AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Era Digital Ubah Cara Warga China Menikmati Piala Dunia 2026

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By Dewi Santoso

Era Digital Ubah Cara Warga China Menikmati Piala Dunia 2026

Key Strategy - Dalam era digital, gaya hidup penggemar sepak bola Tiongkok mengalami pergeseran signifikan. Kini, sebagian besar penonton lebih memilih menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui ponsel pintar daripada televisi konvensional. Perubahan ini terjadi karena meningkatnya akses dan kebiasaan mengonsumsi konten digital di Tiongkok, yang terus mengubah cara masyarakat menikmati olahraga secara keseluruhan. Dengan adanya platform media sosial yang lebih modern, budaya nonton sepak bola pun bertransformasi, seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan efisiensi waktu.

Konten Digital Dominasi Nonton Sepak Bola

Meski Tim Nasional Tiongkok belum muncul di babak final Piala Dunia sejak 2002, minat masyarakat terhadap sepak bola tetap tinggi. Banyak penonton kini lebih memilih mengikuti pertandingan secara real-time melalui aplikasi ponsel, yang memungkinkan mereka menonton tanpa terikat pada jadwal siaran televisi. Sebagai contoh, Faye Jin, seorang penggemar sepak bola di Beijing, mengatakan,

"Sebagian besar saya menonton pertandingan menggunakan ponsel. TV di rumah hampir tidak pernah digunakan, kecuali untuk beberapa laga spesial. Jika mengikuti pertandingan di luar rumah, biasanya saya memakai ponsel."

Pernyataan ini mencerminkan tren baru di mana pengguna Tiongkok semakin terbiasa dengan media digital sebagai sumber informasi dan hiburan utama.

Platform media sosial seperti Xiaohongshu, yang dikenal sebagai Little Red Book, menjadi salah satu pionir dalam memperluas akses penyiaran Piala Dunia. Selama 2026, Xiaohongshu mendapatkan hak siar gratis untuk seluruh pengguna, menunjukkan kepercayaan pengelola media nasional kepada platform ini. Kerja sama strategis dengan China Media Group, perusahaan media pemerintah yang mengelola CCTV, memungkinkan siaran langsung melalui aplikasi mobile tanpa harus berkumpul di tempat nonton umum. Hal ini menunjukkan pergeseran dari tradisi nonton bareng ke konsumsi pribadi yang lebih fleksibel.

Perbedaan Waktu dan Kebiasaan Pengguna

Menurut pantauan di Beijing, minat masyarakat terhadap siaran di bar mulai menurun dibandingkan edisi sebelumnya. Xu Wang, seorang staf di Absolut Bar, menjelaskan,

"Para penggemar sepak bola lebih memilih menonton di rumah masing-masing. Dalam jam-jam siaran yang sering terjadi di tengah malam atau pagi hari, sulit menemukan tempat yang nyaman untuk berkumpul, terlebih ketika penggemar berasal dari daerah berbeda di kota."

Perbedaan waktu menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan penonton untuk memilih platform digital sebagai pilihan utama.

Berikutnya, peningkatan penetrasi jaringan 5G dan biaya data internet yang terjangkau berkontribusi besar dalam mendorong pergeseran ini. Data QuestMobile menunjukkan bahwa masyarakat Tiongkok menghabiskan sekitar 40% waktu penggunaan ponsel harian untuk menonton video, terutama melalui aplikasi seperti Douyin. Platform ini telah menjadi favorit penggemar sepak bola untuk mengikuti perkembangan turnamen, terutama di fase awal sebelum aksi pertandingan menggema secara luas.

Tren Nonton Piala Dunia 2022 dan Perkembangannya

Tren menonton melalui perangkat digital sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Piala Dunia 2022. Data FIFA mencatatkan bahwa Tiongkok menjadi salah satu negara dengan kontribusi tertinggi terhadap total jam tayang global, dengan sekitar 45% dari waktu nonton melalui platform digital dan media sosial. Angka ini menunjukkan bagaimana masyarakat mulai terbiasa mengakses pertandingan secara daring, bahkan ketika siaran langsung melalui televisi masih menjadi pilihan utama sebelumnya.

Dalam edisi 2026, pergeseran ini lebih cepat lagi. Xiaohongshu, yang sebelumnya hanya menawarkan siaran gratis, kini menjadi salah satu penonton utama Piala Dunia. Sementara itu, Douyin, platform video pendek terbesar Tiongkok, masih aktif dalam menyajikan konten menarik selama turnamen. Platform ini menyediakan komentator sepak bola ternama, kreator konten, hingga efek AI yang interaktif, menjadikannya pilihan utama bagi penggemar yang ingin terlibat secara aktif.

Douyin juga terbukti menjadi platform yang paling populer di kalangan pengguna Tiongkok. Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan, aplikasi ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih dinamis dibandingkan siaran tradisional. Xiaohongshu, sementara itu, memiliki sekitar 245,3 juta pengguna aktif hingga Maret 2026. Kedua platform ini tidak hanya bersaing dalam menyajikan siaran tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem digital yang luas.

Kolaborasi Teknologi untuk Perluasan Bisnis

Perusahaan teknologi Tiongkok, seperti Tencent Cloud, juga memanfaatkan Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan untuk menembus pasar internasional. Menurut data terkini, dua pertiga dari platform resmi penyiaran Piala Dunia di Asia Pasifik menggunakan layanan komputasi awan milik Tencent. Layanan ini mendukung siaran di 16 wilayah, termasuk Singapura, Uni Emirat Arab, hingga Argentina, sehingga menjadikan Tencent sebagai penyedia cloud dengan cakupan terluas dalam sejarah penyiaran Piala Dunia.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana digital tidak hanya mengubah cara menonton, tetapi juga menggerakkan ekosistem teknologi global. Dengan integrasi antara media tradisional dan digital, penggemar sepak bola Tiongkok bisa menikmati turnamen secara penuh tanpa kehilangan kesempurnaan informasi atau interaktivitas. Perkembangan ini juga mengindikasikan peningkatan minat masyarakat terhadap siaran global, yang kini lebih mudah diakses melalui perangkat pribadi.

Berdasarkan tren ini, Piala Dunia 2026 bukan hanya ajang olahraga tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan teknologi Tiongkok kepada dunia. Perusahaan-perusahaan lokal tidak hanya memperkuat posisi mereka di dalam negeri tetapi juga menawarkan layanan yang kompetitif di luar batas wilayah. Kombinasi antara platform digital, akses internet yang memadai, dan penggunaan AI menjadi pendorong utama dalam merubah cara konsumsi hiburan olahraga di Tiongkok.