AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Uni Eropa Bantah Tudingan Apple soal Penundaan Siri AI

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By Yusuf Kurniawan

Bantahan Eropa Soal Penundaan Peluncuran Siri AI oleh Apple

Meeting Results - Brussels, Beritasatu.com – Regulator Uni Eropa membantah klaim Apple bahwa aturan teknologi di kawasan tersebut menyebabkan penundaan peluncuran fitur Siri berbasis kecerdasan buatan (AI) di negara-negara anggota. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini sebelumnya menyatakan bahwa Siri AI belum akan tersedia untuk pengguna iPhone maupun iPad di Uni Eropa. Namun, menurut pernyataan Komisi Eropa, keputusan menunda peluncuran produk tersebut sepenuhnya merupakan pilihan Apple sendiri.

Apple Terus Mengusulkan Pengecualian Selama 18 Bulan

Menurut juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, Apple tidak berhasil mengembangkan solusi interoperabilitas yang memenuhi standar privasi dan keamanan yang diwajibkan oleh Uni Eropa. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di kawasan tersebut bukan hasil dari aturan Digital Markets Act (DMA), melainkan keputusan internal perusahaan. "Alih-alih mencari solusi kepatuhan yang sesuai, Apple meminta pengecualian dari kewajiban interoperabilitas dalam DMA selama setidaknya 18 bulan. Itu bukan pilihan yang tersedia," ujarnya seperti dilansir dari Reuters, Selasa (9/6/2026).

Keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di Uni Eropa adalah keputusan Apple dan hanya Apple," kata Regnier.

Regnier menjelaskan bahwa Apple sempat mengajukan permintaan pengecualian terhadap kewajiban interoperabilitas yang diatur dalam DMA. Permintaan tersebut disampaikan selama 18 bulan, namun ditolak oleh Komisi Eropa. Menurutnya, Apple seharusnya mencari solusi untuk memenuhi standar regulasi, bukan meminta pengecualian yang bersifat sementara. Regnier menekankan bahwa DMA tidak membatasi perusahaan teknologi dari menghadirkan produk baru di Uni Eropa, selama keputusan tersebut didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Peran DMA dalam Mengatur Dominasi Perusahaan Teknologi

DMA merupakan regulasi kunci yang diperkenalkan oleh Uni Eropa untuk membatasi dominasi perusahaan teknologi besar, seperti Apple, Google, dan Facebook. Tujuan utama dari aturan ini adalah menciptakan ruang persaingan yang lebih adil bagi perusahaan-perusahaan lokal, serta memberikan pilihan yang lebih luas kepada pengguna. Perusahaan yang melanggar aturan DMA dapat dikenai denda hingga 10% dari total pendapatan tahunan global mereka.

Apple sebelumnya mengusulkan skema perantara yang memungkinkan asisten virtual pihak ketiga mengakses Siri AI secara aman dalam masa transisi 18 bulan. Namun, regulator Eropa menolak usulan tersebut. Regnier menyoroti bahwa skema ini tidak memenuhi kriteria kepatuhan yang dibutuhkan, sehingga Apple harus menunda peluncuran fitur AI. Pernyataan ini memperkuat klaim Komisi Eropa bahwa keputusan menunda Siri AI adalah pilihan Apple, bukan akibat dari tekanan regulasi.

Sejarah Penundaan Fitur oleh Apple di Uni Eropa

Ini bukan pertama kalinya Apple menunda peluncuran fitur baru di kawasan tersebut. Pada tahun 2025, perusahaan ini juga menyatakan bahwa penerapan DMA memaksa penundaan sejumlah fitur, termasuk integrasi iPhone ke komputer Mac, layanan penerjemahan langsung melalui AirPods, serta beberapa fitur berbasis lokasi pada aplikasi Maps. Hal ini menunjukkan bahwa Apple telah mengalami beberapa kali hambatan dalam menyesuaikan produknya dengan kebijakan Eropa.

Regnier menambahkan bahwa Apple tidak berusaha memenuhi kewajiban interoperabilitas secara aktif. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan ini memanfaatkan masa transisi 18 bulan untuk menghindari implementasi solusi yang memenuhi standar Eropa. Meski telah diberi waktu, Apple tetap tidak bisa menemukan solusi yang memadai, sehingga harus menunda peluncuran Siri AI. "Apple tidak berhasil mengadaptasi fitur AI-nya agar sesuai dengan aturan privasi dan keamanan yang diterapkan di Uni Eropa," jelas Regnier.

Implikasi Penundaan Peluncuran Siri AI untuk Pemasaran Apple

Uni Eropa merupakan pasar penting bagi Apple. Dalam tahun fiskal terakhir, kawasan ini menyumbang hampir 27% dari total penjualan perusahaan secara global. Meskipun Apple tidak merinci kontribusi khusus dari negara-negara anggota, keputusan menunda Siri AI bisa memengaruhi pangsa pasar dan loyalitas pengguna di kawasan tersebut. Regnier menekankan bahwa penundaan ini tidak melanggar aturan DMA, karena Apple tetap diberi kesempatan untuk menyesuaikan produknya.

Kebijakan DMA menciptakan kerangka kerja yang ketat bagi perusahaan teknologi besar, termasuk mengharuskan mereka membagi pasar dan menawarkan akses terbuka ke layanan mereka. Apple, sebagai salah satu perusahaan yang diatur, diwajibkan untuk memastikan interoperabilitas antara produknya dengan perangkat dan layanan lain. Meski telah mengajukan pengecualian, Apple tetap harus menunda peluncuran Siri AI hingga keputusan final ditetapkan.

Regulator Eropa Mendorong Kepatuhan Perusahaan Teknologi

Regnier mengatakan bahwa selama pembahasan terkait regulasi privasi dan keamanan, Apple terus mempertahankan sikap yang dianggap tidak konstruktif. Perusahaan ini menyatakan bahwa Komisi Eropa tidak bersedia memberikan solusi yang fleksibel, sehingga memaksa penundaan peluncuran. Namun, menurut regulator, keputusan Apple menunda Siri AI adalah hasil dari ketidakmampuan perusahaan tersebut mengadaptasi produknya sesuai dengan aturan yang berlaku.

DMA bukan hanya berdampak pada Siri AI, tetapi juga pada fitur lain yang dikembangkan Apple. Regnier menyoroti bahwa aturan ini memaksa perusahaan teknologi besar untuk berbagi ruang pasar, sehingga mengurangi dominasi mereka. Penundaan peluncuran Siri AI menjadi salah satu contoh nyata dari implementasi DMA, yang diharapkan dapat mendorong inovasi dari perusahaan-perusahaan lokal.

Dalam konteks ini, Regnier menegaskan bahwa keputusan menunda peluncuran tidak terkait dengan kecaman atau tekanan dari regulator, melainkan keputusan Apple sendiri. Meski perusahaan ini terus