Latest Program: Gempa Guncang Sangihe, Pasien RSUD Liun Kendage Dievakuasi
Gempa Guncang Sangihe, Pasien RSUD Liun Kendage Dievakuasi
Peristiwa Kecelakaan Alami di Sulawesi Utara
Latest Program - Pada hari Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 19.40 Waktu Indonesia Barat, sebuah guncangan bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 menggoyang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Getaran yang cukup kuat ini menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat, termasuk para pasien dan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna. Lokasi kejadian menjadi perhatian utama setelah gempa tersebut memicu reaksi cepat dari seluruh pihak yang terlibat.
Beberapa saksi mengatakan bahwa getaran pertama terasa seperti biasa, namun segera berubah menjadi lebih kuat ketika gelombang gempa berlanjut. Di RSUD Liun Kendage, pasien yang sedang menjalani perawatan bersama keluarga pendamping mereka langsung diungsikan ke area terbuka setelah merasakan dampak yang signifikan. Petugas medis, bersama dengan para pengunjung, bergerak dengan cepat untuk memastikan evakuasi berjalan lancar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat mengancam struktur bangunan.
Karena sejumlah pasien mengalami kesulitan bergerak, mereka dipindahkan menggunakan kursi roda atau tempat tidur untuk menghindari risiko cedera tambahan. Halaman RSUD Liun Kendage Tahuna terlihat dipenuhi oleh pasien, keluarga, serta staf kesehatan yang memilih berada di luar gedung hingga kondisi dianggap stabil. Meski terjadi kepanikan, petugas rumah sakit berusaha mempertahankan ketertiban dan membantu masyarakat mengambil langkah-langkah yang tepat.
Salah satu pendamping pasien, Adelsity Taaluru, memberikan keterangan tentang reaksi awalnya. "Awalnya saya pikir itu hanya getaran biasa, tetapi ketika guncangan makin hebat dan lampu-lampu di ruangan mulai bergetar, kami langsung keluar sambil membantu mendorong tempat tidur keluarga yang sedang dirawat," ujarnya. Ia menuturkan bahwa kekhawatiran masyarakat meningkat ketika getaran berlangsung cukup lama, meski petugas rumah sakit berusaha menenangkan para pengunjung dengan respons yang cepat.
"Semua orang terlihat panik, namun petugas rumah sakit bergerak cepat untuk memberikan bantuan," kata Adelsity.
Dalam situasi darurat seperti ini, pihak rumah sakit memastikan bahwa setiap pasien dan pengunjung diberikan instruksi jelas terkait prosedur evakuasi. Di luar bangunan, sejumlah orang memilih berkumpul untuk menunggu hingga gempa berakhir. Kondisi di sekitar RSUD tetap dipantau secara ketat oleh tim darurat, sementara itu, para staf medis tetap berada di lokasi untuk mengawasi keadaan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan fisik akibat gempa tersebut. Meski demikian, pihak berwenang meminta masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum diverifikasi. "Laporan tentang kerusakan atau korban meninggal masih dalam proses investigasi," kata seorang perwira dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, gempa ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat setempat untuk memperkuat kesadaran akan risiko bencana alam. Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang berada di jalur sismik aktif, seringkali mengalami guncangan bumi dengan intensitas bervariasi. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah setempat telah menyusun rencana mitigasi yang melibatkan seluruh stakeholder, termasuk rumah sakit, dalam menghadapi situasi darurat.
Evakuasi di RSUD Liun Kendage Tahuna berlangsung secara teratur, dengan pasien yang lebih mudah bergerak diberi petunjuk untuk berjalan perlahan, sementara yang memerlukan bantuan tetap didorong oleh petugas. Rencana evakuasi ini berjalan efektif karena adanya persiapan yang matang sejak dini. Kepala rumah sakit juga berkomunikasi langsung dengan para pengunjung untuk memastikan bahwa semua kebutuhan mereka terpenuhi selama proses penungguan.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terburu-buru mempercayai berita yang belum disahkan. Petugas dari badan penanggulangan bencana serta lembaga kesehatan juga memberikan panduan terkini terkait kondisi alam setelah gempa berakhir. "Selama gempa, kita harus fokus pada keamanan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita," kata seorang petugas penyelamat.
Berita Terkini dari Berbagai Wilayah
Di samping kejadian di Sangihe, berbagai wilayah lain di Indonesia juga melaporkan peristiwa penting. Dalam artikel terkait, disebutkan bahwa sebuah kecelakaan terjadi di Bandara Juanda, dimana seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) bernama Bangkalan dinyatakan tewas. Keluarga korban mengungkap