AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Anak Buruh Tani Gunungkidul Raih Beasiswa 100 Persen di UGM

Published Juli 2, 2026 · Updated Juli 2, 2026 · By Tegar Saputra

Anak Buruh Tani Gunungkidul Raih Beasiswa 100 Persen di UGM

Topics Covered - Kehidupan Leni Ismawati (18), siswi asal Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang. Meski terbatasi oleh kondisi ekonomi keluarga, ia tetap berjuang keras untuk mewujudkan impian pendidikan tinggi. Dengan perjuangan luar biasa, Leni berhasil diterima di program studi akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Hasilnya, ia memperoleh beasiswa pendidikan unggul dengan pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) 100%, yang membuktikan bahwa mimpinya tetap bisa terwujud. Perjalanan ini menjadi cerminan dari semangat luar biasa yang ia perlihatkan, meski dihadapkan pada tantangan yang menguras daya.

Leni, putri dari Semojo (50) dan Erni (37), tumbuh dalam lingkungan yang bergantung pada hasil pertanian dan beternak. Penghasilan keluarga yang tidak menentu sering kali menguras dana, tetapi Erni tetap berusaha memberikan dukungan penuh agar anaknya tidak tertinggal. Dengan kondisi yang terbatas, Leni belajar mengatur keuangan secara cermat dan mengoptimalkan setiap peluang yang ada. Keberhasilannya mendaftar ke UGM melalui SNBP juga menjadi bukti bahwa pendidikan bisa dicapai meski di tengah keterbatasan, selama ada tekad dan persiapan yang matang.

"Saya selalu mendorong anak saya untuk sekolah, bagaimanapun caranya agar biaya nanti bisa dicari. Saya tidak ingin dia menyesal seperti orang tuanya," ujar Erni, Selasa (30/6/2026).

Dukungan dari kedua orang tua menjadi pendorong utama bagi Leni. Meski tinggal di rumah kos saat bersekolah di SMA Negeri 1 Wonosari, ia tidak mengeluhkan kenyamanan yang lebih sederhana. Kondisi ini justru memupuk rasa mandiri dan disiplin dalam mengatur waktu belajar. Leni memilih belajar secara mandiri, bahkan rutin bangun pukul 02.00 WIB untuk mempersiapkan materi sebelum berangkat ke sekolah. Ini adalah kebiasaan yang ia jaga sejak duduk di bangku SD. Selama ini, Leni tidak pernah mengikuti bimbingan belajar berbayar, karena biaya sering kali menjadi hambatan. Meski demikian, ia tetap berhasil meraih peringkat kedua eligible dalam seleksi SNBP, yang memungkinkannya lolos ke UGM.

Topics Covered - Kehidupan Leni sebagai anak tani membentuk fondasi awal untuk keberhasilannya di masa depan. Dalam keluarga yang menggantungkan hidup dari pertanian, ia belajar menjaga semangat belajar sejak kecil. Ia tahu bahwa pendidikan adalah kunci untuk melewati keterbatasan ekonomi. Sebagai anak tunggal, Leni tidak memiliki saudara yang bisa menemani belajarnya, sehingga ia selalu berusaha memanfaatkan sumber daya terbatas dengan sebaik-baiknya. Harapan orang tuanya untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi menjadi motivasi utama. Keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler juga membantu menyeimbangkan tugas akademik dengan komitmen sosial.

Kehidupan Sebagai Anak Tani

Menjadi bagian dari komunitas buruh tani, Leni menghadapi tantangan unik yang memperkaya pengalamannya. Ia belajar menghargai setiap usaha, baik dari pertanian yang sehari-hari menghasilkan pangan, maupun dari kegiatan sekolah yang menuntut kesabaran. Kondisi ekonomi yang sering tidak stabil membuatnya lebih paham betapa berharganya peluang pendidikan. Dengan mengatur keuangan secara cermat, Leni mampu memenuhi kebutuhan sekolah tanpa mengorbankan kualitas. Hal ini menjadi cerminan dari kemampuan manajemen waktu dan prioritas yang ia pelajari sejak dini, yang kini membawanya meraih beasiswa dengan nilai UKT 100%.

Erni, ibu Leni, mengatakan bahwa selama ini ia berjuang keras untuk memberikan pendidikan kepada anaknya. Ia juga bekerja sebagai buruh tani di lahan milik warga, yang bertujuan agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. "Saya selalu berusaha memprioritaskan pendidikan. Meski hidup sederhana, anak-anak saya harus punya masa depan yang lebih baik," tegas Erni. Dukungan dari ibu ini memberinya kekuatan moral untuk terus berjuang, bahkan ketika kondisi ekonomi memburuk. Keberhasilan Leni menjadi bukti bahwa dengan usaha dan semangat, anak-anak dari latar belakang sederhana bisa menembus batas.

Kepemimpinan dan Keterlibatan Sosial

Selain fokus pada akademik, Leni juga aktif dalam berbagai organisasi sekolah. Ia menjadi anggota Rohani Islam (Rohis), Palang Merah Remaja (PMR), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Partisipasi aktif ini tidak hanya mengasah keterampilan sosial, tetapi juga membantu menyeimbangkan tugas akademik dengan kegiatan ekstrakurikuler. Keterlibatannya dalam PMR, misalnya, membuatnya lebih peka terhadap masalah masyarakat sekitar. Selama ini, Leni selalu menganggap pendidikan sebagai bagian dari kehidupan yang lebih luas, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Topics Covered - Kepemimpinan Leni dalam berbagai organisasi sekolah menunjukkan bakatnya dalam berkomunikasi dan mengelola tim. Dalam setiap kegiatan, ia belajar menghargai kerja sama, kejujuran, dan semangat gotong royong. Kemampuannya ini tidak hanya membantu dalam menyelesaikan tugas, tetapi juga memperkaya pengalamannya dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Dengan keterlibatan sosial yang aktif, Leni semakin memahami bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Keberhasilannya meraih beasiswa 100% di UGM menjadi bukti bahwa tanggung jawab sosial dan akademik bisa seimbang.

Kepandaian Leni di bidang akademik terlihat jelas sepanjang masa belajarnya. Sejak SMA, ia memiliki minat yang kuat terhadap ekonomi, yang semakin berkembang setelah mempelajari akuntansi di kelas XII. Bidang ini dianggapnya memiliki peluang karier yang luas, terutama bagi anak-anak dari latar belakang sederhana. "Ibu sempat berpesan agar jangan takut mengejar mimpi. Hal itulah yang akhirnya membuat saya berani mencoba mendaftar di jurusan akuntansi UGM," kata Leni. Keputusan ini tidak hanya berdasarkan hasrat pribadi, tetapi juga untuk mewujudkan harapan orang tuanya. Dengan beasiswa 100%, ia kini punya kesempatan untuk mengembangkan potensi diri tanpa beban finansial.