Latest Program: Brigpol Randi Lionel Ditahan Terkait Penembakan Briptu Excel di Bolmut
Brigpol Randi Lionel Ditahan Terkait Penembakan Briptu Excel di Bolmut
Latest Program - Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, menjadi tempat terjadinya kejadian penembakan yang menewaskan Briptu Excel Mamuli, seorang anggota kepolisian. Kebijakan penahanan terhadap Brigadir Polisi Randi Lionel Tarandung dilakukan oleh Propam Polres Bolmut setelah dugaan bahwa ia melakukan tembakan terhadap rekannya sendiri saat menangani keributan yang melibatkan senjata tajam di Desa Paku Induk, Kecamatan Bolangitan. Pemeriksaan intensif terus berlangsung untuk menelusuri apakah ada unsur kelalaian dalam penggunaan senjata api oleh Brigpol Randi. Dua pelaku lainnya masih dalam pencarian polisi.
Proses Investigasi dan Langkah Kapolda
Dalam wawancara dengan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menjelaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut sedang menjalani serangkaian pemeriksaan dan analisis mendalam. "Jika terbukti adanya kesalahan dalam prosedur, maka sesuai instruksi kapolda, anggota yang bersangkutan akan dikenai tindakan hukum yang berlaku," ujarnya, Selasa (30/6/2026). Polda Sulawesi Utara juga memastikan bahwa kasus ini dipantau secara ketat oleh Propam dan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) untuk menjamin transparansi dan keadilan dalam penanganannya.
Kombes Pol Alamsyah Hasibuan menegaskan bahwa pihak berwenang siap menerapkan sanksi hukum sesuai aturan yang berlaku, apabila terdapat bukti kuat tentang kelalaian dari Brigpol Randi.
Detik-detik Peristiwa Penembakan
Kasus ini terjadi pada Minggu (28/6/2026) saat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmut diterjunkan untuk menangani laporan keributan yang melibatkan senjata tajam di Desa Paku Induk. Tiga personel URC, termasuk Brigpol Randi Lionel, tiba di lokasi kejadian dan segera berupaya mengendalikan situasi. Salah satu pelaku keributan berhasil ditangkap dan dibawa ke mobil patroli. Namun, saat Briptu Excel melakukan pemeriksaan, seorang pelaku lain tiba-tiba menyerang dari belakang menggunakan senjata tajam.
Brigpol Randi, dalam upayanya mencegah kemungkinan penyerangan lebih lanjut, mengeluarkan senjata api organik untuk melumpuhkan pelaku. Tembakan tersebut mengenai dada kanan Briptu Excel, yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi. Seusai menembak, Brigpol Randi langsung memberikan pertolongan medis kepada rekannya sebelum membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolmut. Briptu Excel kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Manado untuk menjalani autopsi sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.
Reaksi Keluarga dan Harapan Keadilan
Ayah Briptu Excel, Jos Mamuli, mengungkapkan bahwa keluarga masih terpukul atas kejadian tersebut. Ia berharap investigasi dapat dilakukan secara menyeluruh untuk memberikan kejelasan dan keadilan bagi anaknya. "Kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab, apakah ada kesalahan dari pihak polisi atau faktor eksternal," kata Jos, yang menyampaikan pernyataan tersebut setelah menerima kabar duka dari pihak kepolisian.
Kasus ini menimbulkan kecaman di kalangan masyarakat setempat, yang merasa bahwa tindakan penembakan terjadi dalam situasi yang terkesan mendesak. Beberapa warga mengkritik penggunaan senjata api oleh polisi, sementara yang lain mendukung upaya menangani keributan secara cepat. Namun, dengan adanya pemeriksaan yang intensif, polisi berupaya menjawab kecurigaan tersebut dengan data dan bukti yang jelas.
Detail Kebijakan Penanganan Kasus
Propam dan Itwasda diberikan peran penting dalam menelusuri penyebab kejadian penembakan. Selain memeriksa apakah ada kelalaian dari Brigpol Randi, pihak penyidik juga meninjau prosedur pemeriksaan dan penanganan keributan yang dilakukan oleh tim URC. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil sesuai dengan protokol kepolisian yang berlaku. Sementara itu, polisi masih berusaha mengungkap identitas dua pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kapolda Sulawesi Utara telah memberikan perintah tegas agar investigasi dijalankan secara profesional dan transparan. "Penggunaan senjata api dalam penanganan keributan harus selalu diawasi untuk mencegah kesalahan yang bisa berdampak fatal," tutur Kombes Pol Alamsyah, yang menekankan pentingnya akuntabilitas dalam tindakan personel kepolisian. Selain itu, pihak kepolisian juga berkomitmen untuk memperbaiki prosedur dalam operasi penanggulangan konflik di masa depan.
Latar Belakang dan Penanganan Awal
Pada saat kejadian, masyarakat Desa Paku Induk melaporkan adanya keributan yang berpotensi merugikan keamanan publik. Tim URC Polres Bolmut berangkat ke lokasi dengan cepat, namun situasi semakin memanas ketika salah satu pelaku menyerang Briptu Excel dari belakang. Saat itu, Brigpol Randi segera mengambil langkah tindakan untuk melindungi rekan-rekannya, tetapi tembakan yang ditembakkan justru mengenai korban, yang sebelumnya dalam kondisi aman.
Setelah kejadian, Briptu Excel dilarikan ke RSUD Bolmut untuk pemeriksaan medis. Meski diberi pertolongan, korban tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya meninggal di RS Bhayangkara Manado. Jenazah diperiksa lebih lanjut oleh tim forensik sebelum diserahkan kepada keluarga. Kejadian ini menjadi sorotan publik, terutama karena melibatkan dua personel kepolisian yang mungkin terlibat dalam kelalaian.
Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Investigasi terus berjalan untuk menentukan apakah penembakan Briptu Excel disebabkan oleh kesalahan penggunaan senjata api atau faktor lainnya. Kombes Pol Alamsyah Hasibuan menyatakan bahwa proses hukum akan diterapkan jika terdapat bukti yang memadai. "Kami y