AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Podcast Relasi: Zulkifli Ungkap Peluang Sabang Jadi Hub Internasional

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By Tegar Saputra

Podcast Relasi: Zulkifli Ungkap Peluang Sabang Jadi Hub Internasional

Topics Covered - Dari Jakarta, Beritasatu.com – Kota Sabang, yang diwakili oleh Wali Kota Zulkifli H Adam, menjadi topik utama dalam sesi diskusi di Podcast Relasi. Acara tersebut dipandu oleh Syukri Rahmatullah, Pemimpin Redaksi Beritasatu.com, dan diadakan di Kantor B-Universe, Gedung Tokyohub, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kesempatan ini, Zulkifli mengungkap potensi besar Sabang sebagai titik transit penting di jalur perdagangan Selat Malaka.

Dalam wawancara, Zulkifli menekankan bahwa Sabang, yang terletak di Pulau Weh, Aceh, bisa menjadi kota pelayaran internasional jika dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut kota tersebut memiliki kemiripan dengan Singapura dalam hal potensi ekonomi, terutama melalui layanan pengisian bahan bakar dan penyediaan air bersih bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah strategis ini. “Sabang sama-sama intan dengan Singapura,” ujarnya, menggambarkan visi Sabang sebagai pusat logistik global.

“Sabang itu airnya melimpah, baik berupa air terjun, kemudian ada air danau, ada air waduk. Itu kenapa tidak dimanfaatkan oleh negara. Apabila ini dimanfaatkan oleh negara, mungkin Indonesia bisa mendapatkan salah satu pendapatan paling besar dari Sabang,” kata Zulkifli.

Zulkifli menjelaskan bahwa saat era kolonial, Sabang berperan sebagai pelabuhan utama yang digunakan oleh Belanda untuk mengisi bahan bakar dan air bagi kapal-kapal besar yang melewati Selat Malaka dan Samudera Hindia. “Singapura dimanfaatkan oleh Inggris,” tambahnya, menyoroti perbedaan pengembangan antara kedua kota tersebut.

Menurut Zulkifli, setelah kemerdekaan, Singapura terus berkembang menjadi kota transshipment yang mampu menarik kapal dari berbagai belahan dunia. Sementara itu, Sabang tidak lagi menjadi pusat perhatian utama. “Satu kelemahan Sabang, kurang mendapatkan perhatian,” ujarnya, menyoroti kurangnya peningkatan infrastruktur dan kebijakan pemerintah terhadap kota paling barat Indonesia ini.

Salah satu peluang yang belum dimaksimalkan, menurut Zulkifli, adalah ketersediaan air tawar bersih. Ia menyebut air yang melimpah di Sabang, baik dari alam maupun sistem penyimpanan, bisa menjadi sumber pendapatan besar jika diperdagangkan kepada kapal internasional. “Singapura itu jual air tawar dalam per metrik ton US$ 50. Kemudian setiap kapal yang singgah di Singapura itu harus mengisi air sampai 800 metrik ton,” jelasnya sebagai contoh.

Zulkifli juga menyoroti kedalaman alami pelabuhan Sabang yang mencapai 24 meter. Faktor ini menurutnya membuat kota tersebut menjadi lokasi ideal bagi kapal-kapal besar untuk berlabuh. “Sabang sangat potensi sebagai tempat transit karena pelabuhannya memiliki kedalaman laut alami 24 meter, sehingga bisa disinggahi oleh kapal besar,” ujarnya.

Dalam sesi wawancara, Zulkifli meminta pemerintah pusat dan investor untuk tidak ragu menggarap potensi Sabang. Ia menyatakan bahwa keamanan di kota tersebut kini sangat terjamin, sehingga menjadi dasar untuk pengembangan ekonomi. “Negara harus memanfaatkan air tawar yang melimpah di Sabang, karena bisa meningkatkan pendapatan negara dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Kelancaran Sabang sebagai hub internasional, menurut Zulkifli, bisa mendatangkan manfaat ekonomi yang signifikan. Ia mencontohkan bagaimana Singapura mampu menarik pendapatan melalui layanan air tawar. “Jika Sabang bisa melakukan hal serupa, maka pendapatan negara akan meningkat secara signifikan,” ujarnya, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam pengembangan kota pesisir ini.

