Key Strategy: Polda NTT Periksa Keluarga Dokter Icha Soal Dugaan Intimidasi
Key Strategy Polda NTT Periksa Keluarga Dokter Icha Soal Dugaan Intimidasi
Key Strategy - Kupang — Proses penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Nusa Tenggara Timur terus berlanjut dengan intensitas tinggi. Tim gabungan yang dibentuk oleh kepolisian daerah ini telah memeriksa beberapa anggota keluarga dari dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal dengan nama dokter Icha. Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka mengungkap dugaan intimidasi yang dilaporkan terjadi di fasilitas kesehatan setempat. Key Strategy ini menjadi langkah penting dalam memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Rumah Sakit Leona Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara menjadi lokasi utama peristiwa yang menjadi fokus penyelidikan. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 13 Juni 2026 di ruang instalasi gawat darurat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten TTU diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Key Strategy yang diterapkan oleh Polda NTT mencakup pendekatan komprehensif untuk mengumpulkan semua bukti yang relevan.
Jadwal Pemeriksaan Keluarga Dokter Icha
Pemeriksaan terhadap keluarga dokter Icha dilakukan pada hari Jumat, 10 Juli 2026. Pada tahap pertama, tim penyidik memanggil ayah, ibu, dan kekasih dari dokter Icha untuk memberikan keterangan. Sementara itu, dua adik dari dokter Icha dijadwalkan untuk menjalani proses pemeriksaan pada kesempatan berikutnya. Kehadiran para saksi dari pihak keluarga didampingi oleh tim kuasa hukum yang mewakili keluarga. Key Strategy ini memastikan bahwa setiap saksi memberikan keterangan yang lengkap dan akurat.
Saat tiba di Markas Besar Polda NTT, para saksi langsung menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Ditres PPA dan PPO. Ketua tim kuasa hukum keluarga dokter Icha, Viktor Manbait, menjelaskan bahwa fokus utama pemeriksaan adalah pada dugaan intimidasi yang dialami oleh dokter Icha. Proses ini berlangsung selama kurang lebih empat jam dengan penyidik mengajukan puluhan pertanyaan kepada para saksi. Key Strategy yang diterapkan memungkinkan penyidik untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang peristiwa yang terjadi.
"Tentunya ada keterangan-keterangan medis yang berkaitan dengan perawatan dan pengobatan dokter Icha," ungkap Viktor Manbait saat dikonfirmasi seusai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Ditres PPA dan PPO Polda NTT, Jumat (10/7/2026).
Viktor Manbait menambahkan bahwa hingga saat ini penyidik baru menyelesaikan pemeriksaan terhadap ayah, ibu, dan kekasih dokter Icha. Untuk dua adik almarhumah, proses pengambilan keterangan akan dijadwalkan kembali pada waktu yang akan ditentukan kemudian. Menurut Viktor, pemeriksaan terhadap seluruh saksi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dugaan intimidasi yang sedang diselidiki oleh kepolisian. Key Strategy ini juga mencakup koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses hukum berjalan lancar.
Proses Hukum dan Investigasi Paralel
Selain proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian, Viktor mengungkapkan bahwa ayah dokter Icha sebelumnya juga telah dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan DPRD Kabupaten TTU. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini setidaknya sepuluh orang telah dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan DPRD TTU dalam rangka mengusut dugaan pelanggaran etik yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Key Strategy ini menunjukkan bahwa ada upaya paralel untuk menyelesaikan kasus dari berbagai perspektif.
"Hingga saat ini ada 10 orang yang dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan DPRD TTU. Kita berharap semua itu bisa membantu teman-teman Badan Kehormatan untuk mengambil keputusan. Sebagaimana juga oleh tim investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam waktu 7 hari kemarin sudah mengeluarkan rekomendasi dengan tegas ada dugaan intimidasi terhadap dokter Icha," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, para penyidik Polda NTT masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi sebagai bagian integral dari proses penyelidikan. Belum ada pernyataan resmi dari pihak yang dilaporkan terkait dugaan intimidasi tersebut. Kepolisian menyatakan bahwa proses hukum akan terus berlangsung dan perkara akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Key Strategy yang diterapkan oleh Polda NTT ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus ini.