AmalZakat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Setelah Haiti, Turki Negara Kedua Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By Fajar Hakim

Setelah Haiti, Turki Negara Kedua Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Latest Program - Piala Dunia 2026 segera memperlihatkan kejutan-kejutan mengejutkan di fase grup. Dua negara yang dinilai memiliki potensi besar akhirnya harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal, menyisakan dampak yang signifikan bagi kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia. Setelah Haiti menjadi tim pertama yang tersingkir, Turki kini menjadi negara kedua yang gagal melangkah ke babak berikutnya. Kekalahan 0-1 dari Paraguay dalam laga grup D menjadi pukulan telak, mengakhiri ambisi mereka untuk bersaing di babak 32 besar.

Kekalahan Beruntun Mengguncang Harapan Tim

Sebelum menghadapi Paraguay, Turki telah mengalami kekalahan pertama di Grup D melawan Australia dengan skor 0-2. Kesempatan mereka untuk bangkit muncul saat Paraguay harus bermain dengan 10 pemain setelah Miguel Almiron menerima kartu merah akibat insiden yang ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Namun, tim berjuluk "Körsun" gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut, meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Pertandingan melawan Paraguay dimulai dengan serangan cepat yang menghasilkan gol Matias Galarza pada menit ke-2. Kesalahan di lini belakang Turki memberi ruang bagi pemain asal Amerika Selatan itu untuk membawa timnya unggul. Meski sempat menggempur pertahanan Paraguay, peluang-peluang yang tercipta melalui Arda Guler, Kenan Yildiz, dan Hakan Calhanoglu selalu kandas di depan gawang. Performa kiper Paraguay, Orlando Gill, juga menjadi faktor kunci, dengan beberapa penyelamatan krusial yang menghalangi upaya Turki menyamakan skor.

Haiti: Tim Pertama yang Tersingkir

Haiti menjadi negara pertama yang terjatuh di babak grup Piala Dunia 2026. Hasil beruntun kekalahan membuat mereka tak mampu bersaing untuk tiket fase gugur. Di pertandingan pembuka, mereka kalah 0-3 dari Brasil, lalu mengalami kekalahan 0-1 di tangan Skotlandia. Kekalahan tersebut mengakhiri harapan Haiti untuk meraih poin, meski mereka sempat menunjukkan kekuatan dalam pertandingan pertama.

Kebiasaan kedua negara ini membuat penggemar terkejut. Turki, yang dikenal sebagai tim dengan skuad muda dan berpengalaman, serta Haiti, yang dipandang sebagai representasi kaki tangan dari Benua Amerika, keduanya memperlihatkan kelemahan di awal turnamen. Kombinasi pemain muda dan senior pada Turki seharusnya menjadi kekuatan, namun konsistensi yang buruk menghancurkan ambisi mereka. Sementara itu, Haiti menunjukkan ketidakstabilan di setiap pertandingan, termasuk saat melawan Brasil yang dianggap sebagai salah satu tim kuat di grup C.

Persaingan Group D: Drama yang Terus Menggelora

Grup D menjadi tempat drama besar berlangsung. Paraguay, sebagai tim yang terus menunjukkan performa konsisten, sukses memperlebar jarak dengan Turki. Kemenangan atas Timnas Turki setelah kekalahan beruntun menjadikan mereka sebagai ancaman serius bagi pelatih Vincenzo Montella. Meski pemain muda Turki seperti Arda Guler dan Kenan Yildiz sempat menunjukkan permainan menjanjikan, keterbatasan pengalaman di level internasional membuat mereka terjatuh.

Kebangkitan Paraguay dalam laga melawan Turki juga menjadi bukti kekuatan mereka di kualifikasi. Taktik yang baik, disertai kecepatan dan akurasi dalam menyerang, membuat mereka unggul di babak pertama. Meski Turki berusaha menekan, mereka tak mampu mencetak gol, sehingga skor 1-0 tetap bertahan hingga pertandingan usai. Kesalahan di pertahanan dan kiper Paraguay menjadi faktor penting, tetapi keberhasilan mereka meraih poin menambah semangat untuk lanjutkan perjalanan.

Negara-Negara Lain Berjuang untuk Bertahan

Dengan dua tim besar sudah keluar, persaingan di grup-grup lain semakin sengit. Tim-tim seperti Argentina, Meksiko, dan Amerika Serikat masih bertahan, mencoba mengamankan tiket ke fase gugur. Sementara itu, Turki masih punya satu laga terakhir melawan Amerika Serikat, yang diharapkan bisa menjaga harga diri mereka meski harapan lolos sudah sangat tipis.

Persaingan di Grup D terus berjalan, dengan Paraguay memperlihatkan kemampuan mereka untuk melangkah lebih jauh. Kemenangan atas Turki memberi mereka keunggulan poin yang memperbesar peluang ke babak 32 besar. Sebaliknya, Timnas Turki kini hanya memiliki satu pertandingan tersisa, tetapi kinerja buruk di dua laga pertama membuat peluang kecil. Kejutan ini memperlihatkan betapa dinamisnya perjalanan di Piala Dunia 2026.

Analisis atas Kekalahan dan Peluang yang Hilang

Banyak pengamat sepak bola menganggap Turki memiliki potensi untuk mengubah skenario di Grup D. Namun, kegagalan mereka mengonversi peluang menjadi gol justru menjadi bumerang. Kombinasi pemain muda dan veteran seharusnya bisa menjadi kekuatan, tetapi kurangnya koordinasi dan konsistensi mempercepat kehancuran.

Di sisi lain, Haiti menjadi bukti bahwa tim dari Benua Afrika juga bisa mengalami kejutan. Meski mereka dianggap sebagai favorit kecil, kekalahan di dua pertandingan awal menggambarkan tantangan yang besar. Kesulitan menghadapi lawan-lawan kuat seperti Brasil dan Skotlandia mengindikasikan bahwa perjalanan mereka telah berakhir lebih awal dari yang diperkirakan.

Kejutan ini memperlihatkan bahwa grup fase awal Piala Dunia 2026 penuh dengan drama dan ketidakpastian. Dua negara yang diharapkan mampu bersaing justru tumbang, menjadikan grup lain sebagai arena persaingan lebih ketat. Meski harapan Turki dan Haiti telah lenyap, pertandingan berikutnya akan menentukan nasib tim-tim lain yang masih berjuang. Dengan keberhasilan Paraguay mengalahkan Turki, drama di Grup D belum selesai, dan kompetisi akan terus memperlihatkan kejutan-kejutan menarik.

“Kekalahan ini menunjukkan bahwa kita harus lebih siap di babak berikutnya. Peluang mereka selama dua pertandingan tidak cukup untuk mengubah nasib,” kata seorang analis sepak bola setelah pertandingan berakhir.

Keberhasilan Paraguay mengamankan posisi mereka di babak gugur, sementara Turki dan Haiti harus kembali ke rumah dengan sedih. Masa depan Timnas Turki kini bergantung pada pertandingan terakhir melawan Amerika Serikat, yang akan menjadi penutup perjalanan mereka di turnamen yang diharapkan menjadi awal pembuktian kemampuan. Dengan kehilangan dua poin beruntun, Turki kini menatap ke babak berikutnya dengan hati bergetar.

Berita ini juga memperlihatkan betapa pentingnya pertandingan pembuka dalam menentukan arah perjalanan tim. Dengan dua negara besar sudah menyerah, fase grup Piala Dunia 2026 semakin menarik bagi penonton