Strategi Pengembangan Sabang

Dalam menegaskan visinya, Zulkifli menekankan bahwa Sabang harus menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan nasional. Ia menyatakan bahwa pengembangan kota ini tidak hanya melibatkan sektor pelayaran, tetapi juga sektor energi dan logistik. “Sabang memiliki potensi yang luar biasa, tapi saat ini belum digarap secara optimal,” ujarnya, meminta dukungan dari pihak berwenang.

Zulkifli menambahkan bahwa kedekatan geografis Sabang dengan jalur perdagangan utama dunia, yakni Selat Malaka, menjadikannya lokasi unik yang bisa memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Ia juga mengingatkan bahwa daerah ini harus memanfaatkan sumber daya alamnya secara bijak untuk menghasilkan manfaat jangka panjang.

Dalam diskusi, Zulkifli menyebut bahwa keterlibatan pemerintah dan investor yang konsisten adalah kunci keberhasilan pengembangan Sabang. “Jika negara tidak bersikap aktif, Sabang akan tetap jadi kota yang belum tergarap,” kata politisi Partai Amanat Nasional tersebut. Ia berharap bahwa kota ini bisa menjadi pusat pengisian bahan bakar dan air bersih yang diminati oleh kapal-kapal internasional.

Kota Sabang, yang berada di ujung barat Indonesia, memiliki letak geografis strategis yang bisa mempercepat proses perdagangan. Dengan memanfaatkan kedalaman laut 24 meter, pelabuhan Sabang bisa menjadi destinasi utama bagi kapal besar yang melewati Selat Malaka. Zulkifli menilai bahwa jika kondisi ini dipertahankan, Sabang akan menjadi pilihan utama bagi pengembangan kawasan pesisir Aceh.

Kehadiran pelabuhan Sabang juga berpotensi meningkatkan ekonomi lokal. Dengan adanya layanan pengisian bahan bakar dan air tawar, kota ini bisa menjadi penyokong logistik yang menguntungkan masyarakat sekitar. “Investasi di Sabang tidak hanya menguntungkan nasional, tapi juga berdampak langsung pada pendapatan daerah,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, pengembangan Sabang seharusnya dilakukan dengan strategi yang lebih terarah. Ia menyarankan agar pemerintah fokus pada peningkatan infrastruktur dan kerja sama internasional. “Sabang harus diperlakukan sebagai kota strategis, bukan hanya sebagai kota wisata,” katanya, menegaskan bahwa peran Sabang dalam perdagangan global perlu diakui secara serius.

Sebagai mantan bendahara Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zulkifli memiliki pengalaman yang mendalam dalam pemanfaatan sumber daya Aceh. Ia menekankan bahwa Sabang bisa menjadi ruang yang menguntungkan jika dihadirkan secara profesional. “Jika Sabang memiliki layanan yang kompetitif, maka kota ini bisa menjadi salah satu hub internasional paling menjanjikan di Indonesia,” jelasnya.

Sesi Podcast Relasi ini juga menjadi panggung bagi Zulkifli untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Sabang. Ia berharap pemerintah pusat tidak hanya menilai kota ini dari segi potensi, tetapi juga memberikan dukungan nyata. “Sabang tidak hanya memiliki lokasi strategis, tetapi juga sumber daya alam yang melimpah,” ujarnya, menegaskan bahwa kota ini layak dikembangkan menjadi pusat ekonomi baru.

Dengan visi yang jelas, Zulkifli meminta agar Sabang tidak hanya menjadi pilihan bagi kapal-kapal yang lewat, tetapi juga dijadikan tempat transit yang menarik. “Negara harus memanfaatkan keunggulan Sabang secara maksimal, karena bisa menjadi pendorong ekonom