Pembahasan Penting: Prabowo ke Menteri-Kepala Badan: Bersihkan Dirimu atau “You” Nanti Akan Dibersihkan

Ads
RumahBerkat - Post

Presiden Prabowo Ajak Pemimpin Instansi Perbaiki Tata Kelola

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh menteri serta kepala badan untuk memastikan lembaga-lembaga pemerintah bebas dari praktik penyimpangan. Ia menyatakan bahwa dalam beberapa kesempatan, instruksi tersebut sudah diberikan secara langsung kepada para ajudannya.

“Makanya saya, ke semua kawan-kawan di semua lembaga, saya kasih tahu saja, bersihkan dirimu atau nanti kau akan dibersihkan,” ujarnya dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan ahli, yang dikutip dari video yang dibagikan oleh Sekretariat Presiden, Minggu (22/3/2026).

Contoh Reformasi Pendidikan

Prabowo menyebutkan bahwa ada beberapa bidang yang menjadi fokus perbaikan, termasuk sektor pendidikan. Ia mengungkapkan rencana mengubah sistem pendidikan hingga mencapai 300.000 sekolah dalam lima tahun ke depan.

“Kalau Anda lihat menteri PU saya sekarang, siapa Dody, orangnya baik, tapi kalau mau bermain, dia pecat dua dirjen,” tambahnya.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mengoptimalkan keadilan hukum.

Reformasi di Sektor Bea Cukai

Menurut Prabowo, sektor Bea Cukai juga perlu di-upgrade. Ia menegaskan bahwa semua institusi pemerintah harus diperbaiki secara bersamaan.

Ads
RumahBerkat - Post

“Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi kita harus kita bersihkan,” ujarnya.

Peningkatan Penerimaan Pajak

Prabowo menyoroti peningkatan signifikan dalam penerimaan pajak setelah reformasi yang dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak.

“Januari, Februari, Maret ini naiknya cukup signifikan. Naiknya sekitar 30 persen loh. Mudah-mudahan bertahan. Mungkin dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan,” terangnya.

Penguasaan Kekayaan Negara

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa rakyat Indonesia masih banyak yang hidup sederhana dan kurang beruntung. Ia menegaskan bahwa potensi kekayaan alam serta sumber daya manusia harus dimaksimalkan.

“Jadi kalau ini kita berdayakan, kita bisa memberdayakan mereka dengan uang, bisa bayangkan pertumbuhan yang terjadi?” ujarnya.