Main Agenda: Menjelang Lawan Brasil, Maroko Coret 2 Pemain dari Skuad Piala Dunia
Menghadapi Tantangan Sebelum Tanding Brasil, Maroko Lepas Dua Pemain dari Daftar Peserta Piala Dunia
Pemecatan Berdampak pada Ambisi Tim Bersejarah di Turnamen Global
Main Agenda - Jakarta, Beritasatu.com – Tim nasional Maroko terpaksa menghadapi cobaan di tengah persiapan menghadapi laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Brasil. Tiga hari sebelum pertandingan perdana, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan dua pemain kunci yang terpaksa dikeluarkan dari daftar peserta karena cedera. Pemain muda yang sempat mengangkat nama Maroko di kancah internasional, Abde Ezzalzouli, dan bek senior Nayef Aguerd, menjadi korban keputusan medis yang mengharuskan mereka absen dari kompetisi. Keputusan ini memberi tekanan bagi skuad yang ingin mempertahankan performa luar biasa di Piala Dunia 2022.
Kehilangan Ezzalzouli, yang dikenal sebagai winger andalan di Real Betis, dianggap sebagai pukulan signifikan bagi Maroko. Pesepak bola 24 tahun ini memperlihatkan kemampuan luar biasa sepanjang musim lalu di La Liga Spanyol, di mana ia membantu klubnya melangkah ke babak Liga Champions. Meski sebelumnya ada harapan ia bisa tampil di fase gugur, cedera lutut kanannya yang terjadi dalam pertandingan uji coba melawan Norwegia akhir pekan lalu membuat pelatih dan tim medis memutuskan untuk mengecawainya. “Ezzalzouli adalah salah satu bintang yang menjanjikan,” tulis laporan FIFA dalam
“Pemain tersebut secara aktif dijajaki sebagai calon pilar utama, tapi kondisi cederanya mengalami perubahan drastis, sehingga tidak mungkin ia turun di fase eliminasi.”
Pemecatan Aguerd juga menjadi sorotan karena perannya dalam membawa Maroko mencapai semifinal di Qatar 2022. Bek dari Olympique Marseille ini dikenal sebagai penggali peluang pertahanan yang stabil, serta pendukung penting dalam beberapa laga krusial. “Aguerd tidak hanya menjadi elemen pertahanan, tapi juga komandan di belakang barisan,” tulis salah satu analisis dalam
“Kehilangan peran yang selama ini dijaga dengan baik akan membuat taktik Maroko terhadap tim kuat seperti Brasil kehilangan kekuatan dominan.”
Menghadapi situasi ini, pelatih Mohamed Ouahbi memilih untuk menambahkan dua pemain baru ke dalam skuad. Pemain pertama yang masuk adalah Amine Sbai dari klub Angers di Prancis, sementara pemain kedua adalah Marwane Saadane dari Al-Fateh, Arab Saudi. Kedua nama ini dianggap sebagai cadangan strategis yang bisa mengisi kekosongan di lini belakang dan sayap kiri. Sbai, yang telah menunjukkan kemampuan adaptasi di liga domestik, diberikan kesempatan untuk menguji kebugaran di situasi nyata. Saadane, di sisi lain, menambah keberagaman pengalaman dari tim yang berbeda, terutama dalam menangani tekanan dari lawan kuat.
Kemungkinan kehilangan dua pemain ini membuat Maroko harus membangun ulang strategi mereka sebelum menantikan pertandingan pembuka melawan Brasil. Laga tersebut akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada 13 Juni 2026, di mana Maroko diharapkan bisa menunjukkan dominasi awal untuk membangun kepercayaan. Setelahnya, mereka akan menghadapi Skotlandia di Boston pada 19 Juni, serta Haiti di Atlanta pada 24 Juni. Ini adalah tiga pertandingan kritis yang akan menentukan langkah awal tim di Grup C.
Cedera Ezzalzouli dan Aguerd tidak hanya menjadi kejadian isolasi, tapi juga mengingatkan bahwa Maroko harus siap menghadapi berbagai risiko dalam turnamen tingkat tertinggi. Tim yang baru saja mengakhiri era gemilang di Qatar 2022 harus memperkuat mental pemain dan pembinaan tim di bawah tekanan. “Ini adalah momen uji coba bagi kami,” kata Ouahbi dalam
“Kami akan mengatur strategi untuk menjaga konsistensi permainan, terutama ketika menghadapi lawan seperti Brasil yang dianggap sebagai rival utama.”
Dalam laporan internal FIFA, Ezzalzouli mengalami cedera serius di lutut kanan saat bermain melawan Norwegia. Meskipun diagnosis awal menunjukkan ia mungkin bisa tampil di babak grup, kondisi yang memburuk pada minggu terakhir membuat pelatih memutuskan untuk menyingkirkan nama pemain tersebut. “Ezzalzouli memberi kontribusi besar, tapi cedera memaksa kami mengambil langkah ekstra,” tulis laporan itu dalam
“Kami mengumpulkan data medis terkini dan memutuskan ia tidak cocok untuk laga-laga yang berat.”
Sebaliknya, Aguerd menderita cedera lutut kiri yang membuatnya tidak bisa bermain dalam pertandingan uji coba melawan Skotlandia. Cedera ini menambah ketidaknyamanan bagi Maroko, yang harus menghadapi lawan seperti Brasil yang dijuluki sebagai tim unggulan di babak grup. “Aguerd adalah pilar utama, tapi cedera menghambat langkahnya,” tambah pelatih dalam
“Kami harus mencari alternatif yang mampu mempertahankan standar pertahanan kami.”
Para pemain yang ditarik ke luar daftar memperlihatkan ketekunan dalam pemulihan. Ezzalzouli, yang sempat memperkuat Barcelona, berusaha memulihkan kondisi fisiknya dengan program latihan intensif. Sementara Aguerd, yang pernah menjadi bintang utama Olympique Marseille, mengikuti rencana pemulihan yang dirancang oleh tim medis. “Kami yakin mereka akan pulih, tapi saat ini prioritas adalah kesiapan tim untuk babak grup,” jelas salah satu pelatih dalam
“Kebutuhan skema pertahanan yang tepat menjadi lebih mendesak setelah kehilangan dua pemain berpengalaman.”
Dengan tiga laga beruntun di Grup C, Maroko harus membangun konsistensi di semua posisi. Replikasi keberhasilan 2022 menjadi target utama, tetapi mereka juga harus menyesuaikan strategi karena perubahan komposisi pemain. “Tim ini harus cepat beradaptasi, tapi kami percaya potensi mereka masih ada,” tulis mantan pemain dalam
“Kami telah menyusun plan B yang matang, dan mereka akan menjadi bagian dari permainan kami.”
Sebagai penutup, FIFA memberi peringatan bahwa keputusan ini juga berdampak pada dinamika pemain dalam