akan segera dilanjutkan kembali.
Tim SAR gabungan telah membagi area pencarian menjadi dua sektor berbeda untuk memperluas jangkauan pencarian. Berbagai unit pendukung turut serta dalam operasi ini, termasuk KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin 877 dari TNI Angkatan Laut Kodaeral VI Makassar, serta pesawat Boeing B737-200 milik TNI Angkatan Udara Lanud Sultan Hasanuddin yang melakukan pemantauan dari udara.
Tim dari KN SAR Kamajaya sempat menemukan sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Namun, pelampung tersebut tidak dapat dievakuasi karena kondisi gelombang laut yang tinggi. Hingga operasi dihentikan sementara pada Jumat (17/7/2026) sore, belum ada korban tambahan yang berhasil ditemukan.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, yang memimpin langsung koordinasi pencarian di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor penentu dalam kelancaran operasi pencarian yang berlangsung.
Koreksi Data Jumlah Penumpang
Basarnas Makassar telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap data jumlah penumpang kapal feri yang tenggelam. Setelah proses pencocokan manifest kapal dengan laporan keluarga serta identifikasi korban yang telah dievakuasi, jumlah total penumpang dipastikan sebanyak 78 orang. Dari jumlah tersebut, 52 orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam status hilang.
Awalnya 74 orang menjadi 78 orang. Pada saat pelaksanaan evakuasi di hari pertama ada tiga orang korban yang selamat yang tidak melaksanakan pelaporan ke posko pendataan dan satu orang yang disampaikan oleh keluarganya pada pukul 13.10 WIB tadi itu ikut dalam pelayaran tersebut dan masih dalam pencarian juga. Maka dari itu, untuk dalam pencarian korban bertambah satu orang menjadi 25 orang. Jadi jumlah keseluruhan menjadi 78 orang.
Perubahan data ini terjadi karena adanya tiga orang yang sebelumnya belum terdata dalam manifest kapal, namun kemudian dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Proses identifikasi ini menambah jumlah korban dalam pencarian menjadi 25 orang dari sebelumnya, sehingga total penumpang yang masih dicari mencapai angka tersebut.
Perkembangan Operasi Pencarian
KRI Marlin 877 telah menyelesaikan tugasnya dan kembali ke perairan Makassar setelah membantu operasi sejak hari pertama tenggelamnya kapal. Meskipun demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan oleh unsur SAR gabungan yang masih berada di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan.
Masyarakat yang berada di sekitar perairan tersebut diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa. Laporan tersebut akan dikirimkan ke posko SAR terdekat untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Koordinasi dengan masyarakat sekitar menjadi kunci penting dalam keberhasilan operasi pencarian.
Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh unsur SAR gabungan yang masih berada di lokasi. Fokus utama pencarian saat ini adalah menemukan 25 korban yang hingga kini keberadaannya masih belum diketahui. Kondisi cuaca dan gelombang laut menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasi pencarian yang sedang berlangsung. Seluruh tim SAR bekerja keras untuk memastikan setiap korban dapat ditemukan dengan selamat.