New Policy: Jelang HUT Bhayangkara, Polres Kepulauan Sangihe Ziarah ke TMP Malebur
Jelang HUT Bhayangkara, Polres Kepulauan Sangihe Ziarah ke TMP Malebur
New Policy - Sehari sebelum perayaan puncak hari ulang tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli, Polres Kepulauan Sangihe melaksanakan upacara ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Malebur, Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, pada Selasa (30/6/2026). Acara tersebut diadakan di wilayah hukum Polres setempat sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan yang menjadi fondasi perjuangan bangsa. Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-80 Bhayangkara, yang diharapkan menjadi momen refleksi bagi seluruh personel Polri dalam menjaga semangat pengabdian dan patriotisme.
Kegiatan Ziarah dan Makna Spiritual
Dalam suasana yang penuh kesan hormat, upacara ziarah di TMP Malebur dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan penghormatan terhadap arwah para pahlawan. Personel Polri juga melakukan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di pusara para pejuang. Kegiatan ini tidak hanya mengingatkan tentang peran pahlawan dalam membentuk bangsa, tetapi juga menyimbolkan komitmen institusi kepolisian untuk terus berada di garda depan perlindungan dan pelayanan masyarakat.
Memperingati hari ulang tahun Bhayangkara ke-80, kegiatan ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang keberanian para pendahulu yang mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan. TMP Malebur, sebagai tempat istirahat terakhir bagi para pahlawan, memiliki makna khusus bagi masyarakat Kepulauan Sangihe. Upacara yang dihadiri oleh sejumlah personel kepolisian dan tamu undangan tersebut menegaskan bahwa penghargaan terhadap jasa pahlawan tidak pernah lekang, bahkan semakin mendalam seiring berkembangnya zaman.
Pesan Kapolres: Pengorbanan yang Harus Diabadikan
“Ziarah ini adalah pengingat bagi kami tentang nilai pengorbanan dan tanggung jawab yang harus terus dijaga sebagai bagian dari komitmen Bhayangkara,” ujar Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Abdul Kholik menegaskan bahwa ziarah rombongan tidak sekadar rutinitas seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam. Ia menjelaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kita harus terus meneladani integritas dan dedikasi mereka, agar bisa menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang lebih baik bagi rakyat,” tambah Kapolres.
Menurut AKBP Abdul Kholik, momentum peringatan HUT ke-80 Bhayangkara menjadi ajang untuk memperkuat identitas institusi kepolisian. “Kami ingin menegaskan bahwa Bhayangkara bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga komitmen untuk hadir sebagai institusi yang profesional, modern, dan terpercaya,” kata mantan perwira Polri yang kini memimpin Polres Sangihe. Ia menambahkan, kegiatan ziarah ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara polisi dengan masyarakat, yang menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.
Program Peningkatan Profesionalisme
Polres Kepulauan Sangihe, melalui kegiatan ziarah ini, menegaskan komitmen dalam memperkuat semangat pengabdian dan profesionalisme. Dalam suasana yang penuh makna, seluruh personel kepolisian berbaris rapi sambil menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia. Kapolres juga mengingatkan para anggotanya untuk tetap menjaga semangat patriotisme, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80, Polres Sangihe juga merencanakan beberapa kegiatan lain, seperti dialog dengan masyarakat dan pelatihan keahlian bagi anggota. “Kami ingin menjadikan Bhayangkara sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk kehumanisan dan responsif dalam menghadapi berbagai kebutuhan masyarakat,” jelas Kapolres. Ia berharap semangat para pahlawan dapat menjadi bahan motivasi bagi anggota Polri untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam menjalankan tugas.
Refleksi dan Harapan Masa Depan
Momen ziarah di TMP Malebur tidak hanya menjadi pengingat akan sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat kembali tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Kepulauan Sangihe. Kapolres mengatakan bahwa keberhasilan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah bukti bahwa semangat Bhayangkara tetap hidup di kalangan personel.
“Dengan penghormatan ini, kami berharap bisa menciptakan rasa hormat dan kebanggaan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pahlawan,” tambah AKBP Abdul Kholik.
Kegiatan ziarah juga membuka peluang untuk menyatukan visi dan misi Polri dengan kebutuhan masyarakat. Kapolres menekankan bahwa pengabdian harus selalu diiringi dengan komitmen terhadap keadilan dan keberlanjutan. “Bhayangkara adalah semangat yang harus diwariskan, bukan hanya sebagai kenangan, tetapi sebagai arah perjuangan kita ke depan,” pungkasnya.
Dalam konteks wilayah Kepulauan Sangihe, yang terdiri dari beberapa pulau dengan kebutuhan sosial yang beragam, kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kedekatan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Kapolres menyatakan bahwa dengan menjaga semangat perjuangan para pahlawan, polisi dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi masalah yang muncul, baik secara langsung maupun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pelaksanaan ziarah rombongan juga menunjukkan bahwa Polres Sangihe terus berusaha memperkuat keseimbangan antara tugas operasional dan kegiatan sosial. Kapolres menambahkan, ini adalah salah satu langkah dalam mewujudkan visi Polri sebagai institusi yang dekat dengan rakyat, profesional, dan mampu menghadirkan keadilan. “Semangat Bhayangkara bukan hanya tentang keberanian, tetapi juga tentang kebersamaan dalam melindungi dan melayani masyarakat,” tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan seperti ziarah ke TMP Malebur semakin menjadi bagian dari tradisi yang dihargai oleh masyarakat. Kapolres berharap dengan melibatkan seluruh personel kepolisian dalam momen seperti ini, semangat pengorbanan para pahlawan akan terus diteruskan dan menjadi landasan untuk membangun kepercayaan bersama. Dengan demikian, HUT ke-80 Bhayangkara tidak hanya menjadi hari istimewa, tetapi juga menjadi pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan semangat pengabdian yang tak pernah pudar.