What Happened During: Pengaruh Besar Mbappe bagi Prancis Bisa Lampaui Zidane dan Platini
What Happened During: Mbappé Lampaui Zidane dan Platini
What Happened During - Kylian Mbappé kini semakin membuktikan posisinya sebagai salah satu talenta terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis. Dengan performa luar biasa bersama Real Madrid dan timnas Les Bleus, sang penyerang berusia 27 tahun ini tengah melampaui pencapaian para legenda seperti Zinedine Zidane dan Michel Platini. Selain itu, ia juga menjadi favorit utama untuk meraih penghargaan Sepatu Emas pada Piala Dunia 2026.
Selama musim kompetisi 2025/2026, Mbappé mencatatkan angka gemilang dengan total 42 gol yang ia cetak dalam 44 laga. Pencapaian ini membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di dua kompetisi bergengsi, yaitu La Liga dan Liga Champions. Momentum positif tersebut terus berlanjut hingga ajang Piala Dunia 2026, di mana ia berbagi posisi puncak bersama Lionel Messi sebagai pemimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol dari enam pertandingan yang dimainkan.
What Happened During: Kontribusi di Level Klub dan Nasional
Tidak hanya sekadar mencetak gol, Mbappé juga menunjukkan vitalitasnya sebagai pemain serba bisa. Dengan 11 kontribusi total yang terdiri dari gol dan assist, ia menjadi pemain paling produktif dalam turnamen tersebut. Secara keseluruhan, jumlah gol Mbappé di ajang Piala Dunia telah menyentuh angka 19. Jika bukan karena Messi yang sudah mengumpulkan 20 gol, sang penyerang ini akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut, melampaui catatan Miroslav Klose yang selama ini bertahan dengan 16 gol.
Meskipun tampil konsisten dalam dua musim terakhir bersama Real Madrid, Mbappé masih menyimpan satu catatan yang belum tercapai. Ia belum berhasil membawa trofi bergengsi untuk klub yang berbasis di ibu kota Spanyol tersebut. Pada final Piala Dunia sebelumnya, Mbappé sempat mencetak gol dalam laga puncak pertamanya, kemudian mengukir hat-trick pada final berikutnya. Sayangnya, Prancis harus puas menjadi runner-up dalam kedua kesempatan tersebut.
Di level timnas, musim panas tahun ini menandai momen bersejarah bagi Mbappé. Ia resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus setelah melampaui rekor Olivier Giroud. Hingga saat ini, sang penyerang telah mengoleksi 64 gol dari 104 penampilan bersama tim nasional Prancis. Giroud sendiri tidak merasa terkejut dengan pencapaian tersebut. Mantan penyerang AC Milan tersebut memuji Mbappé sebagai pemain yang matang sejak usia muda.
"Bagi saya, itu semua karena ambisi dan rasa percaya diri. Dia tahu ke mana ingin melangkah. Dia adalah seorang pemimpin dan sejak muda sudah terlihat sangat tenang. Dia jauh lebih dewasa dibandingkan usianya," kata Giroud.
What Happened During: Visi Besar dan Tantangan yang Dihadapi
Mbappé dikenal memiliki ambisi besar untuk memecahkan sebanyak mungkin rekor sepanjang kariernya. Namun, menurut orang-orang terdekatnya, semua pencapaian tersebut dilakukan demi membantu tim meraih kesuksesan kolektif. Salah satu target utamanya adalah menyamai prestasi legenda Brasil, Pele, yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali.
Jurnalis sepak bola Prancis, Luke Entwistle, menilai Mbappé telah menjadi sosok paling penting bagi timnas Prancis dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. "Dia telah membawa tim ini melewati tiga Piala Dunia berturut-turut dan selalu menjadi pemain paling menentukan," ujar Entwistle seperti dilansir dari BBC.
Kedatangan Mbappé ke Real Madrid sempat diiringi kritik karena klub tersebut gagal meraih trofi dalam dua musim terakhir. Menurut Entwistle, banyak pihak menilai Mbappé terlalu fokus pada permainan menyerang. Ia dianggap kurang berkontribusi membantu lini pertahanan, atau berupaya melakukan pressing saat tim kehilangan bola. Namun, kritik tersebut dijawab Mbappé lewat penampilannya sepanjang Piala Dunia 2026.
"Dia memang mencatat statistik luar biasa, tetapi persepsi di Prancis maupun luar negeri adalah dia pemain yang merugikan permainan tim. Ada pembicaraan bahwa dia harus lebih banyak bergerak tanpa bola dan lebih aktif bertahan. Namun, cara Prancis merebut kembali bola di area lawan pada kejuaraan kali ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kontribusinya," ujarnya.
Masa Depan Gemilang di Depan Mata
Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, bahkan meyakini Mbappé akan melampaui dua legenda terbesar sepak bola Prancis, Zinedine Zidane dan Michel Platini. Menurutnya, Mbappé masih memiliki banyak kesempatan untuk menambah prestasi, termasuk tampil pada setidaknya satu Piala Dunia lagi dan beberapa edisi Piala Eropa.
"Saya memprediksi dia akan menjadi pemain nomor satu Prancis ketika pensiun nanti. Dia masih memiliki setidaknya satu Piala Dunia lagi dan Piala Eropa untuk dimainkan, sehingga kemungkinan besar akan menjadi pemain terbaik yang pernah dimiliki Prancis," ujar Laurens.