AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Momen Gibran Rakabuming Hadiahi Sepeda dan Alat Musik untuk Anak Papua

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By Rizki Maulana

Momen Gibran Rakabuming Hadiahi Sepeda dan Alat Musik untuk Anak Papua

Kunjungan Istimewa di Manokwari

Latest Program - Manokwari, Beritasatu.com — Di tengah suasana penuh semangat yang menyambut pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV, Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan interaksi yang tak terlupakan dengan sejumlah anak-anak di acara tersebut, Sabtu (20/6/2026). Aktivitas ini menjadi sorotan utama, mengingat Gibran secara langsung memanggil beberapa peserta untuk berbagi momen bersama di panggung utama. Dalam kesempatan tersebut, ia berusaha membangun hubungan yang hangat dengan para peserta, termasuk anak-anak dari berbagai latar belakang yang hadir.

Kegiatan pembukaan Pesparawi XIV berlangsung di Manokwari, Papua Barat, sebagai bagian dari rangkaian acara seni dan budaya yang menarik perhatian masyarakat. Gibran, yang dikenal memiliki bakat dalam musik, mengambil kesempatan untuk merayakan kehadiran anak-anak dengan hadiah spesial. Dari total lima anak yang dipilih, tiga di antaranya menerima sepeda sebagai hadiah, sedangkan dua lainnya diberi alat musik seperti keyboard dan gitar. Hadiah ini disematkan sebagai bentuk dukungan untuk perkembangan bakat musikal dan olahraga di kalangan generasi muda.

"Kamu kelas berapa?" tanya Gibran dengan santai kepada salah satu anak yang dipanggil.

Salah satu anak yang menjadi pusat perhatian adalah Tenia, siswi kelas 4 SD yang terlihat antusias saat dipanggil ke atas panggung. Gibran memulai percakapan dengan memastikan tingkat pendidikan Tenia. “Saya kelas 4 SD,” jawab Tenia dengan senyum ceria. Mendengar itu, Gibran langsung merespons dengan humor. “Seumuran sama anakku,” ujarnya, seolah membangun ikatan persahabatan seketika.

Tenia kemudian menunjukkan keahliannya dengan memainkan Tari Tifa, gerakan tradisional yang menjadi ciri khas budaya Papua. Tarian tersebut dipersembahkan di hadapan ribuan penonton yang antusias, menciptakan suasana penuh kegembiraan. Setelah penampilan, Gibran memberikan hadiah yang telah disiapkan. Keberadaan sepeda dan alat musik dianggap sebagai simbol perhatian pemerintah terhadap kebutuhan anak-anak di daerah terpencil.

Kunjungan Gibran ke Manokwari tidak hanya terfokus pada acara seni. Sebagai bagian dari agenda kerja, ia juga melanjutkan misi untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat. Salah satu tujuannya adalah meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Manokwari Selatan. Tempat ini dianggap sebagai pusat peningkatan kualitas produk pertanian lokal, yang bisa menjadi pendorong utama perekonomian daerah.

Pada hari terakhir kunjungan, Gibran rencananya akan mengunjungi Kabupaten Asmat di Papua Selatan. Di sana, ia akan melihat langsung sejumlah fasilitas publik, seperti Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, serta Gereja Katedral Salib Suci. Tiap lokasi ini memiliki peran penting dalam upaya memperkuat percepatan pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan masyarakat. Misalnya, pengunjungan ke museum bertujuan untuk mempromosikan kekayaan budaya lokal, sementara Sekolah Lapang Sagu menjadi ajang pembelajaran teknik pertanian berbasis inovasi.

Simbol Perhatian Pemerintah

Hadiah yang diberikan Gibran kepada anak-anak tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa pemerintah tetap mengutamakan kesejahteraan generasi muda. Sepeda dan alat musik diberikan sebagai alat untuk memicu semangat belajar serta mengembangkan kreativitas. Ini menjadi momentum penting bagi anak-anak yang sebagian besar berasal dari lingkungan kurang mendukung.

Gibran juga berharap momen ini mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak Papua lainnya. Dalam wawancara sebelumnya, ia menekankan pentingnya pendidikan dan kesenian dalam membentuk karakter masyarakat. “Anak-anak adalah aset terbesar bangsa, jadi kita harus memberikan kesempatan mereka untuk berkembang secara holistik,” kata Gibran dalam sebuah pidatonya saat membuka acara tersebut.

Kehadiran Gibran di Manokwari juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kebudayaan Papua, yang kaya akan tradisi dan seni, menjadi salah satu fokus pembangunan nasional. Dengan hadir di tengah-tengah kegiatan tersebut, Gibran memastikan bahwa perhatian terhadap budaya dan seni tidak terlewat.

Bagi Tenia, momen ini menjadi kenangan berharga. “Saya sangat senang, Pak Gibran menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan kami,” ujarnya setelah penampilannya. Semangat dan kegembiraan Tenia mencerminkan dampak positif dari kehadiran tokoh nasional di tengah masyarakat lokal. Harapan masyarakat Papua untuk terus mendapatkan perhatian dan pembangunan pun semakin terwujud melalui langkah-langkah seperti ini.

Kegiatan Lain di Papua

Selain Pesparawi XIV, Gibran juga melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai lokasi strategis di Papua Barat. Rencananya, ia akan mengunjungi Sentra Produksi Kakao Ransiki sebagai bagian dari upaya mengakselerasi industri pertanian. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk lokal tetap kompetitif dan mampu menjangkau pasar nasional.

Pada hari terakhir kunjungan, Gibran akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Asmat. Di sana, ia akan menginventarisasi kebutuhan masyarakat terkait pendidikan dan kesehatan. RSUD Agats, misalnya, menjadi salah satu tempat prioritas. Fasilitas kesehatan ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan medis yang lebih luas dan memadai. Selain itu, kunjungan ke Sekolah Lapang Sagu bertujuan untuk menilai kinerja program pengembangan pertanian berbasis teknologi.

Dengan berbagai agenda kerja ini, Gibran menunjukkan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada sektor budaya, tetapi juga menjangkau bidang ekonomi dan infrastruktur. Kehadirannya di Manokwari dan Asmat mencerminkan prioritas pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah juga berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif bagi anak-anak Papua.

Artikel Terkait

Simak berita dan artikel lainnya di Google News, serta ikuti pembaruan terkini melalui WhatsApp Channel Beritasatu. Beberapa topik menarik lainnya termasuk: - Konten serupa - Konten terkait - Berita lain -