Special Plan: Bersiap Dikunjungi PM Modi, Operasional Candi Prambanan Disesuaikan
Bersiap Dikunjungi PM Modi, Operasional Candi Prambanan Disesuaikan
Special Plan - Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Sleman, Jawa Tengah, pengelola Candi Prambanan melakukan penyesuaian jadwal operasional sebagai bagian dari persiapan agenda kenegaraan yang akan digelar pada Rabu (8/7/2026). Kunjungan ini merupakan salah satu momen penting dalam lawatan Modi ke Indonesia, yang diharapkan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Selama kunjungan, PM Modi akan bersama Presiden RI Prabowo Subianto melakukan upacara pembukaan proyek konservasi Candi Prambanan, sebuah situs sejarah yang diakui sebagai warisan dunia UNESCO sejak tahun 1991.
Proyek konservasi yang akan dimulai ini bertujuan memperbaiki kondisi bangunan candi kuno yang telah berdiri lebih dari seribu tahun. Proses perawatan ini menjadi langkah konkret dalam kerja sama bidang pelestarian budaya antara Indonesia dan India. Selain itu, dalam kesempatan yang sama, kedua negara juga sepakat menetapkan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara, sebuah inisiatif untuk memperdalam kolaborasi di bidang pendidikan dan diplomasi budaya. Penetapan ini diharapkan mendorong pertukaran ilmu dan pengembangan program-program kemitraan yang lebih inklusif.
Pengelolaan Candi Prambanan dikelola oleh InJourney Destination Management (IDM), yang dalam persiapan kunjungan PM Modi telah melakukan penyesuaian beberapa aspek layanan. Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan menjaga kelancaran agenda kenegaraan tanpa mengganggu pengalaman wisatawan. "Kami memastikan pengunjung tetap dapat menikmati eksplorasi Candi Sewu, Bubrah, Lumbung, dan Lapangan Siwa secara aman, sekaligus merasakan nilai sejarah dan budaya yang menyelimuti kawasan ini," kata Gistang, Selasa (7/7/2026).
Kawasan Candi Prambanan tidak ditutup sepenuhnya meskipun menjadi lokasi kunjungan kenegaraan. Wisatawan tetap diperbolehkan masuk selama 7–8 Juli 2026 melalui pintu utama Candi Sewu, Klaten. Area yang terbuka meliputi tiga candi utama—Candi Sewu, Bubrah, dan Lumbung—serta Lapangan Siwa, yang sering digunakan untuk acara budaya dan upacara adat. Tiket yang dibeli secara online untuk tanggal tersebut tetap berlaku, dengan penyesuaian ruang yang dapat dikunjungi dan penambahan fasilitas tambahan untuk pengunjung. Sementara itu, pembelian tiket langsung di lokasi dibatasi hingga pukul 15.00 WIB guna mengoptimalkan alur pengunjungan.
Simbol Kemitraan Budaya dan Sejarah
Kunjungan PM Modi ke Candi Prambanan dianggap sebagai simbol eratnya ikatan sejarah antara Indonesia dan India. Sebagai bangunan kuno yang bermukim di tengah peradaban Hindu-Java, candi ini memiliki nilai penting dalam memperlihatkan pengaruh budaya India di Nusantara. Dalam pernyataannya, Modi menyebut Candi Prambanan sebagai "saksi bisu hubungan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad antara dua negara". Ia menekankan bahwa proyek konservasi ini menjadi momentum penting untuk menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut, khususnya bagi generasi mendatang.
Koordinasi antara pihak pengelola dan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pihak terkait juga dilakukan secara intensif. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara kunjungan Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi berjalan lancar, teratur, serta meminimalkan risiko gangguan dari luar. Penyesuaian operasional dilakukan secara dinamis, dengan adaptasi terus-menerus berdasarkan kebutuhan pengamanan di lapangan, sekaligus menjaga kenyamanan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan kawasan tersebut.
Pembukaan proyek konservasi Candi Prambanan ini tidak hanya menjadi langkah strategis dalam pelestarian budaya, tetapi juga menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pariwisata dan pendidikan. Indonesia dan India secara bersamaan berupaya meningkatkan keberlanjutan wisata sejarah serta promosi kebudayaan masing-masing. Pemimpin keduanya sepakat memperluas kolaborasi melalui program-program seperti pelatihan tenaga ahli, penerapan teknologi digital dalam pengelolaan situs, dan pengembangan kurikulum pendidikan yang mencakup sejarah keduanya.
Modi menekankan bahwa Candi Prambanan tidak hanya memiliki nilai arkeologi, tetapi juga memainkan peran penting dalam mempererat ikatan antara kedua bangsa. "Bangunan ini menunjukkan bagaimana budaya India telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Indonesia, yang kini terus berkembang melalui inisiatif seperti proyek konservasi ini," ujar PM Modi dalam pernyataan resmi. Kehadiran PM Modi di kawasan Candi Prambanan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing bangsa.
Penyesuaian operasional yang dilakukan oleh IDM mencakup pengaturan jadwal pengunjungan, peningkatan keamanan di sekitar area candi, dan pengoptimalan fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan pengunjung. Dengan penyesuaian ini, pengelola berharap bisa menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas pengelolaan situs yang menjadi ikon budaya Indonesia. Gistang mengungkapkan bahwa IDM telah bekerja sama dengan lembaga terkait untuk menjamin keberhasilan acara tersebut.
Proyek konservasi Candi Prambanan juga diharapkan menjadi contoh terbaik dalam kolaborasi antara institusi Indonesia dan India. Selama kunjungan PM Modi, beberapa kegiatan pendamping seperti pameran sejarah, sesi dialog budaya, dan workshop pengelolaan pariwisata akan diadakan di kawasan tersebut. Selain itu, PM Modi juga akan melakukan kunjungan ke Kompleks Parlemen Senayan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan resmi ke Jakarta, yang akan menjadi titik akhir lawatannya.
Dengan adanya penyesuaian ini, pengelola Candi Prambanan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan jadwal kenegaraan dan layanan kepada wisatawan. Penyesuaian yang diterapkan juga melibatkan peningkatan kualitas fasilitas seperti penambahan jalur khusus, petugas pandu, dan penerapan sistem pengaturan alur pengunjung yang lebih efisien. Gistang menyatakan bahwa tim IDM terus memantau situasi secara real-time untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi selama event tersebut.
Kunjungan PM Narendra Modi ke Sleman juga menjadi sorotan media nasional dan internasional, karena menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kemitraan dengan India. Dalam konteks global, kemitraan ini dianggap penting untuk menunjang pengembangan pariwisata dan pendidikan yang saling mendukung. Candi Prambanan, sebagai simbol peradaban kuno, akan menjadi tempat pertemuan budaya dan sejarah yang menarik untuk dijelajahi oleh pengunjung dari berbagai belahan dunia.