What Happened During: Wimbledon: Zverev Ingin Saingi Dominasi Sinner dan Alcaraz
What Happened During: Zverev Tantang Dominasi Sinner dan Alcaraz
What Happened During - Alexander Zverev kini memiliki kesempatan untuk mengubah posisinya dalam hierarki tenis putra dunia. Setelah meraih gelar Grand Slam pertama di Roland Garros dan melaju hingga final Wimbledon 2026, petenis asal Jerman tersebut merasa sudah waktunya ia berhenti menjadi "pemenang ketiga". Meskipun harus mengakui keunggulan Jannik Sinner dalam laga penutup di Centre Court pada Minggu, 12 Juli 2026, Zverev yakin ia sudah berada di jalur yang tepat untuk bersaing dengan dua raja tenis saat ini.
Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit, Zverev akhirnya kalah dengan skor 6-7 (7), 7-6 (2), 6-3, dan 6-4. Namun, kekalahan tersebut tidak mengurangi keyakinan petenis berusia 29 tahun ini. Ia menilai performa sepanjang musim menunjukkan bahwa ia mampu memberikan perlawanan serius terhadap dominasi Sinner dan Carlos Alcaraz yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. What Happened During laga tersebut adalah bukti bahwa Zverev siap mengambil alih peran sebagai pesaing utama.
Narasi "Orang Ketiga" yang Mulai Berubah
Sebelumnya, Zverev sering kali disebut sebagai pemain yang selalu berada di belakang dua petenis terbaik dunia. Namun, situasi ini mulai berubah setelah ia meraih trofi di Prancis. Sinner dan Alcaraz sebelumnya berhasil memenangkan sembilan turnamen Grand Slam secara berturut-turut sebelum Zverev memecah kemapanan tersebut di Roland Garros tahun ini. What Happened During periode ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam dinamika tenis putra.
"Selalu ada pembicaraan mengenai siapa yang akan menjadi orang ketiga. Saya selalu menjadi orang ketiga, tetapi jarak saya dengan mereka berdua cukup jauh," kata Zverev.
"Saya sebenarnya selalu berada di posisi ketiga. Jadi, apabila saya bisa makin mendekati mereka, itu akan menjadi hal yang luar biasa," lanjutnya.
Zverev berharap persaingannya dengan kedua petenis tersebut dapat mengembalikan era tiga petenis teratas dalam tenis putra. Sayangnya, Alcaraz tidak dapat mengikuti French Open dan Wimbledon tahun ini karena mengalami cedera pergelangan tangan. Sementara itu, Sinner justru tersingkir pada putaran kedua French Open setelah kondisi fisiknya menurun akibat cuaca panas di Paris.
Insiden Lutut yang Mengganggu Performa
Pada Australian Open tahun ini, Zverev mengalami kekalahan dalam pertandingan lima set melawan Alcaraz di babak semifinal. Ia kemudian menghadapi Sinner dalam final Wimbledon dan berhasil memenangkan set pertama sebelum akhirnya kalah dalam empat set. Zverev merasa ia telah memberikan tekanan yang cukup besar kepada kedua petenis tersebut. What Happened During momen-momen krusial ini menjadi penanda perjalanan Zverev menuju puncak.
"Saya merasa telah memberikan tekanan kepada mereka. Saya memang belum mengalahkan mereka tahun ini, tetapi saya rasa saya sudah mendorong mereka hingga batas kemampuan," ujar Zverev.
Zverev mengakui bahwa ia mungkin dapat memberikan perlawanan lebih besar kepada Sinner jika tidak mengalami insiden pada set ketiga. Saat itu, Zverev memperoleh satu-satunya peluang untuk mematahkan servis Sinner dalam pertandingan. Petenis Jerman tersebut terjatuh ke lapangan dan langsung memegang lutut kanannya dengan ekspresi kesakitan. Sinner kemudian menghampiri untuk memeriksa kondisi lawannya sebelum membantu Zverev berdiri dari lapangan rumput.
Zverev menjelaskan bahwa lututnya mengalami hiperekstensi akibat insiden tersebut. Kondisi ini kemudian mengganggu servisnya yang selama ini menjadi senjata utama. "Saya sedikit kesulitan memberikan dorongan saat melakukan servis. Karena itu, kecepatan servis saya menurun," kata Zverev. Meskipun demikian, ia mengaku masih dapat bergerak dan memainkan bola dari garis belakang dengan baik.
Peringkat Dunia Baru dan Keyakinan Masa Depan
Sinner akhirnya mampu memanfaatkan kondisi tersebut untuk memenangkan set ketiga dan keempat sekaligus mempertahankan gelar Wimbledon. Meskipun gagal menjadi juara, Zverev setidaknya tidak lagi menjadi orang ketiga dalam daftar peringkat dunia. Ia akan menggeser Alcaraz dari posisi kedua ketika peringkat terbaru diumumkan pada Senin, 13 Juli 2026. What Happened During pencapaian ini menandai babak baru dalam karier Zverev.
Kenaikan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Zverev yang sebelumnya belum pernah melewati babak keempat Wimbledon. Perjalanannya hingga final tahun ini menunjukkan bahwa Zverev mulai menemukan cara bermain yang tepat di lapangan rumput. Sebelumnya, Wimbledon menjadi satu-satunya turnamen Grand Slam tempat dirinya kesulitan mencapai babak akhir.
"Saya berusia 29 tahun dan ini pertama kalinya saya benar-benar percaya saya bisa memenangi trofi ini," kata Zverev kepada penonton di Centre Court setelah pertandingan final.
Keyakinan tersebut juga dimiliki Sinner. Dalam upacara penyerahan trofi, petenis nomor satu dunia itu menilai Zverev sudah sangat dekat dengan gelar Wimbledon. "Hari ini Anda sangat dekat. Apabila terus bermain seperti ini, saya sangat yakin Anda juga akan membawa pulang trofi ini," kata Sinner. What Happended During persaingan ini akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah tenis modern.