AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Begal Tewas Diamuk Massa di Legok, Polisi Buru Rekan Pelaku yang Kabur

Published Juli 23, 2026 · Updated Juli 23, 2026 · By Joko Wibowo - amalzakat.com

Foto : Joko Wibowo - amalzakat.com

Kasus Begal di Legok: Satu Pelaku Tewas, Polisi Kejar Rekan yang Kabur

Amalzakat.com – Kepolisian Sektor Legok yang berada di bawah naungan Polres Tangerang Selatan saat ini sedang dalam proses mengejar seorang pelaku pencurian sepeda motor yang berhasil melarikan diri. Peristiwa ini bermula dari aksi begal yang terjadi di wilayah Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Sementara itu, salah satu pelaku yang sempat ditahan oleh warga setempat dilaporkan meninggal dunia. Korban jiwa ini diduga menjadi sasaran amukan massa sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Kronologi peristiwa ini tercatat terjadi pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026. Lokasi tepatnya berada di Jalan Kampung Wareng, tepatnya di wilayah RT 003 dan RW 003, Desa Babat. Dua siswi yang sedang mengendarai sepeda motor menjadi target ketika mereka diadang oleh dua pelaku. Aksi perampasan dimulai dengan perebutan kunci kontak kendaraan. Terjadi tarik-menarik yang cukup sengit antara korban dan pelaku dalam upaya merebut kendali atas sepeda motor tersebut.

Kedua siswi korban tidak tinggal diam. Mereka melakukan perlawanan aktif sambil terus berteriak meminta bantuan kepada siapa saja yang mendengar. Suara teriakan mereka berhasil menarik perhatian warga sekitar yang kemudian segera berdatangan untuk membantu. Keberanian kedua korban dalam melawan pelaku menjadi kunci utama dalam proses penahanan salah satu pelaku oleh warga.

Wakapolsek Legok, Iptu Galih, memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa pencurian dengan kekerasan ini. Ia menjelaskan detail kejadian kepada media pada hari Kamis, 23 Juli 2026. Berikut adalah pernyataan lengkapnya:

"Dapat kami jelaskan, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Desa Babat, Kecamatan Legok. Saat itu, dua orang siswi yang sedang mengendarai sepeda motor diadang oleh dua pelaku yang berusaha merebut kendaraan korban hingga terjadi tarik-menarik kunci motor," ujar Galih.

Menurut keterangan Iptu Galih, respons warga yang cepat datang memberikan bantuan sangat menentukan jalannya peristiwa. Salah satu pelaku berhasil ditangkap dan diamankan oleh warga setempat. Namun, pelaku kedua justru melarikan diri dengan membawa serta sepeda motor milik para siswi korban. Kecepatan pelaku dalam melarikan diri membuat proses penahanan tidak dapat dilakukan secara tuntas pada saat itu juga.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim piket Opsnal Reskrim Polsek Legok segera bergerak menuju lokasi kejadian. Tim ini bertugas untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pelaku yang telah diamankan warga. Sayangnya, pelaku yang sempat ditahan warga tersebut meninggal dunia. Diduga kuat, ia menjadi korban aksi main hakim sendiri yang dilakukan massa sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian.

Polisi saat ini telah berhasil mengidentifikasi identitas pelaku yang berhasil kabur. Tim Opsnal Reskrim Polsek Legok terus melakukan operasi pengejaran untuk menangkap pelaku sekaligus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini. Iptu Galih kembali menegaskan komitmen polisi dalam menyelesaikan kasus ini:

"Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku yang kabur tim opsnal Reskrim Polsek Legok sudah mendapati identitas nya dan akan dilakukan pengejaran untuk menangkap pelaku," ujar Galih.

Di sisi lain, kepolisian juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Warga diminta untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menghadapi pelaku kejahatan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan setiap tindak kejahatan kepada aparat kepolisian terdekat. Seluruh proses penegakan hukum sebaiknya diserahkan kepada pihak berwenang agar berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh warga bahwa meskipun keberanian masyarakat dalam menangkap pelaku patut diapresiasi, namun proses hukum tetap harus berjalan melalui jalur yang benar. Kehilangan nyawa seorang pelaku akibat amukan massa bukan solusi yang ideal. Polisi terus bekerja keras untuk memastikan pelaku yang masih bebas dapat segera ditangkap dan dibawa ke proses hukum yang seharusnya.

Dengan identitas pelaku yang sudah diketahui, operasi pengejaran diperkirakan akan semakin intensif. Warga sekitar diharapkan tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan pelaku kabur ini. Proses penyelidikan juga akan mencakup pengembangan informasi terkait modus operandi dan jaringan pelaku begal di wilayah Legok dan sekitarnya.