Special Plan: Tak Cuma Pintar Mengemudi, Mobil BYD Bisa Cari Kucing Hilang
Mobil BYD Menggunakan Teknologi Baru untuk Mendeteksi Kucing Hilang
Special Plan - Beijing, Beritasatu.com – Perusahaan otomotif raksasa dari Tiongkok, BYD, kembali memperkenalkan inovasi terbarunya dalam bidang keselamatan kendaraan. Baru-baru ini, mereka resmi mengunggah paten teknologi yang mampu mengidentifikasi keberadaan makhluk hidup di bawah bodi mobil. Paten ini diterbitkan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok (CNIPA) pada 12 Juni 2026 dengan nomor permohonan CN122200729A, seperti yang dilaporkan oleh ITHome pada Minggu (14/6/2026). Keunggulan teknologi ini menunjukkan kemampuan BYD untuk menjangkau penggunaan teknologi visi komputer (computer vision) dalam berbagai aspek, termasuk pemantauan lingkungan sekitar kendaraan.
Perluasan Fungsi Teknologi Visi Komputer
Sebelumnya, teknologi visi komputer BYD lebih dikenal karena fitur bantuan pengemudi dan sistem baterai berkinerja tinggi. Namun, kini mereka memperluas aplikasinya ke area keselamatan lingkungan, yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi risiko keselamatan yang sering terjadi, seperti anak kecil atau hewan peliharaan yang terlupakan di kolong mobil saat sedang diparkir. Hal ini memicu pertanyaan: bagaimana cara sistem ini bekerja, dan apa keunggulannya dibandingkan pendekatan lain?
"Gambar ini menjadi standar untuk membandingkan perubahan lingkungan di bawah bodi mobil," tulis ITHome.
Inti dari metode kerja teknologi ini adalah menggunakan konsep pencitraan dasar atau baseline imaging. Ketika mobil dalam keadaan mati, sistem kamera akan merekam gambar seluruh bagian bawah bodi dan menyimpannya sebagai referensi. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi objek yang tidak biasa muncul saat mobil diaktifkan kembali. Dengan membandingkan gambar real-time yang diambil saat mobil diparkir dengan referensi tersebut, sistem dapat mendeteksi adanya makhluk hidup atau objek asing secara cepat.
Kemampuan ini tidak hanya berguna untuk menghindari kecelakaan akibat anak kecil yang terjebak di kolong mobil, tetapi juga untuk memastikan keselamatan hewan peliharaan. Misalnya, ketika kucing hilang berada di bawah bodi mobil, teknologi ini akan memicu peringatan kepada pemilik kendaraan. Fitur ini dianggap sebagai langkah cerdas dalam memperkuat sistem keselamatan yang lengkap, karena tidak hanya mengedepankan fungsi bantuan pengemudi, tetapi juga melindungi lingkungan sekitar.
Kemampuan Optimasi Energi Komputasi
Salah satu keunggulan teknologi BYD adalah kemampuannya untuk memangkas penggunaan energi komputasi. Sistem ini tidak menganalisis seluruh area bawah mobil secara terus-menerus, melainkan hanya fokus pada bagian yang mengalami perubahan. Komponen statis seperti suspensi, wadah pelindung baterai, atau panel aerodinamis akan diabaikan karena bentuknya tidak berubah dalam setiap pemindaian. Dengan demikian, komputer hanya perlu memproses objek baru atau gerakan yang tidak terduga.
Pendekatan ini memperkecil risiko alarm palsu yang sering terjadi pada sistem deteksi konvensional. Di bawah bodi mobil, lingkungan bisa sangat dinamis, terdiri dari bayangan, perubahan cahaya ekstrem, cipratan lumpur, debu, hingga kerikil jalanan. Teknologi BYD mengatasi masalah ini dengan memetakan area yang berubah sebelum menentukan jenis objek. Setelah mengisolasi perubahan, algoritma canggih dalam sistem akan menganalisis status gerak objek, membedakan antara makhluk hidup dan benda mati.
Pendekatan Sistem Peta Acuan
Sistem deteksi bawah bodi mobil ini memanfaatkan pendekatan peta acuan (baseline map) yang lebih efektif dalam menghadapi lingkungan yang tidak stabil. Dibandingkan dengan metode deteksi konvensional yang langsung mengidentifikasi objek, BYD memilih strategi yang lebih hati-hati. Setelah mengamati perubahan, algoritma lanjutan akan memverifikasi apakah objek tersebut merupakan kucing yang berteduh, anak kecil, atau sekadar sampah yang terjebak. Proses ini memastikan keakuratan deteksi tanpa mengorbankan kecepatan.
Tidak hanya itu, teknologi ini juga berpotensi meningkatkan kesadaran pengemudi tentang lingkungan sekitar kendaraan. Misalnya, jika ada hewan yang berada di kolong mobil, sistem akan memberi peringatan sebelum pengemudi menyadari adanya keberadaan mereka. Ini bisa sangat berguna di area yang rawan kecelakaan, seperti jalur yang sering dilalui oleh hewan liar atau tempat parkir umum.
Kombinasi Teknologi untuk Keselamatan Komprehensif
Sebelumnya, BYD juga menghadirkan paten sistem radar canggih yang mampu mendeteksi penumpang yang tertinggal di dalam kabin mobil. Kombinasi teknologi radar dan visi komputer ini menciptakan solusi dua arah: satu untuk area dalam kabin, satu untuk bagian luar kendaraan. Dengan demikian, BYD tidak hanya fokus pada keselamatan internal, tetapi juga eksternal, seperti halaman atau parkiran.
Patent yang baru saja dipublikasikan ini merupakan bagian dari rencana strategis BYD untuk mengembangkan ekosistem keselamatan kendaraan secara menyeluruh. Kombinasi kedua teknologi ini memungkinkan pihak perusahaan untuk melindungi pengemudi, penumpang, serta lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan komitmen BYD untuk menciptakan kendaraan yang lebih canggih dan ramah.
Proyeksi Penerapan di Pasar Global
Dengan volume penjualan yang sangat masif, seperti model Sealion 06 yang sukses mencatat angka pengiriman sebanyak 18.856 unit pada Mei 2026, teknologi baru ini berpotensi diterapkan secara luas. BYD berharap bahwa fitur ini dapat menjadi standar baru dalam industri otomotif, terutama di pasar yang berkembang pesat seperti Indonesia. Meski belum mengumumkan jadwal produksi massal, keberhasilan paten ini menunjukkan bahwa teknologi ini bisa segera diintegrasikan ke dalam lini mobil komersial mereka.
Keberhasilan BYD dalam mengembangkan teknologi deteksi ini juga menunjukkan pergeseran fokus mereka ke bidang keamanan lebih menyeluruh. Dari pengembangan baterai hingga fitur keselamatan, BYD terus memperluas inovasi. Dengan memadukan teknologi visi komputer dan radar, mereka menciptakan solusi yang lebih efisien dan adaptif. Teknologi ini bisa menjadi referensi bagi industri otomotif global, terutama dalam menghadapi tantangan keselamatan di area yang tidak terprediksi.
Penggunaan sistem det